Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
S2 - My Spoiled Family : Datangnya Sekar


__ADS_3

Semua orang pun langsung terdiam membisu. Ryant juga tak bisa bicara juga, karena dia sudah tau kalau Seto ada main dengan Lisma.


Sedangkan Lisma hanya menatap bingung. Dalam benaknya ingin sekali bertanya, tapi mulutnya terasa sangat keluh.


"Kamu salah besar, Arya. Seto sama sekali tak memperdulikan kami, dia hanya sibuk dengan selingkuhannya. Bahkan Seto juga sudah mengajukan perpisahan, satu bulan lalu." Semua orang pun langsung menoleh ke arah Sekar.


Entah sejak kapan Sekar datang, tapi yang pasti Sekar sudah ada di dalam rumah Dinda. Sekar ingin melihat wanita yang sangat di cintai suaminya itu, dan sehebat apa dia hingga membuat Seto tergila-gila.


"Ha?" Arya pun sangat terkejut. Arya masih bingung dengan semuanya, banyak yang terlewat saat dia koma.


"Sekar, lebih baik kita selesaikan di rumah. Apa kamu gak kasihan dengan Nadia, jadi jangan buat keributan di sini." Seto pun berdiri dan menggiring Sekar.


"Kenapa? Kamu takut selingkuhanmu tau jika kamu sudah beristri, atau kamu takut di tinggal olehnya?" tanya Sekar sangat sinis.


"Diam, aku bilang kita bicarakan di rumah!" bisik Seto sangat geram.


"Mas ...."


Seketika mata Seto langsung terpejam. Seto yakin, sebentar lagi akan ada perang Dunia ke 2 antara Lisma dan Sekar.


"Oh, jadi kamu yang namanya Lisma?" Dengan sangat kesal Sekar langsung melepaskan tangan Seto dan memberikan Nadia pada Seto.


"Pegang!"


Reflek Seto langsung menggendong anaknya yang masih berusia dua tahun itu. Nadia yang tau di gendong papanya langsung memeluk Seto dengan erat, untuk melepas rindu.


"Ayah," ucap Nadia sambil mencium pipi Seto.


"Hai Little Princess, Ayah." Seto pun langsung menciumi pipi tembem anaknya itu.


Sedangkan Sekar sudah ada di depan Lisma, yang sedang menangis. Lisma merasa sangat bingung dengan semua ini, dan tak bisa berkata-kata.


"Jadi benar kamu yang namanya, Lisma?" Lisma pun mengangguk pasti. Air matanya terus membasahi pipi mulusnya itu.


"Kenalkan aku Sekar Arum, istri SAH Seto!"

__ADS_1


Seketika dunia Lisma terasa sangat hancur. Lisma tak menyangka jika selama ini dia menjalin hubungan dengan suami orang, bahkan mereka sudah sangat dekat tapi Lisma baru tau.


"Is ... istri?"


"Iya, aku istri Seto dan yang di gedong Seto adalah anak kami. Sekarang kamu tau kan, jika Seto gak sendiri? Jadi aku mohon sama kamu jauhi Seto, sebelum dia resmi bercerai denganku. Beri aku waktu berdua saja dengan Seto, sampai proses itu selesai. Aku tau Seto sama sekali tak pernah mencintaiku, bahkan hanya menganggap aku sebagai adik saja gak lebih ...." Sekar pun menjeda ucapannya sejenak.


"Jadi aku mohon, kembalikan suamiku untuk saat ini. Biarkan kami merasakan seperti keluarga kecil, sebelum ikatan ini hancur. Aku sudah mengikhlaskan dia, aku juga gak bisa memaksa Seto untuk tetap bersamaku." Sekar pun langsung menangis tersedu-sedu di hadapan Lisma.


Lisma yang melihat kesedihan di mata Sekar pun semakin menangis. Lisma gak mau merusak hubungan orang, apalagi mereka sudah memiliki anak.


"Mbak, gak perlu seperti ini. Karena Mbak yang lebih pantas untuk mas Seto, aku yang salah di sini. Maafkan aku, telah membuat Mbak tersiksa. Sungguh aku gak tau sebelumnya, karena mas Seto gak pernah bilang," ucap Lisma berusaha tegar. Hatinya sangat sakit, tapi Lisma gak mau semua orang mengetahuinya.


"Percuma aku bertahan, jika gak ada cinta di pernikahan kita Lisma. Seto sangat mencintaimu, bahkan baru kali ini aku melihat dia begitu bahagia. Aku lepaskan Seto untukmu," balas Sekar.


Lisma pun langsung menggeleng cepat. Lisma gak mau Sekar menyerah, karena Lisma sadar diri jika dia adalah orang ketiga dalam hubungan mereka.


"Jangan pernah berkata seperti ini. Mas Seto suamimu, dan dia hanya milikmu. Aku akan mundur, perjuangkan pernikahan kalian. Maaf telah jadi benalu selama ini," ucap Lisma dengan senyum paksa.


"Kamu serius, Lisma?" tanya Sekar sambil menghapus air matanya.


Andai kamu orang lain, mungkin saja kamu akan mempertahankan Seto. Aku sekarang tau apa yang membuat Seto sangat mencintaimu, Lisma. Kamu orang yang lemah lembut, sedangkan aku selalu bawel dan juga manja. Aku selalu ingin menang sendiri. Tapi setelah mendengar ucapanmu, aku jadi merasa bersemangat untuk mempertahankan rumah tangga ini. Aku akan mencoba sekali lagi untuk mendapatkan cinta Seto, tapi jika aku gak berhasil. Maka akan ku persatukan kalian, nanti. gumam Sekar. Setelah itu Lisma melepaskan pelukan mereka, dan menggandeng Sekar untuk mendekati Seto.


Ayo Lisma kamu kuat. Persatukan mereka, karena memang sepantasnya mereka bersatu. Jangan jadi egois karena cinta, karena lelaki gak hanya Seto. gumam Lisma terus melangkah ke Seto.


"Lisma, ak ...."


"Sudahlah Mas, aku tau apa yang kalian rasakan saat ini. Aku memang sakit hati, tapi lebih sakit Mbak Sekar. Dia istrimu, perlakuan dia seperti istri. Kalian sudah memiliki keluarga, dan aku hanya orang yang singgah sementara. Pulanglah, rajut kembali rumah tangga kalian." Potong Lisma sambil mempersatukan tangan mereka.


"Lisma aku gak mau, aku hanya mencintaimu."


"Lupakan kata cinta itu, Mas. Kamu hanya belum membuka hati saja, coba saja sekali kamu melihat ketulusan Mbak Sekar! Dia istrimu, sewajarnya mendapatkan cintamu. Aku mohon jangan sakiti dia, karena aku juga wanita. Aku tau bagaimana sakitnya Mbak Sekar saat ini, jadi aku mohon kembalilah dengannya!" teriak Lisma.


Namun tak lama setelah itu, Sekar melihat Arya mendekati mereka dengan tatapan marah. Sekar tau apa yang akan di lakukan Arya, dengan cepat Sekar mengambil Nadia dan langsung memeluknya dengan erat.


"Brengsek!"

__ADS_1


Bug! Bug! Bug!


Arya pun memukul Seto tiga kali. Arya sangat kecewa dengan sikap Seto, yang sama sekali tak bisa tegas dalam membina rumah tangganya.


"Dasar laki-laki gak guna. Gak punya prinsip, apa otakmu gak beres! Kamu tega melukai dua wanita, Seto!" teriak Arya sambil menarik kera kemeja Seto.


"Aku tau, aku salah! Tapi apa aku harus mempertahankan pernikahan tanpa cinta, Arya! Aku sama sekali tak mencintai Sekar, dan aku hanya mencintai Lisma!"


Plakkk!


Satu tamparan pun mendarat dengan mulus. Tampar itu dari Lisma, yang reflek dengan sendirinya saat mendengar ucapan Seto.


"Lisma ...."


"Apa kamu waras, Mas? Mbak Sekar itu istrimu, dan dia juga Ibu anakmu. Tapi bisa-bisanya kamu bicara seperti ini, apa kamu gak memikirkan perasaan Mbak Sekar?" Lisma pun memaki-maki Seto dengan emosi yang sangat murka.


"Setiap katamu selalu masuk ke hati Mbak Sekar, bukan ke telinganya Mas! Semua wanita itu pakai hati, bukan pakai mulut. Jadi jangan pernah lukai hati Mbak Sekar, aku mohon kembali dengannya." Lisma pun langsung terduduk lemas.


"Lisma, aku gak mau memaksa cinta. Tapi jika kamu memaksa oke, aku setuju. Tapi aku tanya sekali saja, karena kamu belum pernah mengatakan ini," ucap Seto sambil berjongkok.


"Apa?"


"Apakah kamu mencintaiku? Aku selalu bertanya apakah kamu mencintaiku, tapi kamu selalu lari dan tak mau menatapku. Sekarang aku ingin mendengar kejujuranmu, apakah kamu mencintaiku Lisma?"


Lisma pun terdiam membisu. Selama ini memang Lisma menjalani hubungan dengan Seto, tapi sekalipun dia gak pernah mengatakan jika dia mencitai Seto. Lisma memiliki alasan tersendiri kenapa dia gak mah berkata seperti itu.


Karena orang tuanya pernah berkata, jika kamu mencintai seseorang jangan pernah mengungkapkannya. Karena kita gak tau tentang takdir seseorang, lebih baik kita pendam sendiri rasa itu agar gak terlalu sakit jika takdir sudah menentukan kita gak bisa memiliki orang itu.


"Aku gak pernah mencintaimu, Mas."


.


.


.

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2