Kembali Untuk Menjemput Takdir

Kembali Untuk Menjemput Takdir
Bab. 53 Ungkapan Hati Xi Lilian


__ADS_3

Xi Lilian yang kini melihat Bibi Kekaisaran nya telah merasa lemas akibat tekanan yang dikeluarkan oleh Pamannya akhirnya Ia mencoba untuk menenangkan Pamannya itu.


“Paman Lian'er lihat Bibi telah kelelahan selama perjalanan kemari lebih baik Paman mengajak Bibi untuk istirahat di kediaman Gege terlebih dahulu. Maaf Lian'er tak bisa menawarkan tempat untuk Paman dan Bibi, karena bisa Paman lihat Kediaman Lian'er benar-benar tidak layak untuk disinggahi oleh Paman dan juga Bibi. Lian’er takut Paman dan Bibi tidak akan nyaman jika berada disini.” Kata Xi Lilian perhatian.


Xi Mo Han yang mendengar Xi Lilian bicara kemudian mengalihkan pandangan padanya baru kemudian Ia mengalihkan pandangan lagi pada istrinya yang tengah tak berdaya, dan dirinya baru sadar karena aura yang Ia keluarkan telah lepas kendali.


Stelah itu Pangeran Mahkota Xi Mo Han baru menarik kembali semua auranya yang membuat semua orang disana yang masih sadarkan diri langsung merasa sangat lega.


Namun Xi Mo Han juga merasa sedikit terkejut karena kedua keponakannya tidak merasa tertekan karena aura miliknya itu. Dan akhirnya Ia memiliki pemikiran bahwa merek telah menjadi master kultivasi.


Setelah keterdiaman nya Xi Mo Han kembali berbicara.


“Ku rasa Kediaman Jendral ini sangat miskin dan juga tidak bisa mendidik anak dengan baik, maka mulai sekarang aku Pangeran Mahkota dan Putri Mahkota Kekaisaran Wexia yang bertindak sebagai ayah dan ibu angkat dari Pangeran Shen Yu Lin dan juga Putri Xi Lilian akan membawa kedua putra dan putri kami ini tinggal di Kediaman kami di Kekaisaran Wexia.” Kata Xi Mo Han dengan sangat serius.


Dan mendapatkan senyum antusias dari istinya Xia Jian Jia yang memang sedari awal ingin mengadopsi kedua keponakannya itu sebagai Putra dan Putrinya.


Jendral Shen yang mendengar keputusan itu merasa tidak terima dan mencoba untuk menentangnya.


“Kakak ipar tidak...” belum selesai Jendral Shen bicara sudah di intrupsi oleh Pangeran Mahkota Xi Mo Han.


“Jangan panggil aku seperti itu lagi. Lagipula aku sudah tidak menganggap mu sebagai suami Nian’er semenjak kau mengkhianatinya dan melanggar sumpah mu sendiri. Karena ketulusan dan kesetiaan laki-laki yang bisa dipegang itu adalah ucapannya. Karena kau telah melanggar ucapan mu sendiri maka kau pun sudah tak punya hak lagi untuk memanggilku demikian. Apalagi Nian'er kini telah mati karena mu. Jadi lupakanlah jika kau punya ikatan kekerabatan dengan kami Anggota Keluarga Kekaisaran Wexia.” Kata Xi Mo Han dengan tegas.


“Yang Mulia, Anda tidak bisa mengambil keputusan begitu saja. Setidaknya harus menanyakan pendapat dari Lin’er dan juga ....kata Jendral Shen terhenti sejenak.... Barulah Ia melanjutkannya dan juga Lian’er katanya lirih.” Kata jendral Shen.


"Kurasa tidak ada yang perlu dipertanyakan lagi. Lagi pula kau sudah sangat menyakiti dan mengecewakan mereka berdua, dan mereka juga telah memberimu kesempatan untuk berubah dan melihat dengan jelas kebenaran yang ada. Namun kau menyia-nyiakan nya begitu saja kesempatan itu." Kata Pangeran Mahkota Xi Mo Han dengan sangat dingin.


"Oh ya, jangan lupa kami semua tidak lah buta. Dan kami ini juga telah melihat dengan sangat jelas isi hati dan pikiran busuk mu itu. cukup dengan kami melihat dan mendengar kau berbicara seperti tadi. Mereka bisa tau kalau kau tak pernah menganggap keberadaan Lian'er dalam hati dan hidupmu. Dan kau tak bisa menyangkal itu semua.” Cibir Pangeran Mahkota Xi Mo Han.


Mendengar cibiran dari Kakak iparnya itu sungguh membuat hati Jendral Shen menjadi lebih tertekan lagi dan juga frustasi sehingga Ia berkata dengan meraung-raung.


“Bagaimana? Bagaimana bisa hah... Bagaimana aku bisa mengakuinya sebagai anakku jika dialah satu-satunya orang yang membuat istri ku yang aku cintai meningalkan aku untuk selamanya. Gara-gara dia....." Kata-kata Jendral Shen terhenti sejenak karena ngos-ngosan.


"Semua ini karena anak sialan itu. Sudah beruntung aku tidak membunuhnya sejak dulu dan hanya mengucilkannya saja. Lagi pula aku masih menghidupinya memberikan makanan dan tempt tinggal. Dan bahkan uang bulanannya masih saja ku berikan. Hanya saja.... Hanya saja aku tak bisa menyayanginya karena dialah istriku meninggal.” Teriak jendral Shen sambil menangis meraung-raung.


Xi Lilian yang mendengarnya tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Dan Ia juga maju selangkah demi selangkah sambil membuat ilusi yang menutup pandangan yang sesungguhnya menjadi ilusi sesuai seperti yang Xi Lilian inginkan, dimata orang lain kecuali Jendral Besar Shen dan juga Gege nya Shen Yu Lin.


Agar Gegenya tahu bagaimana reaksi ayahnya jika mengetahui Xi Lilian yang sebenarnya.


Xi Lilian melangkah hingga di hadapan Jendral Shen.


Dan mengucapkan kalimat demi kalimat yang menyayat hati.


Sambil melepaskan cadar nya yang akhirnya Sang Jendral bisa melihat wajah asli Xi Lilian.


Namun di mata orang lain Xi Lilian masih mengenakan cadarnya.


“ Jika Anda mencintai Ibuku, Anda tak akan pernah membagi cintamu untuk orang lain."


"Jika Anda mencintai Ibuku maka Anda akan mempercayainya."


Jika Anda mencintai Ibuku, maka Anda akan berusaha mengutamakan dirinya."


"Jika Anda mencintai Ibuku, Anda pasti tahu perasaannya dan tak akan pernah menyakitinya."


"Jika Anda benar sungguh mencintai Ibuku, Anda akan mengorbankan apapun demi Ibuku. Termasuk juga harus mengorbankan jabatan mu itu. Karena jabatanmu itu adalah alibi terkuat bagimu untuk mengoleksi Selir dan mengumbar nafsu dan menebar benih mu. Jika kau menyalahkan aku.....aku ini." Kata Xi Lilian sambil menunjuk dirinya sendiri ketika di akhir kalimat.


"Dengarkan ini baik-baik. Aku tidak pernah meminta untuk dilahirkan ditengah keluarga mu yang bobrok moral ini."


"Aku tak pernah meminta hadir didalam kandungan Ibuku."


"Aku tidak pernah meminta Ibu untuk melahirkan aku."


"Aku juga tidak meminta hidup ini jika memang itu sebagai penyebab kematian Ibu kandungku."


"Aku tidak merasa telah membunuh Ibuku. Karena pada saat itu, aku pun tak mengerti apapun. Jika aku tau pun aku tak mungkin ingin Ibuku dalam celaka dan aku juga tak mungkin menginginkan kehilangan kasih sayangnya sejak aku dilahirkan dan aku harus menanggung hidup yang mengenaskan ini." Kata Xi Lilian yang sangat menyayat hati.


"Dan apa kau bilang tadi? Makanan? Tempat tinggal? Dan juga uang bulanan semua hanya omong kosong. jangan berani-beraninya Kau membual dihadapan ku." Kata Xi Lilian dengan tatapan yang gelap yang dalam dan dipenuhi oleh rasa kebencian yang begitu besar terhadap orang yang ditatapnya saat ini.


Ya, orang itu tak lain adalah Jendral Besar Shen yang merupakan ayah kandungnya sendiri.

__ADS_1


Namun kini Xi Lilian telah menganggap bahwa ayahnya telah lama mati, dan orang yang ada di depannya itu hanyalah musuh yang harus Xi Lilian lenyap kan dengan tragis.


"Selama ini yang menghidupiku adalah Bibi Hong Mei dan Jiejie Qingyu yang harus kerja keras mencari kayu di hutan untuk dijual, membuat sulaman untuk mengumpulkan, mencari buah dan juga sayuran liar di hutan. Sebagian untuk kami makan, karena kami tak pernah bisa mendapatkan makanan yang layak untuk dimakan. Dan sebagian lagi dijual demi bisa mengumpulkan banyak koin. dan semua koin itu mereka gunakan untuk membangun gubuk sederhana ini dari yang semula bobrok bahkan telah roboh diterpa angin besar 6 tahun lalu. Apa itu yang kau sebut menanggung kehidupanku." Ucap Xi Lilian mempertanyakan pada pria paruh baya yang berada di hadapannya itu.


Bahkan seluruh harta peninggalan mendiang Ibunda kami, semuanya diambil alih dan diakui sebagai milik Selir pencuri mu itu. Dan kau juga diam saja. Karena kau sendiri yang menyerahkannya padanya. Bahkan kau tak pernah peduli dengan Putra Sulung dan resmi Keluarga Jendral mu ini. Yang kau tau hanya segera mengirimnya keluar dari kediaman ini dengan segala tuntutan dan seluruh ambisi yang kau miliki ." Ucap Xi Lilian yang telah sangat murka dibuat oleh orang yang ada dihadapannya saat ini.


"Apakah kau tau pak tua, bahwa binatang buas saja bisa melindungi anak-anak nya. Ku rasa kau harus banyak belajar dari mereka." Kata Xi Lilian sinis dan menyindir Sang Jendral Besar


Bahkan kini jiwa pembunuhnya sudah berapi-api dan membara didalam jiwa serta lubuk hati terdalamnya.


Xi Lilian ingin segera menguliti Sang Jendral Shen, menyayat setiap daging dan lemak ditubuhnya.


Mencungkil matanya yang buta akan Selir itu. Menjahit mulutnya yang selalu tertutup rapat saat dia mengetahui bahwa putri resminya disiksa oleh anak para Selirnya itu. Dan juga memotong semua jari-jarinya yang selalu terkepal erat saat melihat keberadaan Xi Lilian.


Dan semua hal dalam pikirannya Xi Lilian itu, seakan dapat terlihat oleh Sang Jendral Besar Shen melalui sorot mata keji dari putrinya yang selama ini dia abaikan.


Sehingga menumbuhkan dendam yang begitu besar dan mengakar kuat dalam hati dan jiwanya.


Yang mana hal itu membuat Sang Jendral Perang itu ketakutan setengah mati. Hingga kini Ia memejamkan mata sekuat mungkin agar Ia tak akan melihat lagi sorot mata yang sangat tajam dan mengerikan dari putrinya itu.


"Dan itu belum termasuk ulah para Selir mu dan anak-anaknya itu kepadaku. Apakah kau tau kalau aku bisa berakhir sebagai sampah kultivasi itu adalah karena racun yang para selirmu itu berikan padaku?!Penyakit kulit yang mengerikan itu juga ulah para selirmu tapi kau tak perlu tau selebihnya karena aku Xi Lilian yang sekarang telah bisa berkultivasi dan akan membalaskan dendam ku sendiri." Kata Xi Lilian mengakhiri aksinya dan juga ucapannya yang panjang lebar itu.


Yang mana empat kata dari akhir kalimat yang Xi Lilian katakan mampu membuat Sang Jendral Besar Shen itu kembali membuka matanya lebar-lebar.


Jendral Shen yang melihat wajah putrinya itu menjadi merasa sangat bersalah sekaligus merindukan istrinya Xi Yu Nian.


Dan setelah Ia mendengar semua keluhannya yang bahkan belum putrinya katakan sampai habis itu membuat hatinya sungguh bergetar ketakutan dan merasa sangat bersalah pada istinya dan juga pada putrinya itu.


Tapi mengingat tatapan putrinya itu yang penuh kebencian dan juga permusuhan terhadapnya membuat Ia sangat takut dan menyesal karena Ia telah menyia-nyiakan Putri resminya itu.


Sedangkan Xi Lilian yang telah selesai mengungkapkan apa yang perlu dia ungkapkan Ia mengenakan kembali cadarnya dan menghilangkan ilusinya.


Sehingga pandangan semua orang kembali melihat kenyataan yang sebenarnya.


Setelah itu Xi Lilian berjalan menuju Gege nya Shen Yu Lin. Dan meminta gegenya untuk memberikan sesuatu kepada Tuan Besar Shen itu.

__ADS_1


__ADS_2