Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
S2 - Beast Brother's : Toilet


__ADS_3

Langkah kaki yang sangat anggun, serta gagah menjadi daya tarik mahasiswa-mahasiswa yang sedang berkeliaran di kampus PERMATA. Bahkan dari mereka ada yang sangat kagum, walaupun sudah tua tapi masih menarik.


"Eh, itu siapa? Mereka pasangan sangat serasi, loh," bisik salah satu mahasiswa A.


"Aku gak tau, tapi sumpah dia cakep banget beb. Mau dong jadi sugar daddy-nya," celetuk mahasiswa B lainnya.


"Ehh, ngawur kamu. Apa kamu mau di makan orang sebelahnya? Di bandingkan sama kamu, istrinya lebih cantik bahkan terawat."


Begitulah desas-desus para mahasiswa, yang membuat Dira kesal. Ingin Dira mencakar wanita, yang bilang ingin menjadi Sugar daddy-nya Arya. Tapi, sebelum Dira ngambek Arya langsung meraih pinggang Dira sangat posesif.


"Kak, sepertinya besok kalau kesini pakai kaos oblong dan celana pendek saja. Aku gak mau, suamiku di jadikan bahan fantasi liar mereka!" seru Dira sangat kesal.


Sedangkan Arya langsung tersenyum geli. Mereka tak lagi muda, tapi sikap cemburu Dira masih saja full body. Apalagi jika dia mendengar terang-terangan, jika ada yang suka dirinya.


"Biarkan mereka berkata apa, yang penting cintaku ini gak pernah berkurang Sayang." Arya berusaha meyakinkan Dira.


"Tap ...."

__ADS_1


"Ayok ke toilet, yuk?" ajak Arya yang membuat Dira bingung.


"Kenapa ke toilet? Kita mau menemui Raya, dan menghukum Ardi karena sudah menjahili adiknya," ucap Dira sangat kebingungan.


Namun tak lama setelah itu, Arya mendekatkan bibirnya dan membisikkan sesuatu yang membuat Dira tersipu.


"Kita buat dedek bayi di toilet."


Blushing ....


Pipi Dira langsung merona, saat Arya berkata buat dedek bayi. "Kak, kamu waras?" tanya Dira menatap malu.


"Kak, buat dedek bayi lagi itu gak mungkin. Empat anak sudah bikin gendang telinga pecah, dan sekarang mau nambah lagi? Satu lagi, aku sudah gak kuat buat mengejan. Kalau mau, Kakak saja yang mengandung sekaligus melahirkan," balas Dira sangat serius.


Dira sangat kesal dengan emas batangan Arya. Sekali tancep selalu jadi, tanpa tunggu lama ataupun menunggu bulan berikutnya Dira langsung hamil. Memang bibit kecebong Arya gak di ragukan lagi, karena kualitas produksinya sangat bagus.


"Canda, Sayang. Lagian ini di kampus gak enak, gak ada kasurnya. Kalau di rumah, kita bisa pakai gaya apapun. Tapi, kalau di sini hanya bisa gaya berdiri, dan aku gak mau kamu kecapean," ucap Arya tersenyum jahil.

__ADS_1


"Ih, dasar mecum. Kamu makin tua, makin menggila!" seru Dira sambil meninggalkan Arya. Dira yakin, jika ia gak segera pergi makan suaminya akan semakin Absurd kebangetan.


"Tapi, aku hanya menggila sama kamu saja Dira." Arya berteriak sambil mengimbangi jalanya Dira.


Setelah itu mereka terus mencari keberadaan Raya. Mereka sempat menghubungi Raya, jika dia ada di kantin karena di hukum oleh dosennya gak boleh ikut pelajaran.


Saat sampai di kantin. Raya langsung berlari memeluk Arya, di dalam pelukan Raya terus menangis karena dia gak bisa mengikuti kelas. Hanya gara-gara gak bisa membeli barang yang sangat dia butuhkan, tugas yang harusnya selesai jadi terkendali.


"Mana Ardi?" tanya Arya sangat geram.


"Mungkin di kelasnya, ini sudah waktunya masuk. Tapi Raya gak boleh ikut, dan Raya kena Skorsing selama satu minggu. Ini semua salah Kakak!" Raya terus-menerus menangis. Raya gak terima, karena keusilan sang kakak membuat dia harus menerima akibatnya.


Setelah itu Arya meminta Raya untuk mengantarkan dirinya ke dosennya. Arya akan memohon, agar anaknya di berikan kesempatan ke dua dan membiarkan Raya terus melanjutkan belajarnya.


.


.

__ADS_1


.


Happy Reading


__ADS_2