Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
Season 1 - 10


__ADS_3

"Aduh, Kepalaku sangat sakit." pekik Pras saat sadar dari pingsannya. Setelah itu, Pras langsung mengerjapkan matanya dan melihat sekeliling. Betapa terkejutnya dia, saat melihat Dira duduk di sofa dengan tatapan tajam dan ingin membunuh.


Seketika pikiran Pras yang tadi hilang, pikiran yang mengatakan jika Dira adalah wanita yang sangat cantik bak bidadari. Sekarang yang Pras lihat adalah, malaikat pencabut nyawa yang kapanpun akan mengambil nyawanya.


Glek...


Pras menelan ludahnya sangat susah, saat melihat tatapan yang sangat menusuk dari Dira. Pras yang mulai sadar jika dirinya ada dalam bahaya, sebisa mungkin bangkit dan duduk tegap di hadapan Dira.


"Sudah bangun, Pras."


Doeng...


Jantung Pras langsung berpacu, saat Dira mengetahui siapa dirinya. Bahkan Dira tau namanya, tanpa bertanya.


"Emm... Emm..." Sungguh terasa sangat keluh, bibir Pras saat ini. Jika ada Dewa penolong, mungkin Pras memilih ingin di bawah kabur saja.


"Kenapa tergagap gitu? Apa kau sangat menyeramkan? Bukannya kamu adalah Bodyguard ya, tapi kenapa lempeng gini? Percuma dong, Kak Arya membayar mu jika hasilnya kaya gini, takut dengan tatapan Dira Larasati!" Dira sengaja menekan kata 'Dira Larasati' karena dia ingin membuktikan jika, dia tak takut dengan Pras.


"Bu... Bukan begitu, saya hanya terkejut." jawab Pras tergagap-gagap.


"Hanya apa? Dengar, jika kamu sampai bilang kakak kalau aku ada disini. Aku pastikan kamu gak akan menemukan cinta sejatimu, selamanya kamu akan tetap jomblo!" Ancaman Dira suskes membuat Pras takut, dan tak berkutik.


"Jangan gitu Nyonya, saya juga butuh berumah tangga. Bagaimana jadinya saya nanti kalau gak menikah, ibu saya juga ingin cucu." jelas Pras yang ketakutan. Sedangkan Dira bersusah paya agar tak tertawa, melihat mimik wajak Pras yang sangat lucu dan mengemaskan itu.


"Kalau gitu nurut!"


"Iya... Iya saya nurut, saya gak akan bilang sama Bos Arya. Tapi tolong cabut tadi sumpah serapah itu, karena saya gak mau jomblo seumur hidup." Pecahlah tawa Dira saat mendengar ucapan Pras, Dira tak bisa lagi menahan tawanya. Hingga membuat dia terbahak-bahak mendengar penuturan sang Bodyguard nya.

__ADS_1


"Kok ketawa, Nyonya?" tanya Pras dengan bodohnya.


"Pras... Pras... Sebenarnya Kak Arya dapat kamu darimana sih? Kamu itu lucu, dan sifatmu sangat tak cocok jadi Bodyguard. Karena kamu terlalu lempeng kaya perempuan, tapi aku terhibur dengan sifatmu," ucap Dira dengan tertawa lebar. Bahkan perutnya sampai sakit, karena melihat Pras yang ketakutan.


"Sudah jangan bingung. Cepat bangun, aku sudah buatkan susu hangat. Kamu pasti kedinginan, kalau mau kita pergi ke dapur, disana ada dapur yang dari kayu bakar. Kamu bisa angetin diri disitu, aku juga mulai dingin, lebih baik kita bicara disana saja." ajak Dira. Pras hanya bisa menuruti perkataan Dira, dan setelah itu mengikuti langkah Dira yang menuju dapur.


Setelah sampai di dapur, Pras melihat sekeliling rumah Dira. Sangat sederhana, dan elegan. Tak banyak corak tapi nyaman. Pras memilih duduk dekat tungku api, karena memang dirinya sedang kedinginan, bahkan saking dinginnya, tangan Pras menjadi seperti es.


"Jadi, dari mana kamu tau aku disini?" tanya Dira sambil menyodorkan susu hangat yang dia buat.


"Terima kasih," ucap Pras sambil mengambil segelas susu hangat itu.


"Sama-sama, tapi bisakah kamu jawab pertanyaan ku tadi? Darimana kamu tau, aku ada disini?" tanya Dira sekali lagi.


"Saya, melacak taxi yang Anda tumpangi. Dari sana saya melihat anda pergi ke terminal, dan dari sana saya melihat CCTV. Ternyata anda pergi ke Malang, tapi butuh 3 minggu bagi saya menemukan anda. Karena waktu sampai terminal, anda ternyata sudah turun." jelas Pras.


"Emm... Walaupun kamu lempeng tapi, pintar dan cerdas juga kamu. Bisa menemukan aku. Tapi, ingat satu hal! Jangan hubungi kakak, sebelum aku mengizinkan kamu bicara. Jika kamu sampai melanggar, jangan salahkan aku, jika kamu aku cekek." Pras langsung tersentak saat Dira memperagakan gerakan mencekik di leher Pras.


Jantung Pras berdegup sangat kencang, bahkan seperti sedang dangdutan didalam sana. Gugup itu yang Pras rasakan sekarang, bahkan Pras ingin pingsan lagi. Tapi dia mikir keras, malu banget jika pingsan 2x di hadapan wanita yang dia cintai pada pandangan pertama.


"Hey... Kamu kenapa malah bengong? Awas kesambet kamu, dan aku gak mau sampai nanggung beban lagi kaya tadi. Cepat habiskan susunya, nanti cepat balik ke tempatmu. Gak enak juga sama orang-orang, jika kita dalam satu atap." jelas Dira. Sedangkan Pras hanya mengangguk, sebagai jawaban dari perkataan Dira.


"Bocah lucu."


****


Pagi hari di suatu ruangan, terdapat dua sejoli yang sedang berpelukan mesra. Siapa lagi jika bukan Fani dan Arya, setelah puas menodai Fani, Rangga langsung membuang Fani begitu saja.

__ADS_1


Fani menangis sejadi-jadinya, karena nasipnya yang begitu tragis. Setelah menodai langsung pergi begitu saja, dan tanpa pamit. Fani yang merasakan takut, akhirnya menyuruh orang untuk membawa membawa mereka kesebuah hotel terdekat. Dan Fani akan berusaha merekayasa semuanya, karena jujur saja, Fani gak mau sampai kehilangan Arya.


"Aduh!" pekik Arya saat merasakan sakit di tengkuk belakang kepalanya. Kini Arya menggeliat tak pasti karena merasakan sakit yang luar biasa di sana, di belakang kepalanya.


Dengan susah payah Arya membuka paksa matanya, dan melihat sekeliling. Dan bertapa terkejutnya dia, saat melihat Fani tidur di sampingnya tanpa sehelai benang. Terkejut itu yang dirasakan Arya, dengan sangat cepat Arya langsung melepaskan pelukan Fani dan membuat sang empu terbangun.


"Arya, sakit tau!" teriak Fani. Bahkan kini Fani sangat polos dihadapan Arya. Dengan spontan Arya langsung menutup kedua matanya, dan tak mau menatap Fani.


"Pakai bajumu, Astaghfirullah mataku ternodai." teriak Arya sambil menutup mata. Bahkan Arya enggan membuka matanya itu, sebelum Fani memakai baju.


"Kamu kenapa? Bukannya kita sudah melakukan itu, tapi kenapa kamu malu-malu kucing?" jawab Fani dengan tenang, padahal hatinya sangat hancur karena perlakuan Rangga.


"Rangga, aku mengutukmu gak akan pernah menemukan kebahagiaan! Kau sudah membuat aku menjadi wanita murahan, dan berpura-pura jika orang yang ada di hadapan ku ini yang telah menghabiskan malam panjang dengan ku." gunam Fani dalam hati.


"Demi Allah, aku gak pernah lakuin itu. Aku sama sekali tak merasa, jika kita melakukannya. Jika iya pasti aku akan merasakan itu, walaupun mabuk. Yang aku ingat hanya satu, kita di club dan setelah itu ada yang memukul aku dari belakang, setelah itu aku sudah ada di sini. Jadi sangat jelas ini adalah jebakan, aku gak percaya itu!" bentak Arya.


Sedangkan Fani langsung tersenyum kecut, memang sangat sulit membujuk atau membohongi seorang Arya Wiguna apalagi masalah seperti ini, dia pasti akan teliti.


"Jika kamu gak percaya, kamu bisa lihat ini." Fani langsung menunjukkan tanda merah di seluruh tubuhnya, dan menunjukkan seprai dengan bercak merah, padahal itu hanya obat merah saja. Bahkan Fani sudah mempersiapkan dengan matang, dia juga sudah mengoleskan obat merah di area terlarang Arya.


"Ini gak mungkin!" Arya yang syok langsung berlari ke arah kamar mandi dan langsung mengunci kamar mandi dengan rapat. Sedangkan Fani langsung menangis tersedu-sedu, karena meratapi nasipnya yang sangat sial.


"Awas, kamu Rangga!"


.


.

__ADS_1


.


Happy Reading


__ADS_2