
Di sisi lain Arya yang sedang asik menunggu pesanannya langsung terkejut, saat seseorang memeluknya dari belakang. Tanpa tunggu lama arya langsung menepis tangan itu karena Arya tau itu bukan tangan istrinya, melainkan tangan orang lain.
"Kenapa kamu berubah, Arya?" tanya Serlin sambil menangis. Arya yang tau itu suara Serlin langsung membalikkan badan, dan menatap tajam.
"Kamu yang membuat aku berubah Serlin! Kamu yang membuat aku membenci kata-kata cinta, bahkan aku sampai harus menjalani hubungan palsu dengan mengatasnamakan cinta dengan Fani. Namun nyatanya aku sama sekali gak bisa mencintai Fani, walaupun kami sudah menjalin hubungan selama dua tahun," jelas Arya dengan melepaskan tangan Serlin yang bersarang di lengan Arya. Setelah Arya menepis tangannya, Serlin kembali meraih tangan Arya namun ditepis lagi oleh Arya.
"Tapi semuanya berbeda saat Vano menyuruhku menikahi istrinya. Saat itu aku menolak dengan keras menikahi Dira, karena aku masih dengan egoku yang berkata aku sangat mencintai Fani, tapi lama-lama seiring waktu berjalan gak sampai seminggu aku merasakan ada getaran aneh saat memandang Dira," ucap Arya sekali lagi.
Arya sengaja menceritakan ini semua, karena Arya ingin memperlihatkan jika nama Serlin telah tiada. Nama Serlin telah musnah, dari hatinya.
"Kau tau serlin? Waktu Dira di sampingku, serasa jantungku mau copot, saat Dira menangis aku selalu sakit, di saat Dira pergi aku merasa ke hilangan. Tapi aku masih tak sadar dengan perasaanku sendiri, walaupun sudah merasakan tanda-tanda itu."
"Hingga puncak semuanya di saat Dira memilih pergi. Aku sangat marah dan merasakan kehilangan yang sangat mendalam, aku terus mencarinya kemana-mana tapi tak kunjung bertemu. Aku seperti orang gila karena seorang Dira Larasati, semua karyawan aku marahi, Bodyguard banyak yang aku pecat, bahkan Seto selalu mendapatkan kemarahanku. Tapi dia tetap setia denganku sih," ucap Arya sambil terkekeh saat mengingat melakukannya beberapa bulan lalu.
"Dari situlah aku sadar, jika aku mencintai Dira. Tapi aku tak berani mengatakannya karena ego ku terlalu besar waktu itu, aku selalu mendekati dia dan tak membiarkan dia pergi lagi. Setiap hari aku pepetin agar dia luluh, bahkan pernah sampai mau kebablasan tapi gak jadi karena selalu saja ada halangan." Hati Serlin bergitu hancur mendengar pengakuan Arya, Serlin melihat wajah Arya yang sangat berbinar saat bercerita.
"Apakah aku sudah tak ada di hatimu?" tanya Serlin memotong cerita Arya. Serlin sudah tak sanggup mendengarkan cerita Arya, yang membuat hati Serlin panas.
"Tidak! Aku sudah mencintai wanita lain, dia adalah istriku Dira Larasati." Setelah itu datanglah Dira dari belakang Serlin. Tanpa permisi Dira melewati Serlin, dan langsung memeluk Arya.
Sebelum Serlin datang sebenarnya Arya sedang melakukan panggilan suara dengan Dira, dan Dira dapat mendengar semua percakapan Arya dengan serlin. Hati Dira sangat bahagia, mendengar penuturan Arya. Hingga dia memutuskan untuk datang, dan langsung memeluk suaminya itu.
__ADS_1
"Kamu lama sekali, Sayang?" ucap Dira dengan sedikit manja.
"Maaf Sayang, tadi ada sedikit kendala. Sebentar lagi selesai kok," balas Arya sambil menciumi pucuk kepala Dira. Hati serlin terasa panas, Serlin tak terima ingin sekali Serlin menjambak rambut wanita yang merebut tunangannya.
"Arya apakah tak ada sedikit cinta, untukku?" tanya Serlin dengan kesal.
"Harus berapa kali aku katakan Serlin! Aku sudah tak mencintaimu, namamu sudah hilang Serlin. Sekarang ada nama lain di hatiku dan aku akan mengingat kan kamu sekali lagi, namamu sudah di gantikan!" jelas Arya dengan nada penekanan.
"Baiklah terima kasih! Semoga kita bisa bertemu di kehidupan lainnya, aku berharap jika aku di lahirkan kembali, aku gak akan pernah melepaskan kamu Arya," ucap Serlin dan bergegas meninggalkan mereka berdua.
Setelah kepergian Serlin, Dira langsung mencubit lengan Arya yang mulai nakal. Bagaimana bisa di tempat umum, Arya menepuk-nepuk pan*tat Dira.
"Aauw, sakit Sayang! Kebiasaan, deh," pekik Arya sambil mengelus bekas cubitan Dira.
"Mas makanannya sudah selesai. Total semuanya empat juta, dan ini makanan berserta notanya," ucap seorang kasir. Sedangkan Dira langsung melotot mendengar kata-kata empat juta, hanya untuk makanan saja.
"Kak! Kamu beli apa saja, sampai habis empat juta?" tanya Dira sangat kaget.
"Beli semua menu," balas Arya santai. Namun berbeda dengan Dira, Dira langsung melongo mendengar perkataan Arya.
"Sepertinya Dira harus memakan semuanya tanpa ada sisa. Jika gak habis, sayang uang empat juta melayang. Tadi kalau buat beli emas dapat empat gram," gerutu Dira sedikit kecewa.
__ADS_1
"Kamu mau perhiasan?" tanya Arya setelah mendengar gerutuan Dira.
Dira pun langsung memandang Arya, dan menggeleng dengan cepat.
"Tidak! Itu hanya perumpamaan, bukan berarti aku mau perhiasan. Sayang aja empat juta buat beli makanan," elak Dira. Namun Arya tetap tak percaya, dan mengira Dira ingin perhiasan.
"Baiklah, kita pulang. Besok aku berikan hadiah." Arya pun langsung membayar semua pesanan, dan menyuruh para pelayan membantu membawa makanan itu.
"Ini uang untuk, kalian." Arya memberikan uang dua ratus ribu untuk mereka berdua, karena Arya gak akan tutup mata jika melihat orang kesusahan.
"Terima kasih, Mas."
.
.
.
Happy Reading
Woe gak jadi hiatus aku 😌😌
__ADS_1
Nulis pelan-pelan saja