
Vano berlari masuk kedalam rumah dengan perasaan tak enak, hatinya terasa aneh saat mendengar ucapan teman-temannya jika Lessy pergi begitu saja setelah Vano meninggalkan dirinya, di sekolah.
Vano berusaha menelpon Lessy, tapi sayangnya Lessy tak menjawab panggilannya. Vano semakin panik, saat pesannya di baca tapi sama sekali tak di balas. Bahkan Lessy langsung mematikan ponsel, dan sampai sekarang Ponsel milik Lessy tak aktif.
"Lessy ... lessy ... Lessy ...."
Teriak Vano sangat kencang, namun tak dapat balasan dari Lessy. Sedangkan Arya yang baru saja keluar dari kamar merasa bingung dengan anaknya, karena tak seperti biasanya Vano seperti ini.
"Kamu kenapa, Van? Tadi Daddy lihat Lessy masuk ke dalam kamar, katanya capek hingga dia pulang cepat," ucap Arya agar anaknya itu tak teriak-teriak. Bukannya menjawab ucapan Arya, Vano langsung pergi ke kamar Lessy.
"Dasar anak gak ada aturan, bukannya membalas ucapanku malah langsung pergi begitu saja!" seru Arya sambil mengikuti Vano.
Sesampainya di kamar Lessy, Vano terus mengetuk pintu kamar. Tapi, sayangnya tak ada jawaban. Karena merasa khawatir Vano langsung masuk begitu saja, dan melihat seisi kamar.
"Mana Lessy, Daddy? Kata Daddy, Lessy ada di kamar. Tapi ini kenapa gak ada?" tanya Vano sangat frustasi.
Vano kembali melihat lemari, tapi kosong melompong. Gak ada baju-baju Lessy, yang ada hanya selembar surat di sana.
"Ini surat kah?"
"Sepertinya iya, Daddy."
Tanpa menunggu lama, Vano langsung membuka isi surat itu. Vano membacanya dengan seksama, dan langsung terkejut melihat isi surat itu.
Setelah membaca, Vano langsung terduduk lemas. Lessy telah pergi, dan mengira semua adalah kesalahannya. Lessy bilang dia tak pantas ada di keluarga Vano, hingga dia memutuskan untuk pergi.
"Lessy pergi, Daddy. Lessy, pergi." Vano langsung menangis di pelukan Arya. Vano sangat menyesal telah membentak Lessy tadi, padahal dia tau benar, jika Lessy tak melaporkan Alena.
"Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa Lessy bisa pergi?" tanya Arya mencoba memahami situasi ini.
Vano pun menjelaskan semuanya, dan Arya hanya bisa terdiam. Semua salah anaknya, yang tega menyakiti hati Lessy. Padahal Arya tau, Lessy sangat baik, dan anaknya penurut.
__ADS_1
"Semua sudah terjadi, mau gimana lagi. Lebih baik kita cari Lessy, tapi Daddy bingung. Mommy mu belum tau semua, pasti dia akan marah. Apalagi Lessy sudah menjadi kesayangan, Mommy mu." Arya berusaha menenangkan suasana. Arya juga merasa bersalah di sini, karena dia tak memperhatikan Lessy sejak dia pulang.
Bahkan yang lebih parah, dia tak tau kapan Lessy keluar dari kamar. Padahal dia selalu ada di ruang tamu tadi, dan baru masuk kamar seperempat jam lalu.
"Mommy gak mau tau, cari Lessy atau kamu mommy pecat jadi anak!"
Deg!
****
Tujuh tahun pun berlalu. Aku juga belum menemukan Lessy, aku sebenarnya bingung mau mencari dia kemana lagi. Aku sudah menyusuri seluruh kota, tapi Lessy seperti di telan bumi.
Kini umurku sudah beranjak 26 tahun. Perusahaan juga Daddy serahkan padaku, karena yang bisa di percaya hanya aku. Arleta masih kecil, umurnya masih tiga belas tahun. Belum bisa menangani Perusahaan.
Sedangkan kak Raya, dia sedang menikmati masa-masa kehamilannya. Setelah beberapa tahun menikah akhirnya kak Raya bisa hamil, dan ini adalah cucu kedua keluarga ini.
Sedangkan kak Ardi. Mommy sudah tak mau menganggap kak Ardi sebagai anak, karena suatu kesalahan yang dia lakukan bersama kak Alisya. Terkadang aku merasa aneh, kenapa setiap kehidupan ada saja masalah.
"Van, apakah kamu sudah menemukan Lessy?"
Aku sedikit tersentak saat mendengar suara mommy. Aku gak salah dengar kan? Mommy mau bicara denganku, dan mau menghampiriku. Pasalnya setelah kepergian Lessy, mommy sama sekali tak mau bicara denganku.
"Belum, Mommy. Mommy masih marah sama, Vano?" tanyaku dengan mata berkaca-kaca.
"Belum! Mommy masih marah sama kamu, dan sampai kapanpun marah. Mommy hanya tanya apakah kamu sudah menemukan Lessy, karena kamu belum menemukan Lessy. Maka Mommy akan mogok bicara lagi."
Aku langsung terbelalak mendengar ucapan mommy. Mommy kembali marah, saat aku menjawab belum menemukan Lessy. "Mommy, aku mohon jangan marah lagi. Tujuh tahun mommy diami Vano, Vano gak bisa seperti ini terus Mommy."
Aku langsung memeluk mommy, aku tak perduli mommy memberontak. Aku hanya mau mommy memaafkan aku.
"Mommy gak akan marah lagi, jika kamu menemukan Lessy. Sudahlah, lebih baik kamu lebih fokus cari Lessy. Jika kamu menemukan Lessy, Mama akan memaafkan kamu."
__ADS_1
Setelah berkata, mommy langsung pergi begitu saja. Hatiku sangat sakit melihat mommy seperti ini, padahal sudah tujuh tahun berlalu, tapi mommy masih saja marah.
"Baiklah jika itu mau mommy, aku akan terus mencari Lessy lebih giat lagi." Aku langsung beranjak dari kamar dan kembali mencari Lessy.
***
To : Vano
Van maafkan aku jika aku membuat kamu menderita. Sungguh aku tak ada niat sedikitpun untuk menghancurkan semuanya, aku benar-benar gak tau kenapa Alena bisa di tangkap polisi. Sumpah Demi Allah, aku tak pernah melaporkan Alena.
Setelah aku pikir-pikir, setelah aku datang ke kehidupan kamu. Suasana rumahmu semakin kacau, sebab itu aku putuskan untuk pergi. Aku sudah menarik pekara ini, tapi polisi tetap tak mau menerima. Karena proses hukum harus terus berlanjut.
Aku minta maaf, aku yang salah. Jika bukan karena cinta yang salah ini, kalian tak mungkin berseteru. Aku pamit, jaga diri baik-baik.
I Love You Vano.
.
.
.
Tamat
Dah ya endingnya emang gini, gantung ya? Iya karena akun sambung lagi, tapi gak di sini. Ayo mampir ke kisah Raya juga Mahen, kita melimpir ke sana yuk. Jika tanya gimana Vano, nanti aku masih ketik mengetik ini. 😂
Kisah Raya & Mahen
Napen : Kolom Pena
__ADS_1
Judul : Mendadak Nikah