Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
Season 1 - 69 Menikmati indahnya Malam


__ADS_3

Malam harinya dua sejoli sedang menikmati keindahan malam di taman belakang, meggelar sebuah karpet seperti berkemah. Arya dan Dira, menikmati sejuknya angin Malam di tengah-tengah taman belakang rumahnya.


Mereka berdua sangat ingin menikmati indahnya Malam, dengan tenang tanpa di ganggu siapapun. Ini juga kesempatan yang bagus, karena kedua orang tua Dira sedang pergi ke acara kondangan.


"Kak, coba lihat bintang di atas. Sangat bersinar terang. Apakah di salah satu bintang itu ada Vano?" tanya Dira sambil menatap langit.


Arya yang tau Dira merindukan Vano pun, langsung memeluk Dira dari belakang. Di taruh dagunya di atas pundak Dira, dan sedikit mencium leher jenjang Dira.


"Apa kamu merindukan, Vano?" Dira pun langsung menganggukkan kepala.


"Aku yakin dia sangat bahagia melihat kita bersatu, dan aku yakin di salah satu bintang yang paling bersinar itu adalah Vano. Vano ingin melihat keharmonisan kita, karena kebahgiaan kita juga kebahagiaan Vano," ucap Arya sambil menenggelamkan mukanya, di ceruk leher Dira.


"Kak, geli tau! Jangan seperti ini," ucap Dira yang kegelian.


"Geli ya, Sayang. Geli nya gimana, geli-geli enak atau geli aja?" goda Arya sambil meremaz gunung kembar Dira.


"Sshh... Kak, jangan begini," ucap Dira sambil mendesis.


Arya pun tersenyum, dan langsung membalikkan tubuh Dira. Di luma*t bibir Dira, hingga Dira melengguh.


"Ciuman di dalam sana, jangan di tempat terbuka begini. Untung hanya aku yang lihat, bagaimana jika anak kecil?" ledek Sintal yang baru saja masuk.


Sebenarnya Sintal baru saja pulang dari Apartemen Fani. Namun saat dia masuk, rumah begitu sepi dan memutuskan mencari penghuni rumah ini. Namun nyatanya Sintal mendapatkan pandangan yang sangat hot, di depan matanya sendiri.


"Ganggu saja, lu curut!" geram Arya. Arya benar-benar sangat kesal dengan kakak iparnya, yang selalu saja jadi pengganggu.


"Kakak dari mana saja? Sudah tiga hari gak pulang, kakak gak kangen sama aku apa?" rengek Dira sambil menghampiri Sintal. Tanpa tunggu lama, Dira langsung memeluk kakanya itu.


Sintal pun langsung membalas pelukan Dira, dan tersenyum lembut. Sintal merasa bahagia karena adiknya yang manja kembali lagi.

__ADS_1


"Fani sakit, dek. Jadi Kakak tidur di sana. Kasihan kan bumil sendirian di Apartemen, dengan keadaan sakit," balas Sintal. Sedangkan Fani merasa malu, pipinya terasa panas karena ingat kejadian tiga hari lalu di mana Sintal begitu ganas melakukan hal itu.


"Kak Fani sakit, apa?" tanya Dira sangat khawatir.


"Aku hanya sedikit pegal-pegal, dan perutku agak kram sedikit," jawab Fani sangat malu.


"Mungkin terlalu kencang, jadi pegal-pegal," celetuk Arya. Arya sangat puas saat mengejek Sintal, karena memang sudah waktunya Sintal di ejek.


"Aduh... Sakit Dira!" pekik Arya sangat terkejut. Bagaimana tidak terkejut, saat Arya sedang menikmati kemenangannya. Tiba-tiba ada cubitan yang mendarat sangat mulus di pinggangnya, sampai rasanya pun masih panas.


"Lagian Kakak ada-ada saja! Kak Fani kan hamil, mana mungkin melakukan hal itu!" balas Dira sangat kesal.


"Kan barang kali, Sayang," balas Arya. Sedangkan yang di jadikan bahan perdebatan, hanya bisa diam dan bungkam. Mereka berdua takut ketahuan, jika pernah melakukan itu sekali.


Bahkan Sintal sekarang sedang pusing memikirkan Dewi. Sintal sangat takut jika Dewi tau apa yang dia lakukan kemarin, dan Sintal juga takut Dewi syok.


"Kak, mending kak Fani di bawa ke kamar saja. Kelihatannya kak Fani belum sembuh, karena muka kak Fani sangat pucat." Sintal hanya mengangguk saja, dan langsung membawa Fani ke dalam kamar. Mereka berdua gak mau mati kutu, di hadapan Arya.


"Ogah!" balas Dira. Setelah itu Dira langsung pergi meninggalkan Arya, yang masih duduk di atas karpet.


"Ayolah, Sayang. Hanya mimik susu saja, gak sampek kebablasan kok," teriak Arya sambil mengikuti Dira dari belakang.


Menggelengkan kepala itu yang Dira lakukan. Dira tak menyangka, akan memiliki suami yang suka meny*usu seperti bayi.


Dasar bayi besar. Apa dulu dia gak di kasih ASI, kok sekarang doyang banget nenenn.


****


Malam harinya semua keluarga Wiguna. Suasana yang sangat sepi, tak ada seseorang pun yang menemani mereka makan malam. Berbanding balik dengan keluarga Bramastya, yang selalu ramai dengan canda tawa Dira.

__ADS_1


"Nasib kita, kok gini amat ya Pa? Kita hanya makan berdua di rumah sebesar ini, padahal dulu kalau tak ada Arya masih ada Vano dan Dira. Tapi sekarang mereka pergi ninggalin Mama sendirian disini," ucap Dinda sambil terisak. Bahkan makanan yang ada di depan matanya, hanya di aduk-aduk tanpa di makan.


"Sabar. Mama kan sudah sepakat, kalau mereka akan tinggal di sini selama dua minggu dan di sana dua minggu. Lagian aku salut sama Dira, karena dia bisa membagi waktu seperti itu dan menurut Papa itu adil," ucap Ryant sambil menenangkan Dinda.


"Kalau kita punya anak lagi, apa masih pantas? Kalau masih pantas, ayok kita buat anak lagi biar banyak anak dan rumah gak sepi," ucpa Dinda sambil memohon. Sedangkan Ryant langsung tertawa mendengar ucapan istrinya itu, mungkin dia masih kuat untuk olahraga malam. Tapi untuk Dinda, masih kuat kah jika untuk hamil kembali.


"Umur Mama sudah lima puluhan. Apa masih kuat kalau hamil lagi? Kalau kuat sih ayok, toh Papa hanya tinggal naik dan Mama yang mengandung," goda Ryant. Seketika Dinda langsung terbelalak, mendengar ucapan Ryant.


"Eh... Enak di Papa dong! Tapi di pikir-pikir jangan deh, karena besok ada Aira. Jadi gak sepi lagi, lebih baik Aira saja yang kita jadikan anak kita, Papa mau kan?" tanya Dinda sangat gembira.


"Boleh saja. Apapun akan Papa turuti biar Mama senang, jangankan minta Aira, minta gunung pun aku berikan. Tapi bukan gunung asli, melainkan silikon yang kenyal itu, terus Papa pasang di sini." Ryant pun langsung mere*mas payu*dara Dinda. Seketika Dinda langsung terbelalak, karena Ryant tau apa kegunaan silikon.


"Bagaimana Papa tau tentang silikon?Jangan-jangan Papa suka main dengan cewek yang pakek silikon ya? Cepat jawab pertanyaan Mam!" Ryant pun langsung menepuk jidatnya. Niatnya untuk menggoda, berakhir bencana.


"Mama salah paham! Papa tau silikon dari internet, bukan karena Papa suka main dengan wanita yang pakek silikon," jelas Ryant yang berusaha menjelaskan semuanya.


"Dari internet? Buat apa Papa lihat begituan?" bentak Dinda yang membuat ryant kaget.


Astaga ... Macan ngamuk, lagian ngapain kamu bangunin macan tidur Ryant Ryant! gumam Ryant dalam hati.


"Papa hanya penasaran saja, Ma. Karena teman-teman bilang bagus di tonton, salahkan Andi, dia yangs sering kirim vidio kucing bertarung." Dan Ryant pun keceplosan. Sungguh ingin sekali Ryant hempas di telan Bumi, saat dirinya ketahuan nonton vidio +


"Papa sungguh jorok! Lihat begituan di HP pula, sana pergi Mama gak mau dekat-dekat dengan orang mesum!" teriak Dinda sambil mendorong tubuh Ryant.


"Salah lagi aku ya Allah."


.


.

__ADS_1


.


Happy Reading


__ADS_2