Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab.199


__ADS_3

Tapi siapa orang bodoh, yang tidak tahu apa maksud dari setiap kata yang diucapkan oleh Shen Sie Lie tadi.


Bahkan kini Shen Yu Lin pun merasa sangat tidak sabar dengan gadis teratai putih itu. yang selalu saja membuat masalah untuk adik kesayangannya.


Di saat Shen Yu Lin ingin berdiri dan membela Xi Lilian. Namun sebelum itu terjadi Shen Yu Lin justru telah dihentikan oleh Xi Lilian yang saat ini masih duduk dengan tenang sambil meletakan kembali sumpit yang telah dirinya ambil sebelumnya.


Dan Xi Lilian pun sangat tenang ketika meladeni permainan yang Shen Sie Lie lakukan saat ini.


Xi Lilian juga tidak berpura-pura bodoh, dan juga menampilkan sosok lemah dan tak berdaya dihadapan semua orang. Xi Lilian bahkan sangat lantang ketika dirinya membalas ucapan Shen Sie Lie yang berpura-pura sangat perhatian dan simpati pada dirinya itu.


"Ehm...Nona Pertama Shen, mengapa tiba-tiba saja kau menjadi peduli tentang apa yang aku lakukan?" tanya Xi Lilian seolah dirinya tidak perduli dengan apa yang telah dirinya lakukan.


"Tentu saja aku peduli," ucap Shen Sie Lie dengan tatapan prihatin dan juga sedih melihat reaksi Xi Lilian


"Benarkah?! Mengapa aku justru merasa sebaliknya? Bahkan sorot mata mu itu tidak bisa menyembunyikan riak kebahagiaan yang begitu besar yang kau rasakan saat ini." tanya Xi Lilian yang mengisyaratkan bahwa dirinya benar-benar tidak mempercayai ucapan Shen Sie Lie sama sekali.


"Ap apa..?" ucap Shen Sie Lie tergagap.


Karena dirinya sangat yakin bahwa ia telah berusaha sebaik mungkin untuk menunjukan sikap perhatian dan menekan dalam-dalam kebahagiaan yang Ia rasakan.


Dan sebelum Shen Sie Lie bisa lepas dari keterkejutannya, Xi Lilian bahkan telah melanjutkan serangannya.


Karena Xi Lilian tahu benar, bahwa di saat kritis seperti ini maka semua kebohongan seseorang dapat di tampilkan secara tidak sengaja oleh orang itu sendiri.


" Ahhh ya Nona Shen Sie Lie.... Setahu ku bukankah hal ini yang telah kau impikan sejak lama? Agar Aku Xi Lilian bisa putus tunangan dengan Pangeran pujaan mu selama ini? Sehingga kau bisa lebih leluasa untuk menggodanya, seperti yang kau lakukan selama ini ketika Pangeran Huo Lin Jin datang ke Kediaman Jenderal," sindir Xi Lilian secara terang-terangan.


Dan hal itu benar-benar tidak pernah terduga oleh Shen Sie Lie. Sehingga tanpa disadari Shen Sie Lie tertegun dan seakan tidak percaya dengan serangan kata yang diucapkan oleh Xi Lilian yang secara langsung mengungkapkan isi hati Shen Sie Lie itu


"K kau... bagaimana bisa tahu?!" gumam Shen Sie Lie tanpa sadar.


Mendengar gumaman yang cukup keras itu membuat semua orang kini mengarahkan pandangan mata padanya. Dan seolah-olah bisa menelanjanginya. Yang membuat Shen Sie Lie merasa sangat risih dan tidak nyaman.


Ketika Shen Sie Lie menyadari bahwa dirinya telah mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya dia ucapkan. Hal itu membuatnya semakin gugup dan dengan seketika dirinya ingin memberikan penjelasan untuk mengklarifikasi mengenai ucapannya barusan.

__ADS_1


"Aahh...Ahh.... Tidak, bukan begitu, aku benar-benar tidak pernah bermaksud seperti itu. Lian'er tentu saja aku peduli terhadap mu, bagaimanapun kau adalah adik ku juga? Dan maksud ku tadi adalah, karena usia mu yang masih muda dan hal itu membuat mu bertindak terlalu gegabah dan sembrono dalam mengambil keputusan. Tentu saja aku sebagai kakak, pasti akan sangat menyayangkan tindakan mu tadi. Aku hanya berharap kamu bisa menjalani hidup yang baik di masa depan dengan Yang Mulia Pangeran Mahkota Huo Lin Jin," ucap Shen Sie Lie dengan gelagapan dan terlihat juga bahwa dirinya sangat panik ketika mengatakannya.


"Ohh begitu kah? Mengapa aku merasa tidak seperti itu? Dan biasanya menurut pendapat banyak orang, jika ucapan pertama yang diucapkan tanpa sadar itu adalah yang paling tulus untuk mengungkapkan isi hati seseorang. Ah ya satu lagi, aku sarankan pada Nona Shen Sie Lie agar lebih memikirkan orang sekitar dan terdekat mu, sebelum melakukan dan mencari-cari kesalahan orang lain. Apalagi di tempat umum seperti ini? Sebenarnya apa maksud dan tujuan Nona Shen Sie Lie mengatakan hal itu disini? Apakah kau benar-benar peduli pada ku atau ada maksud tersembunyi dari tindakan Nona Muda Shen Sie Lie ini?" cecar Xi Lilian dengan sangat santai, akan tetapi dalam setiap kata yang Xi Lilian ucapkan justru terdapat semacam aura ketegasan yang sangat sulit untuk dibantah oleh siapapun.


Semua orang, yang ada disana, dan bahkan para Kaisar pun merasa bahwa Shen Sie Lie ini memang memiliki niat yang tidak baik pada saudarinya sendiri.


Sehingga tak sedikit orang yang mulai berbisik untuk menggunjingnya.


"Tak disangka penampilan nya yang begitu lembut dan berbudi luhur seperti Nona Muda pertama keluarga Jenderal Besar Shen itu memiliki hati yang begitu mengerikan, sangat kejam!" gumam seseorang nona pejabat yang juga hadir di sana.


"Ya, aku juga tidak menyangka hal ini sebelumnya. Tapi bukankah dia itu hanya anak seorang Selir kediaman saja, dia bahkan berani mencoba menggertak dan menindas seorang Nona Muda Resmi Kediaman. Apakah karena Nona Xi Lilian ini telah kehilangan ibunya sejak lahir? makanya dirinya merasa bahwa dia bisa lebih unggul? benar-benar konyol jika dia berpikir seperti itu," timpal yang lainnya dengan pandangan sinis dan jijik melihat ke arah Shen Sie Lie.


Dan masih banyak lagi gunjingan yang terdengar dalam ruangan makan itu. Yang membuat semua orang melupakan etika saat makan.


Shen Sie Lie yang mendengar ucapan Xi Lilian dan semua orang yang kini mulai mengkritik dan menghakimi keburukannya itu membuatnya seketika memandang ke arah Sang Ayah, Jenderal Besar Shen Guo Feng.


Dan hal pertama yang dirinya rasakan saat ini adalah tatapan tajam dan penuh dengan kemarahan. Bahkan kini dirinya juga merasa bergidik ngeri merasakan tekanan aura Sang Ayah yang ditujukan khusus kepadanya.


Begitu menyadari kesalahannya Shen Sie Lie berusaha sekuat tenaga untuk menahan rasa takut dan tertekan yang dirinya rasakan. Dan mencoba menjelaskan dan menenangkan Sang Ayah.


Ini benar-benar membuat Shen Sie Lie sangat ketakutan dan tidak rela secara bersamaan. Dan ini baru pertama kalinya dirinya mengalami hal semacam ini dalam hidupnya.


Dan semua ini disebabkan oleh orang yang paling dirinya benci. Karena statusnya yang lebih tinggi darinya Shen Sie Lie benar-benar membenci Xi Lilian. Yang mana Xi Lilian adalah orang yang sama dengan orang yang selama ini ditindas olehnya dan Ia pandang remeh.


Tapi mengapa saat ini justru dirinya sendiri yang mendapatkan nasib buruk. Padahal dirinya berencana untuk mencelakai Xi Lilian di hadapan semua orang. Akan tetapi saat ini dirinya yang dipermalukan.


Hingga didalam hatinya, Shen Sie Lie sangat berambisi untuk membalas dendam pada Xi Lilian yang telah berani menindaknya dihadapan semua orang terpandang dari seluruh Kekaisaran.


"Ayahanda, Lie'er tidak pernah bermaksud seperti apa yang adik katakan, Lie'er hanya ingin menegur adik yang telah berani mengabaikan keberadaan Ayahanda dalam....," belum sempat Shen Sie Lie mengucapkan kalimatnya untuk membujuk Sang Ayah. Ia justru telah di hentikan.


"Cukup, semua sudah jelas! Aku sudah paham segalanya. Dan aku juga cukup mengenal kau sejak kecil. Bagaimana mungkin kau akan berbeda dengan ibumu yang licik itu. Saat kau selalu dididik dan dimanjakan olehnya selama ini. Sekarang berlutut dan memohon maaf pada Adikmu Lian'er!!" tegas Sang Jenderal Besar Shen Guo Feng dengan raut wajah yang menahan amarahnya yang memuncak.


"A aak aku akuu... tapi Ayah..," ucap Shen Sie Lie terhenti.

__ADS_1


"Tidak ada kata tapi, Lakukan sekarang juga," seru Sang Jenderal Besar Shen.


Mendengar perintah Sang Ayah, Shen Sie Lie benar-benar merasa tidak bisa terima sama sekali jika dirinya harus merendahkan dirinya dihadapan Xi Lilian dan didepan semua orang.


Tapi Shen Sie Lie juga tidak bisa mengabaikan perintah ayahnya yang sangat menyebalkan ini menurutnya. Dan hal ini membuatnya seribu kali lipat membenci Xi Lilian sampai ke tulang-tulangnya.


Akan tetapi dirinya mau tidak mau harus melakukannya. Demi terus mempertahankan status dan dukungan Ayahandanya itu.


Di sisi Xi Lilian, Ia dapat melihat dengan sangat jelas. Bagaimana enggannya Shen Sie Lie untuk meminta maaf padanya dihadapan seluruh tamu yang hadir.


Dan Xi Lilian tahu benar bagaimana perasaan Shen Sie Lie saat ini yang ditekan harus menjatuhkan martabatnya sendiri dari orang yang paling dibencinya.


Maka Xi Lilian pun segera menyelanya sebelum Shen Sie Lie memberikan respon.


"Tidak perlu dipaksakan! Jika memang Nona Shen Sie Lie tidak ingin melakukan apa yang Tuan Jenderal Besar Shen juga tidak apa-apa Nona tidak perlu membohongi perasaan ada untuk melakukannya." ucap Xi Lilian masih dengan nada yang sangat santai. Seolah yang sedang dalam masalah itu bukanlah dirinya.


"Kenapa?! Kenapa tidak harus bersyukur memohon ampun? Apakah sepupu ipar bahkan sudah memaafkannya begitu saja?" tanya Xia Ning Shui yang sangat penasaran. Mengapa Xi Lilian bisa berkata begitu santai seperti itu.


"Ah Nona Xia, seharusnya Anda juga paham jika seseorang yang sangat membanggakan dirinya sendiri dan memandang orang lain itu bagai alas kakinya tentu saja hal itu akan sangat melukai harga dirinya jika harus berlutut memohon maaf dan mengakui segala kesalahannya. Dan suatu ketika dirinya yang merasa begitu mulia ditekan harus berlutut dan bersujud di kaki orang yang selama ini dia anggap sangat rendah dimatanya, bukan kah itu sesuatu yang tidak mudah. Dan aku sangat yakin jika dia bahkan ingin menolak melakukannya. Apabila seandainya orang itu benar-benar mau melakukannya dan merendahkan diri dihadapan orang yang paling dirinya benci itu. Tentu hal itu pasti tidaklah tulus ketika dia melakukannya. Dan kemungkinan besar akan menimbulkan dendam baru yang jauh lebih besar lagi pada orang itu. Selain orang itu tidak mau mengaku atau merasa dirinya yang bersalah. Namun keegoisannya pasti melimpahkan kesalahan yang jelas-jelas dia perbuat pada musuhnya itu. Jadi Atas dasar apa Nona Shen Sie Lie mau melakukan apa yang Jenderal Shen katakan. Bukankah jika hal itu sampai terjadi, kemungkinan besar adalah Nona Shen Sie Lie justru akan semakin....," ucap Xi Lilian sengaja tidak mengatakan kata selanjutnya.


Karena Xi Lilian sangat yakin jika semua orang sudah tau apa yang ingin dirinya sampaikan.


Dan. tentu saja semua orang yang ada disana paham apa yang di maksud oleh Xi Lilian, terlebih lagi telah di jelaskan dengan begitu mendetail oleh Xi Lilian.


Jadi semua orang disana juga menarik kesimpulan yang sama mengenai Shen Sie Lie yang saat ini masih terdiam di tempat duduknya.


Sedangkan Sang Jenderal Besar Shen Guo Feng yang melihat bahwa Shen Sie Lie hanya diam saja di tempatnya. itu benar-benar membuatnya sangat tidak puas dan juga semakin menumbuhkan kebenciannya pada Putri selirnya itu.


"Lian'er, Ayah sungguh memohon maaf karena Ayah selama ini selalu membuat Putri ayah selalu tertindas selama ini, Ayah sangat menyesal," ucap Sang Jenderal Shen Guo Feng dengan sangat tulus. Bahkan air matanya telah berlinang membasahi kedua pipinya.


Ini pertama kalinya Sang Jenderal Besar Shen yang kuat dan tangguh, dengan julukan si panglima perang yang terkenal kekejamannya menangis di hadapan semua orang.


Namun Xi Lilian yang melihat Sang Jenderal Shen bersikap seperti itu justru tampak acuh tak acuh. Dan seolah dirinya tidak mendengar ataupun melihat bagaimana sikap dan ketulusan dari sosok ayah ya g telah Xi Lilian anggap telah tiada itu.

__ADS_1


"Belum cukupkah Tuan Jenderal menyakiti adikku selama ini? Sehingga Anda bahkan masih ingin menyudutkan Lian'er ku dihadapan seluruh tamu terhormat yang hadir di sini? Apakah masih belum cukup putri kesayangan mu yang selama ini kau banggakan dan kau manjakan itu berusaha membuat Lian'er malu. Dan Anda masih ingin menambah lagi masalah untuk nya?" ucap sinis dan dingin dari sosok pemuda yang sangat tampan yang berada di sisi Xi Lilian.


"Nak, bukan begitu maksud Ayah. Ayah benar-benar tulus ingin minta maaf pada kalian berdua Lin'er dan juga Lian'er. Karena selama ini Ayah telah salah terhadap kalian. Ayah hanya....," ucapan Sang Jenderal Shen Guo Feng terpotong oleh desisan yang begitu dingin.


__ADS_2