
Dira memandang Arya dengan penuh tanda tanya, setelah Baby-twins tidur Dira langsung menghampiri suaminya, tapi Arya selalu melengos seperti anak kecil yang sedang ngambek.
Dira bingung, tapi dia juga gak tau salahnya di mana. Padahal baru saja tadi Arya manja seperti biasanya, tapi tiba-tiba sekarang berada di modem ngambek.
Apa aku berbuat salah? Kenapa kak Arya diam saja, dan tak mau menatapku? Apakah orang sesudah cuci darah seperti ini, suka ngambek gak jelas? gumam Dira dalam hati.
"Kak, kamu kenapa? Kok aku liat, kamu selalu menghindar dari aku? Apakah aku punya salah, sama kamu?" tanya Dira sangat lembut karena takut salah bicara.
"Kamu pikir bagaimana? Apakah aku marah, atau tidak?" tanya Arya dengan tatapan sinis.
Di sinilah Dira mulai kebingungan. Dira gak tau apa salahnya, tapi tiba-tiba Arya marah tanpa sebab. Bahkan Arya main tebak-tebakan, apakah dia marah atau tidak.
"Aku tau dari raut wajah sudah terlihat sangat marah, tapi aku gak tau Kakak marah karena apa?" tanya Dira kebingungan. Setelah itu Dira langsung menaiki ranjang, dan langsung memeluk Arya, mumpung orang tuanya pamit pulang untuk mengambil baju-baju mereka.
"Jangan peluk-peluk aku, sana peluk laki-laki yang duduk sama kamu tadi. Aku tau kamu pasti sudah bosan sama aku, apalagi sekarang aku sakit. Pasti kamu merasa gak puas kan sama aku, yang sakit-sakitan ini?" tanya Arya sangat ketus.
Sedangkan Dira yang terkejut langsung melepaskan pelukannya, dan memandang Arya dengan tatapan tajam. Dira gak terima dengan tuduhan Arya, apalagi Arya bilang Dira gak puas dengan dirinya.
"Apa-apaan sih, Kak? Siapa coba yang gak puas dengan kak Arya dan lagi, jika aku bosan gak mungkin sekarang aku ada di sini menemani kak Arya!" balas Dira sangat kesal. Dira tak menyangka suaminya akan berpikiran seperti itu, dan menganggapnya gampangan.
"Apa buktinya, jika kamu gak bosan dan masih puas dengan aku?" tanya Arya sangat murka. Begitupun juga Dira, Dira merasa Arya meragukan cintanya saat ini.
"Maumu aku seperti apa? Kamu mau aku buktikan seperti apa, dan bagaimana? Coba jelaskan, jangan seperti ini!" bentak Dira kelewat kesal. Sebenarnya Dira gak mau membentak Arya, tapi ucapan Arya sungguh keterlaluan.
"Aku ingin kamu buktikan, jika kamu puas dan gak bosan dengan aku. Aku mau sekarang juga kita bercinta di sini juga, tanpa ada penolakan. Jika kamu menolak, itu sudah membuktikan jika kamu sudah bosan dengan aku!" ucap Arya sangat kencang hingga membuat Dira melongo.
"Kak, tapi ini rumah sakit. Oke aku turuti semuanya, tapi gak di sini. Nunggu kita di rumah, bukan di sini!" Bantah Dira.
__ADS_1
Dira gak mau sampai Arya mengajaknya memadu kasih di sini, apalagi dengan keadaan Arya yang belum sembuh total.
"Aku gak perduli, jika kamu masih terus mengelak. Maka aku yakin seratus persen, kamu sudah bosan sama aku. Kalau gitu lebih baik, aku mati saja dan kamu bisa bebas pilih pasangan yang lebih muda dariku." Seketika Dira langsung terbelalak mendengar ucapan Arya.
Dira gak tau harus bicara apa lagi, dan apa yang membuat suaminya marah, hingga menuduhnya sudah bosan dengannya. Jika Dira bosan, Dira akan mencari orang lain dari kemarin tanpa peduli dengan keadaan Arya.
"Menyebalkan!"
Dengan cepat Dira turun dari ranjang dan menuju pintu. Arya pikir Dira akan keluar, tapi nyatanya Dira malah mengunci pintu tersebut. Untungnya ini kamar VIP, hanya ada mereka di dalam. Setelah memastikan pintu di kunci, Dira langsung menghampiri Arya.
"Kakak mau bukti kan? Baiklah, aku akan buktikan. Tapi jika nanti ada Dokter, atau Suster ingin masuk aku gak mau tanggung jawab!" Tanpa tunggu lama Dira langsung melepaskan seluruh pakaiannya, dan menampilkan tubuh molek nan indahnya.
Arya yang melihat itu semua langsung menelan ludahnya sangat kasar. Bayangkan, selama hampir 8 bulan Arya puasa dan kemarin baru cicip dikit Baby-twins keburu bangun.
Walaupun Dira pernah hamil, tapi tubuhnya masih tetap indah dan tak ada tanda Stretch Mark sedikitpun. Dira selalu menjaga tubuhnya agar tak terlihat kendor, walaupun dia pernah mengandung dua bayi sekaligus.
"Ini semua aku jaga demi kamu, Kak. Aku gak mau kamu lirik perempuan lain, karena badanku kendor. Semua aku lakukan demi kamu, tapi kamu gak percaya sama aku," ucap Dira sambil menikmati sentuhan Arya.
"Maaf, aku telah meragukanmu."
Arya pun langsung menjelajahi bibir Dira. Arya cium dengan lembut bibir istrinya itu, dan melilitkan lidah mereka secara bergantian.
"Aku ingin ini, tapi aku gak bisa mencicipi nya. Aku harus puasa selama 16 bulan lagi, dan setelah itu ini menjadi milikku lagi. Sekarang Nutrisi ku di ambil Baby-twins," ucap Arya sambil mere*mas lembut dua gundukan itu.
"Baby-twins masih membutuhkan Nutrisi, jadi Daddy-Nya harus ngalah. Ini juga demi kebaikan Baby-twins, toh hanya 16 bulan bukan tahun," balas Dira sambil mencengkram lengan Arya. Karena di saat itu Arya memainkan biji kacang kedelai, yang berada di hutan rimbah.
Setelah itu Arya membuka separuh celananya, karena memang dia sudah tak tahan. (yang nulis gak tahan, jika terlalu menghayati😆)
__ADS_1
Dengan cekatan Dira sedikit menaikan bokongnya agar Arya bisa memosisikan lele berurat nya, ke dalam lobang buaya. Perlahan-lahan Dira menekan pinggulnya, agar Lele Arya masuk sempurna.
Ada rasa sedikit nyeri, mungkin efek tak pernah di masukin lagi selama selesai melahirkan. Jadi sakit, dan menjadi sempit kembali.
Arya yang merasa Lele-Nya di rema*s-re*mas langsung memeluk Dira sangat kuat, bahkan Arya bisa merasakan lubang buaya Dira berkedut-kedut memijat Lele berurat nya di dalam sana.
Dira menaik-turunkan pinggulnya itu, dengan sangat perlahan. Dira gak mau keras-keras karena banyak faktor, dan sebabnya. Antara lain, takut ranjang jebol, dua takut Baby-twins bangun, tiga takut infus Arya lepas.
"Kak, kamu gila ngajak aku bercinta di rumah sakit. Padahal kamu sendiri masih di pasang infun, masih saja mesum!" seru Dira sambil melenggak-lenggok kan badannya dengan sangat indah.
"Tangan yang di infus sebelah kiri, yang kanan masih bisa aktif Sayang. Lagian anggap saja kita bulan madu ke dua di rumah sakit, dan sesekali kita ganti variasi. Jarang-jarang kita bisa Honeymoon di rumah sakit, bahkan rasanya lebih nikmat. Karena kita sedikit was-was," balas Arya sambil terkekeh.
Setelah itu Dira merasakan akan mendapatkan sesuatu yang dia inginkan, dengan gerakan cepat Dira memompa tubuhnya. Hingga mereka berdua sama-sama menyemburkan, benih-benih kecebong.
"Dira!" pekik Arya saat merasakan sesuatu yang dasyat keluar berhitung lancar tanpa halangan. Sedangkan tubuh Dira, langsung bergetar hebat sambil menikmati sisa-sisa kenikmatan yang tiada tara itu.
...My Spoiled Family...
...By. Nunuk Pujiati...
.......
.......
.......
Makkk anakmu gila makk 😟
__ADS_1
Sapa yang pengen omesnya Arya muncul, kan jadi gini deh 🤣