
Kini Dira dan Vano sudah sampai di depan rumah sakit. Vano masih ragu, tapi dia berusaha tenang agar gak terlihat canggung.
Mereka berjalan masuk ke dalam rumah sakit, Vano mengekori Dira layaknya anak itik. Semua pandangan menuju pada Dira, karena rumah sakit yang mereka tuju adalah rumah sakit milik keluarga Dira sendiri.
"Selamat Sore, Bu Tia."
"Sore juga, Sus."
"Selamat Sore, Bu Tia."
"Sore, Dok."
"Selamat Sore, Bu Tia."
"Sore juga, Suster."
Dira membalas sapaan dokter-dokter serta suster di sana, sedangkan Vano hanya menatap bingung. Kenapa semua orang kenal dengan Dira, padahal mereka semua gak kenal Vano.
"Mommy ... kok mereka kenal, Mommy?" tanya Vano penasaran. Pasalnya Vano sudah melihat lebih lima orang mengenal Dira, dan seperti menyegani Dira.
"Mommy lupa kasih tau kamu, sebenarnya rumah sakit ini salah satu rumah sakit Opa. Bahkan ini rumah sakit pertama yang di bangun oleh Opa-mu. Kamu lihat nama rumah sakit ini, terdiri dari nama Mommy dan Papa-mu." Seketika Vano mengingat-ingat nama rumah sakit ini.
Vano sebenarnya mereka aneh dengan nama rumah sakit ini, tapi Vano tak memperdulikan itu semua. Karena dia terlalu fokus dengan Lessy, saat pingsan itu.
"TIATAL KASIH SAYANG," gumam Vano sambil terus berjalan.
__ADS_1
"Mommy, nama rumah sakitnya aneh. Masa Tiatal, bikin lidah keseleo." Protes Vano tentang nama rumah sakit yang di bangun Angga.
"Hus ... jaga ucapmu, ini semua kerja keras Opa. Jangan pernah mengejek nama rumah sakit ini, karena Opa pasti sudah merundingkan ini semua. Sudah ayo, nanti keburu malam." Jelas Dira.
Vano hanya mengangguk saja, dan langsung menuju kamar inap Lessy. Sebenarnya Vano sangat ingin tau sejarah rumah sakit ini, tapi Vano berpikir ini bukan waktu yang tepat. Apalagi Vano baru tau rumah sakit ini.
Sebenarnya kenapa mommy gak pernah cerita dengan rumah sakit ini. Padahal rumah sakit lainnya di kasih tau, apakah rumah sakit ini menyimpan kenangan. Atau hanya mommy lupa bilang saja? gumam Vano yang masih memikirkan tentang rumah sakit ini.
Tak selang beberapa lama, mereka akhirnya sampai di depan kamar inap Lessy. Sebenarnya Dira sangat tak suka jika Lessy di rawat di kelas biasa, padahal Vano sudah memberikan uang muka sebanyak itu.
Tapi Dira mengesampingkan itu terlebih dahulu, dan memilih untuk menemui Lessy. Setelah itu, mungkin Dira akan memindahkan Lessy ke tempat VIP.
"Assalamu'alaikum," salam Dira saat masuk ke dalam ruangan.
"Wa'alaikumussalam," balas ke tiga pasien yang ada di sana. Dira tersenyum simpul pada mereka semua, dan setelah itu langsung menghampiri Lessy.
"Di sini ada yang bernama, Lessy?" tanya Dira sambil melirik ke sana kemari.
"Saya, Bu."
Dira langsung menoleh ke arah samping, dan menampilkan sosok gadis sangat cantik.
"Kamu Lessy, sahabatnya Vano?" tanya nya lagi.
"Iya, Bu. Ada apa ya, apakah terjadi sesuatu?" tanya Lessy sangat khawatir. Dan dari sini Dira mulai paham, jika Lessy menyimpan sebuah rasa pada Vano. Itu terlihat jelas saat, Dira menyebutkan nama Vano.
__ADS_1
Anak ini terlihat menyukai Vano. Jika Vano bisa membuka hati, aku ingin Vano dengan Lessy saja. Bukannya aku gak setuju dengan Alena, tapi setelah aku lihat dan pahami. Alena gak baik untuk Vano, tapi semua keputusan sepenuhnya ada di Vano. Aku hanya bisa berharap saja. gumamnya dalam hati.
Setelah itu Dira langsung menghampiri Lessy, dan mendekati Lessy. "Vano gak apa-apa, dia ada di luar. Kenalkan, aku Dira, ibunya Vano."
Dira memperkenalkan diri, sambil mengelus lembut kepala Lessy. Sedangkan Lessy langsung terkejut dengan ucapan Dira, bahkan jantungnya langsung berdetak sangat kencang karena gugup.
"Tan-tante."
Lessy langsung mengambil tangan Dira, dan menciumnya. Walaupun gugup, tapi Lessy masih ingat sopan santun.
"Sudah jangan seperti ini, kamu masih sakit. Jangan terlalu banyak gerak, tante kesini hanya mau menjenguk kamu. Katanya Vano kamu sakit," ucapan Dira sangat lembut.
Lessy pun juga tersenyum lembut. Entah kenapa bicara dengan Dira, membuat hatinya tenang, padahal tadi sempat gugup sekali.
"Vano berlebihan, Tante. Aku sehat-sehat saja, hanya kecapean saja," balas Lessy sambil melirik sana sini.
"Kamu cari siapa? Apakah kamu mencari Vano, jika iya Tante akan memanggilnya." Dira bergegas pergi namun langsung di cegat oleh Lessy.
"Tante, jangan."
.
.
.
__ADS_1
Happy Reading