Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
Season 1 - 90 Sean gak peka


__ADS_3

"Pah! Lihatlah anakmu itu. Kita yang khawatir dari kemarin, dan bela-belain datang ke sini membawakan makan. Ujung-ujungnya saat kita sampai, dia sama sekali gak perduli dengan kita. Dia malah seperti anak kecil yang kehilangan permennya, dan harus dia ambil lagi sampai dapat!" gerutu Dinda sambil menghentak-hentakan kakinya.


"Sabar, Ma. Maklum mereka pengantin baru, dan Arya juga baru menemukan cinta sejatinya, setelah sekian lama terpuruk. Jadi biarkan Arya seperti itu, nanti kalau dia punya anak dia akan berubah," jelas Ryant sambil memeluk tubuh istrinya. Sedangkan Dinda membalas pelukan suaminya, dan membuat Angga merasakan iri pada mereka.


Angga yang merasakan kesepian langsung memandang Sean, dengan senyuman devil. Sedangkan yang di pandang merasa bingung, dan bertanya-tanya dalam hatinya sendiri.


Dih, om Angga ini kenapa? Tatapannya mengerikan, seperti ada niat terselubung gitu? gumam Sean dalam hati.


"Sean, peluk Om dong!"


Duaaarr! Ternyata benar, batin Sean tepat sasaran. Bahkan kini Sean merasa sangat geli mendengar perkataan Angga, Sean tak habis pikir jika Angga punya keterbiasaan iri saat melihat orang berpelukan.


"Ogah, Om! Bisa jatuh harga diri Sean sebagai pengacara, jika meluk Om. Sudah jomblo, belum punya pacar, terus sekarang Om mau peluk Sean. Bisa jatuh berkali-kali lipat, martabak Sean!" Jelas Sean sampai salah ucap.


"Kok martabak?" tanya Angga sambil tertawa. Sedangkan Sean langsung mendengus sebal, melihat Angga.


"Terserah Sean, mulut-mulut Sean. Keseleo sedikit wajar, penulis saja suka typo. Kok Sean tak boleh salah ucap," balas Sean sangat kesal.


"Ya sudah terserah kamu, sekarang peluk Om. Om pengen peluk kamu." Sean pun langsung menghindar saat Angga akan memeluknya, bahkan Sean sampai terjungkal.


"Isshh! Kamu itu sekali-kali menyenangkan hati Om napa, Om itu merasa kesepian tau gak. Bayangkan tadi Om di cuekin Tia dan Arya, sekarang bu Besan dan pak Besan. Tau gini aku bawa tantemu saja tadi," omel Angga sangat kesal. Angga ingin di peluk, tapi Sean tak mau mengerti keadaan.

__ADS_1


"Jangan lebay. Ayo kita pulang, masalah sudah clear dan aku bisa leha-leha lagi di kamar sambil nonton pertandingan sepak bola. Nanti jika ada orderan baru aku pasti tampil ke publik lagi," balas Sean dengan bangga. Seperti itulah hidupnya, jika gak ada klien dia akan tidur sambil nonton pertandingan sepak bola.


"Jelas JONES! Hidupmu penuh dengan dunia perebahan, coba deh sekali-kali kamu itu cari cewek. Ingat kamu semakin tua jadi cepat cari istri, sebelum burungmu itu loyo, gak bisa berdiri karena jarang di celup." Angga pun langsung tertawa mendengar ucapannya sendiri. Angga sangat suka meledek ponakannya ini dengan sebutan JONES, karena sampai sekarang dia belum juga memiliki kekasih.


"Sean masih muda kali, Om. Sean ini masih umur 29 tahun, belum tua-tua amat. Itu kak Buntal umurnya udah 35 hampir 36 kenapa belum nikah nikah? Lebih baik Om suruh kakak nikah dulu, baru deh urusin Sean. Karena dari segi umur masih tuaan kak Buntal," jelas Sean sambil menepuk-nepuk pundak Angga.


"Eh... Asal kamu tau. Sintal itu sudah punya calon istri, bahkan calonnya sedang hamil delapan bulan. Tinggal sebulan lagi Om menimang cucu pertama, masa kamu kalah dengan Sintal? Belum nikah aja sudah memberikan cucu, lah kamu?" ejek Angga. Sedangkan Sean langsung terkejut mendengar ucapan Angga, Sean benar-benar tak percaya dengan semua ini.


Sial! Jadi yang JONES benar-benar aku dong, ihh lagian kak Buntal ngapain punya pacar dulu sih. Harusnya dia nunggu aku, baru dia nikah. Agar aku tak menyandang gelar JONES, dalam keluarga ini. gumam Sean sekali lagi.


"Seriusan Om, kak Sintal suka perempuan? Bukannya dia sama sekali tak suka berkomitmen, dia selalu bilang tak suka wanita karena merepotkan?" tanya Sean yang masih tak percaya.


Sean yang melihat semua itu hanya bisa menangis dalam diam, karena memang benar dia Raja JONES di dalam keluarga besar.


Astaghfirullah ... Ternyata benar, kata Om. Si Buntal udah punya pasangan, dan lagi hamil pula. Ya Allah kapan kau berikan bidadari kepadaku? Ini foto pakek ciuman segala, kan jiwa jomblo ku meronta-ronta. gerutu Sean dalam hati.


"Sudah jangan di lihatin mulu. Nanti timbilan kamu, ayo cepat kita pulang," ucap Angga sambil menarik kembali ponselnya.


"Om, kapan aku bisa kayak kak Buntal?" Tanpa sadar Sean mengucapkan isi hatinya. Sedangkan Angga yang mendengar perkataan Sean langsung terdiam.


"Kamu terlalu buta untuk menyadari satu hal Sean. Tanpa kamu cari sebenarnya ada seseorang yang telah mencintai kamu, tapi kamu tak pernah menyadari semua itu," balas Angga yang merasa kesal, karena Sean sama sekali tak menyadari cinta yang begitu besar untuknya. Sean sangat bodoh untuk menyadari sesuatu hal, padahal cinta yang dia cari ada di sampingnya selalu.

__ADS_1


"Siapa itu, om?" tanya Sean yang kebingungan.


"Coba kamu renungkan Sean. Siapa yang selalu dekat denganmu, memberikan perhatian lebih entah itu dalam bentuk makanan atau ucapan. Dia selalu ada di sampingmu, tapi kamu benar-benar gak bisa melihatnya, sepertinya mata kamu perlu di periksakan!" Sean kembali berfikir namun tak menemukan jawaban apapun.


Yang di maksud Om ini siapa sih, sebenarnya? Yang dekat dengan aku, ya hanya Laura, tapi masa iya Laura suka sama aku. Dia kan masih umur 16 tahun dan juga masih sekolah, gerutu Sean dalam hati. setelah itu Angga langsung berpamitan pulang, agar dia bisa memeluk Dewi sepuasnya.


"Om pulang dulu. Kalau kamu mau cepat dapat jodoh ya kamu harus peka, kalau kamu gak peka-peka, ya alamat bakalan JONES mulu kamu," ucap Angga sebelum pergi meninggalkan Sean sendiri.


"Iya Om, hati-hati di jalan," seru Sean yang masih sedikit bingung. Setelah itu Sean langsung berjalan ke arah parkiran, dan memutuskan untuk meninggalkan kantor polisi dengan cepat. Karena dia ingin bertemu dengan, Laura.


"Apa benar, Laura yang mencintai aku? Jika iya, aku harus menghentikan ini semua. Aku gak mau Laura tersakiti karena aku, yang tak bisa membalas cintanya."


.


.


.


Happy Reading


......By. Nunuk Pujiati......

__ADS_1


__ADS_2