Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
S2 - Crazy up 4


__ADS_3

Plakkk!


Seketika semua orang pun terdiam. Seto yang merasa gak terima anaknya di buat seperti ini, reflek menampar Lessy. Sedangkan Alena langsung terbatuk-batuk, sambil mengambil napas panjang.


Seto merasa sedikit bersalah, tapi dia juga gak mau melihat anaknya terluka. Karena ingin melindungi anaknya, Seto rela menyakiti gadis lugu yang baru saja kehilangan orang tuanya.


"Seto! Kamu gak seharusnya seperti ini, kamu jangan kasar dengan wanita!" Protes Arya sambil memeluk Lessy.


Sedangkan Lessy kembali menangis. Dia merasa bersalah, karena gelap mata hampir saja membunuh orang. Lessy bahkan langsung memeluk erat, Arya karena semakin takut.


"Lessy takut, dada Lessy sakit." Lessy berkata sangat lirih.


Arya, Dira dan Vano langsung panik saat tubuh Lessy kembali lemas. Lessy kesulitan bernapas, bahkan mengeluh nyeri di dadanya.


"Nak, coba kamu tarik napas. Setelah itu kamu buang, ayo kamu bisa, kamu harus kuat, ayo Nak, yang semangat kamu bisa." Dira berusaha membuat Lessy tenang.


Tapi, tubuh Lessy langsung tumbang. Lessy menangis, dan kesulitan bernapas. Lessy menjerit, sambil memegang dadanya.


"Sa-sakit, ta-tante. Hiks ... sakit," ucap Lessy dengan mulut terengah-engah.


"Les, lihat aku. Kamu harus kuat, kamu gak sendiri ada aku, Mommy, Daddy, dan lainnya. Kamu gak sendiri, ayo tarik napasmu." Vano juga ikut memberikan semangat.


Lessy berusaha mengambil napas, tapi rasanya sangat berat, hingga dia menggenggam tangan Vano sangat erat. Vano yang tau Lessy butuh dukungan, langsung menggenggam tangan Lessy kembali.


"I-ibu"


Lessy kembali menjerit, memanggil ibunya. Lessy sangat terpukul dengan kepergian Handoko, dan Lusi.


"Ibu-ayahmu sudah tenang di sana, Lessy. Kamu gak boleh gini, ayo semangat."


Semua orang tak bisa menahan tangis saat melihat kondisi Lessy. Dia terus menjerit memanggil nama ibu-ayahnya, dalam kesulitan bernapas Lessy terus mencengkeram tangan Vano juga Dira. Apalagi Dira, dia seharian di bikin nangis melihat nasip Lessy.


"Kita bawa ke rumah sakit saja, ini dia kesulitan napas. Ayo siapakan mobil, dan aku akan menggendong Lessy."

__ADS_1


Vano akhirnya langsung melepaskan genggaman tangan Lessy. Dia langsung menuju bagasi, untuk memanggil pak supir untuk mengeluarkan mobil.


Setelah itu Arya langsung menggendong tubuh Lessy, dan membawanya ke rumah sakit.


Semua orang ikut kerumah sakit kecuali Seto juga Alena. Seto masih merenungi apa yang baru saja dia lakukan, bahkan membuat Lessy sulit bernapas.


Alena yang tau papanya sedih, hanya bisa diam sambil menangis. Alena sangat takut, jika Seto tau apa yang di lakukan dirinya.


Kring ... Kring ... Kring ....


Terdengar bunyi ponsel Alena. Dengan cepat Alena melihat siapa yang menghubungi dirinya, dan betapa terkejut nya dia. Saat Lorena lah yang menghubungi dirinya.


"Aduh, Nenek jangan hubungi Alena sekarang. Alena masih belum berani angkat panggilan nenek, karena Lessy sudah tau siapakah dalang kematian orang tuanya." gerutunya sambil mematikan ponselnya.


Tapi, tak lama setelah itu. Lorena kembali menghubungi Alena, dan itu membuat Seto curiga.


"Dari siapa, Len?"


Seketika ponsel Alena langsung jatuh. Alena sangat gugup, hingga dia sangat terkejut saat mendengar suara Seto.


Alena gak menjawab, Alena terlalu takut. Seto mulai curiga dengan kejadian-kejadian ini, Seto semakin yakin ada yang di sembunyikan anaknya itu.


"Baiklah, jika kamu gak mau bicara. Maka, Papa yang akan mencari jawaban!" Tanpa tunggu lama, Seto langsung merampas ponsel Alena. Alena hanya bisa menangis, dan terus menangis.


"Mama?"


Seto pun langsung mengangkat panggilan itu, dan mendengarkan apa yang Lorena bicarakan.


"Lena, maafkan nenek. Sepertinya nenek gak bisa membatalkan rencana itu, orang suruhan nenek sudah melakukan tugasnya. Mungkin saja saat ini kedua orang tua Lessy sudah meninggal, karena orang suruhan nenek melihat langsung mobil mereka masuk jurang."


Duarrr!


Bagai di sambar petir di siang bolong, itu yang di rasakan Seto saat ini. Seto merasa dunianya langsung hancur, saat mengetahui fakta, di balik kematian orang tua Lessy ada campur tangan Lorena juga Alena.

__ADS_1


Seto yang terlanjur kecewa, sedih, terkejut, langsung menjatuhkan ponsel milik Alena. Seto gak bisa berkata-kata lagi, dia sangat hancur, kecewa karena gagal mendidik anaknya ini.


"P-Pa, maafkan Le—"


"Papa gak percaya kamu lakukan ini, Alena! Papa gak pernah mengiranya, sungguh Papa sangat kecewa. Kenapa kamu seperti ini Lena!"


Brakkkk! Brakkk! Brakkk!


Alena sangat terkejut saat Seto memukuli meja yang ada di depannya, tangan Seto juga langsung berdarah-darah. Alena takut, dia sangat takut dengan kemurkaan Alena.


"Maafkan aku, Pa. Sungguh Lena gak maksud seperti ini, nenek yang tiba-tiba membuat rencana seperti itu. Alena hanya mau Lessy takut, saja tak lebih," ucap Alena.


"Itu tetap salah, Nak! Menyakiti seseorang dengan maksud gak jelas, itu sangat salah. Walaupun salah, dengan cara seperti ini salah Lena! Papa sungguh kecewa sama kamu, Papa gagal mendidik kamu Nak. Lebih baik kamu bunuh Papa saja, Nak. Bunuh Papa! Daripada Papa melihat kamu seperti ini, Papa gak mau Nak!" Seto berkata sambil menangis.


Seto hancur sangat hancur, saat tau anaknya menjadi seperti ini. Alena nya yang sangat polos, dan lugu, kini berubah drastis gara-gara hasutan Lorena.


"Papa, jangan gitu. Lena ngaku salah, tapi Papa jangan bilang seperti ini. Lena sayang Papa." Alena langsung mendekati Seto, dan memeluknya. Tapi, Seto terlanjur kecewa hingga dia langsung mendorong tubuh Alena.


"Papa kecewa, mulai dari sekarang ikut nenekmu saja. Papa gak mau punya anak seperti kamu, mulai saat ini, mulai detik ini, kamu bukan bagian dari keluargaku. Pergi ke nenekmu, dan jika Lessy merasa gak terima, hingga melapor ke polisi. Papa gak mau ikut campur, karena Papa mau kamu sadar, jika kesalahanmu sangat besar."


Seto langsung berdiri dan meninggalkan Alena. Seto ingin menjenguk Lessy, karena dia sangat merasa bersalah.


Sedangkan Alena terus menangis di dalam rumah, Alena menyesal telah mengikuti ucapan neneknya. Karena kesalahan ini, dia sampai di buang oleh papanya sendiri.


"Papa, maafkan Alen. Maafkan Alena, Papa!" Teriak Alena sambil memandang kepergian Seto.


Alena merasa di tinggalkan sekarang. Bahkan orang tua nya sendiri, sampai membuangnya karena kesalahan yang tidak dia perbuatan.


"Hiks... Hiks... Hiks..."


.


.

__ADS_1


.


happy Reading


__ADS_2