Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
Season 1 - 80 Ftv kesukaan


__ADS_3

Yang kemarin melihat pengumuman di baca lagi ya, karena sudah aku ubah episode. Jadi di saranin baca episode sebelumnya, biar gak bingung.


***


"Sayang kamu gak lagi kerasukan arwa seseorang kan? Beneran deh aku baru liat kamu bisa makan sebanyak ini, bahkan semua menu, Sayang kamu habiskan semua," tanya Arya yang terkejut.


Dira sungguh-sungguh menghabiskan semua makanan yang Arya beli, bahkan Arya hanya di sisain cuma udang asam manis saja dan nasi putih satu cup. Entah ini Dira, atau manusia jadi-jadian.


"Entahlah Kak, tiba-tiba aku sangat lapar," balas Dira. Setelah itu Dira melirik piring Arya dan, kembali bersuara. "Emm... Kak itu boleh buat Dira gak? Tapi kalau gak boleh juga gak apa-apa kok," ucap Dira dengan cengengesan. Sedangkan Arya hanya geleng-geleng Kepala melihat tingka Dira, tapi Arya tetap memberikan jatahnya pada Dira.


"Makanlah jika masih lapar, aku liat kamu makan saja sudah kenyang kok dan jangan buru-buru makannya gak akan ada yang ngambil," balas Arya sambil mengelus kepala Dira.


"Makasih suamiku yang paling tampan," ucap Dira sangat semangat.


"Sama-sama istriku, yang Cantik." Arya pun kembali melihat Dira yang begitu lahap memakan semua makanan yang dia beli. Hati Arya merasa sangat bahagia saat melihat Dira bahagia, apalagi melihat Dira yang rakus.


"Kak kapan kita pulang?" tanya Dira di sela-sela makannya.


"Sekitar sebulan lagi," jawab Arya dengan nada datar. Sedangkan Dira langsung tersedak mendengar ucapan Arya.


Uhukk! Uhuk! Uhukk!


"Pelan-pelan, Dira!" ucap Arya sedikit geram.


"Aku sudah pelan Kak! Yang bikin aku tersedak itu kamu, bisa-bisanya kamu bilang kita pulang sebulan lagi. Kamu janji dua minggu dan ini sudah dua minggu lebih tau, aku itu kangen mama Dinda,mama Dewi,kak Sintal, papa Angga, papa Ryant!" balas Dira bersungut-sungut. Bahkan Dira melupakan makanannya, karena sangat kesal dengan Arya.


"Kakak juga pengen pulang Sayang. Tapi papa gak izinkan kita pulang, sebelum kita membawakan cucu buat mereka dan yang memperpanjang masa liburan kita itu papa bukan aku." Bohong Arya.


"Dira gak percaya!" Dira pun langsung beranjak dari duduknya dan menuju kamar mandi untuk mencuci tangan. Sedangkan Arya hanya menghela nafas panjang, melihat istrinya yang mulai ngambek.


Sebenarnya kakak masih ingin berlama-lama dengan kamu Dira. Kalau kita pulang nanti pasti akan di ganggu orang tua kita, sedangkan aku masih ingin bermesra-mesraan sama kamu,




Malam harinya pukul 23:45 Dira masih saja setia membungkam mulut, dan engga membuka suara. Bahkan sedaritadi Dira hanya menonton TV, sambil memakan popcorn yang dia pesan.



"Ihh... Demen banget sih nonton azab kubur, Sayang?" tanya Arya sambil mengelus kepala Dira.



"Udah deh! Jangan mulai, ini lagi seru-serunya. Suka gedek kalau lagi asik nonton di ganggu sama kamu!" gerutu Dira sambil menyingkirkan tangan Arya.



"Baiklah kalau gitu aku juga akan nonton, kalau boleh tau sekarang judulnya apa? Keliatannya kok seru?" tanya Arya sambil tiduran di paha Dira.



"Judulnya Azab Suami Yang Berbohong, Mati Kecebur Kolam Lele!" ucap Dira dengan kesal. Dira sengaja menyindir suaminya agar sadar, padahal judul sebenarnya adalah Suamiku Sayang, Suami Orang.



"Jadi santapan Lele dong?" Jawab Arya


__ADS_1


"Gak apa-apa, biar Lele nya gemuk-gemuk. Dira suka makan Lele yang gemuk, apa lagi di sambel nikmat," balas Dira sambil membayangkan Lele penyet.



"Kalau Lele aku, suka gak?" Dira pun langsung menoleh bingung ke arah Arya. Bukannya apa, selama menikah Arya tak pernah memberi dia makan Lele penyet.



"Memang kakak punya lele?" Arya pun mengangguk sambil memandang Dira, dari bawah.



"Mana? Aku kok gak pernah tau kalau kakak punya kolam Lele? Kakak bohong ya sama Dira, kakak gak jujur punya kolam Lele. Apa takut Lelenya aku makan?" tanya Dira. Sedangkan Arya langsung tertawa mendengar pertanyaan Dira.



"Kamu lucu banget, sih! Sebenarya kamu sudah memakan Lele itu setiap hari, bahkan kamu sangat lahap jika memakan Leleku. Jika aku sodokkan, kamu langsung menjerit. Ahhh... Kak, lebih cepat. " Dira pun semakin di buat bingung.



"Eh, Bambang! Kamu gak pernah kasih aku Lele ya, apalagi sampai berkata seperti itu. Kamu seringnya kasih aku makan ayam terus sampai bosen aku," jawab Dira sangat kesal.



Arya pun tertawa terbahak-bahak, hingga dia memutuskan mengambil tangan Dira dan meletakkan tangan itu di atas Lele berurat nya.



"Lele ini loh, Sayang," ucap Arya sambil menggerakkan tangan Dira agar masuk kedalam boxer Arya. Sontak Dira terkejut, dan langsung menarik tangannya.



"Arya kamu, gila!"




\*\*\*


Pagi hari Dira bangun dengan cepat. Dira merasakan sangat pusing dari semalam, entah pusing karena Arya memaksanya terus melakukan itu atau entah ada yang lain. Tapi yang jelas Dira merasakan sakit di kepala, hingga membuat Dira tak bisa tidur.



Sedangkan si mesum Arya dia enak-enakkan molor tanpa dosa, padahal semalam dia telah membuat dira pingsan karena kelelahan.



"Untung aku sangat mencintaimu, Kak. Kalau enggak udah kabur dari dulu aku, gak nyangka saja ternyata suamiku doyan apem!" gerutu Dira sambil menyandarkan diri di kepala ranjang.



"Menikah baru tiga minggu, tapi aku belum merasakan yang namanya di kasih rehat sehari. Paling di kasih rehat satu jam saja, ya Allah nasipku gini amat ya?" ucap Dira sambil mengerucutkan bibirnya hingga monyong.



Cup!


__ADS_1


"Jangan di gituin bibirnya, kalau di gituin nanti kakak makan lagi loh. Tapi kalau mau lagi ayo, kakak sudah siap," ucap Arya tiba-tiba dan tak lupa dengan senyuman mesum milik Arya.



"Kak aku capek. Kepalaku juga sakit, masa gak ada libur dulu sehari gitu?" tanya Dira dengan muka pusat.



"Enggak ada! Kakak selalu semangat jika melakukannya, rasanya energi kakak langsung terkumpul," balas Arya cengengesan. Katakanlah Arya egois, nanti hujat dia ya hehe.



"Itu maumu, Kak! Coba kalau kakak jadi aku, dan rasain gimana rasanya di gen\*jot terus tapi gak di kasih istirahat?" balas Dira sangat kesal. Bahkan Dira langsung menimpuk Arya dengan bantal, empuk dari hotel.



Mereka pun langsung tertawa Bersama-sama, walaupun Dira merasa kesal, tapi dia juga tak bisa menahan pesona Arya Wiguna. Dan tak lama setelah itu, terdengar bunyi ponsel Arya. Dengan cepat Arya melihat siapa yang menelpon, dan langsung mengangkat panggilan tersebut.



"Iya, Ma ada apa?" ucap Arya saat mengangkat panggilan Dinda.



"Dasar anak kurang ajar! Kamu Honeymoon apa minggat? Ini sudah dua minggu lebih Arya, dan kamu belum pulang juga! Niat banget kamu bikin Mama kangen dengan Dira, Mama gak mau tau kamu harus kembali malam ini juga, jika tidak! Jangan salahkan Mama jika namamu Mama coret dari kartu keluarga, dan Mama akan lapor polisi tentang penculikan!" teriak Dinda di sebrang sana.



"Udah bicaranya, Ma?" tanya Arya. Namun belum selesai Arya bicara, Tiba-tiba ponsel Arya di tarik Dira.



"Sayang..." Arya tak melanjutkan ucapannya, karena Dira sudah melotot terlebih dahulu.



"Mama Dira kangen, bawa Dira pulang Ma. Dira udah gak betah jauh dari Mama, kak Arya sama sekali gak izinin Dira istirahat, Dira di suruh bekerja terus-terusan." Aduh Dira pada Dinda. Sungguh Arya menyesal mengangkat panggilan dari Dinda, karena aduan Dira. Sebentar lagi dia akan kena amukan, Dinda.



"Kurang ajar anak itu! Mama akan jemput kamu sekarang, kamu tunggu mama ya?" balas Dinda menggebu-gebu.



"Dira tunggu Mama, di sini ya?" Dinda pun langsung mematikan panggilan


nya dan Dira tersenyum menang.



"Sayang kamu kok suruh Mama kesini sih? Kita kan lagi Honeymoon, masa ngajak Mama gak seru tau gak!" gerutu Arya yang tak terima.



"Ingat kita bukan Honeymoon, Sayang. Kita hanya main Lele saja selama tiga mingguan ini, bahkan waktu jalan-jalan hanya sedikit saja. Eh bukan sedikit cuma dua kali, itu pun hanya dua jam doang. Selebihnya kita di ranjang terus," ucap Dira yang tak terima.



"Lihatlah jika mama kesini, pasti aku gak akan boleh dekat-dekat kamu lagi. Pasti mama akan gagalkan acara kita! M" Arya pun ngambek karena keputusan Dira yang sepihak. Sedangkan Dira langsung tertawa melihat expresi Arya, seperti itu.

__ADS_1



"Rasain kamu, Arya!"


__ADS_2