
Tanpa menghiraukan Sang Selir Duan yang kini tengah terdiam. Sang Jendral Shen Guo Feng kini memulai menceritakan kisah yang tersimpan dibalik sebuah kipas yang sedari tadi diakui sebagai milik Sang Selir Duan Yu Yan.
Flashback on
Delapan belas tahun yang lalu, disaat Kekaisaran Wuxi ini masih dipimpin oleh mendiang Kaisar terdahulu, saat itu kekaisaran ini masihlah jauh dari keadaan tenang dan tercipta kedamaaian seperti saat ini.
Karena pada masa itu masih banyak Kerajaan kecil yang berada dibawah naungan dari Kekaisaran Wuxi ini ingin memberontak dan ingin mendirikan kedaulatannya sendiri.
Sehingga mereka berbondong-bondong melakukan perlawanan dan juga mencoba untuk, merebut wilayah lain yang telah ditakhlukan okeh Kekaisaran Wuxi ini sebagai wilayah mereka di kemudian hari.
Sehingga Yang Mulia Kaisar saat itu banyak mengerahkan Perajurit Khusus dan Tentara Militer untuk menangani masalah peperangan yang terjadi kala itu di berbagai daerah yang berbeda.
Bahkan beberapa diantara dari kami para anggota Militer Kekaisaran harus dikerahkan untuk menjaga keamanan di setiap perbatasan yang terjadi pertempuran tersebut.
Dan menghalau semua pasukan musuh agar tidak bisa melakukan pergerakan secara bebas di wilayah Kekaisaran Wuxi ini.
Kala itu Sang Tuan Muda pertama dari Kediaman Jendral Besar Shen, yang bernama Shen Guo Feng yang merupakan putra sulung dari Jendral Besar Shen Gong Fang yang masih terbilang sangat muda, Namun dia telah dianugerahi suatu jabatan atau pangkat sebagai Panglima Perang yang bahkan Ayahnya Jendral Besar Shen Gong Fang terdahulu juga masih kuat dan juga ikut berperang sebagai Pimpinan Perang yang membawa pasukannya untuk mengamankan keadaan Negeri Wuxi ini.
Dan kebetulan kala itu jugaSang Panglima Shen Guo Feng dan juga Sang Putra Mahkota pada masa Itu atau Kaisar Huo Yuan Yu saat ini juga berjuang mati-matian untuk mempetahankan tanah Wuxi ini agar tetap utuh dan aman dari pemberontakan dan penjarahan yang terjadi secara serempak dan besar-besaran di beberapa penjuru Kekaisaran Wuxi ini.
Hingga akhirnya situasi mulai dapat dikendalikan, bahkan pasukan musuh telah banyak yang tumbang dan dikuasai oleh anggota militer kita.
Namun peristiwa naas juga terjadi dikala semua orang merasa senang karena perang hampir saja usai.
“Yang mana kala itu Sang Pangeran Mahkota Huo Yuan Yu tiba-tiba saja terkena tembakan anak panah dari salah satu Jendral Perang musuh. Yang mengakibatkan peperangan kembali memanas.” Kata Sang Jendral Shen Guo Feng menjeda sebentar kisahnya.
“Lalu apa hubungannya itu semua dengan hamba Tuan? Hamba benar-benar tidak mengerti mengenai apapun tentang kejadian tersebut.” Kata sang Selir Duan Yu Yan yang tak ditanggapi oleh Sang Jendral.
Karena saat itu keadaan disana kembali tegang akhirnya aku berusaha sekeras mungkin untuk menyelamat kan Sang Putra Mahkota kala itu dengan membawanya menuju tempat yang lebih aman.
__ADS_1
Karena pada saat itu juga Ayahku Sang Jendral Perang masa itu juga menyarankanku untuk membawa Putra Mahkota Huo Yuan Yu menuju kedalaman hutan yang berada tidak jauh dari kemah militer kami ketika peperangan berlangsung.
Tak tunggu lama lagi akhirnya aku membawa Sang Pangeran Mahkota Huo Yuan Yu yang tengah kritis akibat tembakan panah pada dadanya itu menuju hutan yang begitu lebat.
Namun kami tak pernah menyangka jika di tengah pelarian kami kala itu kami bertemu dengan sesosok gadis kecil yang ku perkirakan usianya 10 atau 11 tahun yang tengah asyik mencari ikan di sungai.
Dan tepat saat itu juga kami berdua memutuskan untuk berhenti di tepi sungai tersebut, selain kami telah mencapai batas kemampuan kami untuk melarikan diri dari musuh yang mengikuti kami dengan mentargetkan Sang Pangeran Mahkota Huo Yuan Yu yang tengah terluka cukup parah akibat anak panah yang melukai bagian dadanya.
Hari juga sudah menjelang malam, sehingga kami memutuskan untuk beristirahat dan juga bermalam di sana.
Karena selain lebih dekat dengan mata air, tempat tersebut juga tampak aman dari jangkauan binatang buas maupun binatang spirit beast tingkat tinggi.
Jadi sementara waktu tempat itu adalah tempat teraman bagi kami berdua, untuk memulihkan diri dan kekuatan setelah seharian ini terus berlari dari musuh.
Dan saat kami tengah kelelahan apalagi Sang Pangeran Mahkota Huo Yuan Yu saat itu juga hampir pingsan akibat terlalu lelah dan kehabisan banyak darah.
Tiba-tiba saja terdengar suara yang begitu lembut menyapa pendengaran kami berdua.
Kami yang awalnya tidak terlalu memperhatikan keberadaan gadis kecil itupun menjadi terkejut dengan hasil tangkapan ikan yang gadis kecil itu dapatkan.
Betapa tidak mengejutkan jika seorang gadis kecil mampu memperoleh banyak ikan yang besar-besar.
Dan terlebih lagi gadis itu bahkan tidak takut atau merasa terancam bahaya dengan keberadaan mereka berdua yang tiba-tiba muncul didekatnya.
“Ya Nona, sebenarnya junjungan hamba ini saat ini tengah terluka, dan juga telah kehilangan banyak darah saat kami dalam perjalanan untuk menyembunyikan diri kemari.” Jawab sang Panglima Perang Shen Guo Feng kala itu.
“Oh ya Dewa, kalau begitu tunggu sebentar, aku memiliki sesuatu yang mungkin akan berguna untuknya,” kata gadis kecil itu yang kemudian mencari sesuatu di saku lengan hanfu miliknya.
“Ah, ini dia akhirnya aku menemukannya. Seraplah pil ini untuk menghentikan pendarahan dan juga mengobati luka luarnya.” Kata gadis kecil itu lagi sambil menyerahkan sebuah botol porselen berisi sebutir pil penyembuh tingkat menengah.
__ADS_1
Kami yang mendapatkan pil yang lumayan langka itu dari seorang gadis kecil merasa tercengang dan juga terharu.
Karena hal itu sangat berarti bagi Sang Pangeran Mahkota agar nyawanya tetap aman.
“Apakah ini tidak merepotkan mu Nona? Emh maksud kami adalah pil ini merupakan sesuatu yang berharga apakah kau tidak merasa rugi dengan memberikannya kepada kami? Apalagi kau juga belum pernah bertemu atau bahkan mengenal kami sebelumnya?” tanya Sang Pangeran Mahkota Huo Yuan Yu kala itu dengan terengah-engah menahan rasa sakit dan juga kelelahan.
“Apakah jika seseorang ingin berniat membantu itu harus mengenal orang yang akan kita bantu terlebih dahulu? Kalian berdua dengarkan ini baik-baik, tidak peduli apakah aku mengenal kalian atau tidak, akan tetapi aku melihat kalian dalam kesulitan dan hatiku tidak tenang ketika melihat orang lain dalam keadaan yang kesulitan, dan ketika aku bisa membantu, maka aku akan membatunya. Tanpa memandang apapun dan siapapun itu, ketika aku bisa membantu seseorang maka aku akan melakukannya.” Kata gadis itu tegas dan juga memancarkan karisma yang kuat meski diusianya yang sama muda.
Dan hal itu justru membuat sang Panglima Perang Shen Guo Feng tertarik dan ingin mengenal lebih dekat dengan gadis kecil itu.
Namun di sisi lain dirinya sadar bahwa, dirinya saat ini masih memiliki tugas suntuk melindungi Sang Pangeran Mahkota Huo Yuan Yu dari kejaran para musuh.
“Baiklah terima kasih banyak atas bantuannya Nona, dan kalau boleh tau siapa nama Nona Muda ini? Dan kenapa bisa berada didalam hutan ini? Tanya Sang Pangeran Mahkota Huo Yuan Yu lagi.
“Ah lebih baik kakak ini segera serap pil itu sebelum keadaan semakin parah, dan aku biasa disebut Nian Nian, aku hanya bosan saja di kediaman jadi aku kemari hanya untuk jalan-jalan saja. Dan sepetinya hari juga sudah hampir gelap jadi aku juga akan segera pulang, dan ini lebih baik jika sebagian ikan ini untuk kalian saja lumayan untuk mengganjal perut kakak berdua, aku akan bawa ini, ini sudah cukup untuk kami dikediaman,” ucap gadis kecil itu sambil menyerahkan seikat ikan yang jumlahnya ada 8 ekor ikan yang sangat besar pada Sang Panglima Shen Guo Feng yang sedari tadi selalu memandang gadis kecil itu dengan intens.
Karena rasa tertarik nya dan juga penasaran akan identitas sebenarnya dari gadis kecil yang baru saja berhasil meraih hatinya itu.
“Ahm, terima kasih banyak Nona Nian, apakah kau perlu kami antar untuk kembali ke Kediaman Anda?” tanya Sang Panglima Shen Guo Feng.
“Tidak masalah, itu tidak perlu, aku sudah terbiasa dan bisa pulang sendiri, selamat tinggal,” kata gadis itu yang sekejap kemudian telah hilang dari pandangan mereka berdua karena ilmu meringankan tubuh gadis yang memiliki Nama Nian Nian itu ternyata sangat tinggi.
Bahkan kedua pemuda itu tak dapat menandingi kecepatannya meski dalam keadaan tubuh yang sehat dan juga prima.
Dan mulai sejak saat itu juga akhirnya Sang Panglima Shen Guo Feng menjadi lebih bersemangat dan juga bertekad untuk menjadi lebih kuat dan juga lebih hebat lagi.
Karena dia sudah memutuskan untuk mengejar dan juga mendapatkan gadis kecil yang benar-benar telah mencuri hatinya pada saat itu, meski dirinya belum mengetahui siapakah gerangan si gadis tersebut.
Bahkan ketika Sang Panglima Perang Shen Guo Feng mengingat kembali mengenai gadis kecil itu yang mandiri, tegas dan juga baik hati dan terlebih lagi wajahnya yang sungguh menawan itu membuat dirinya tak mampu melupakan kenangan itu.
__ADS_1
Namun dia sedikit kecewa karena dia tak memiliki lebih banyak waktu untuk bisa mengenal gadis kecil itu. Akan tetapi Sang Panglima Perang Shen Guo Feng akan selalu berusaha untuk menemukannya dan menjadikannya sebagai pendamping hidup nya di masa depan.