Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
season 1 - 66 Maafkan Sintal Mama, ini semua demi Fani.


__ADS_3

Sedangkan disisi lain, Fani sibuk dengan urusan rumah. Sintal berkata akan datang ke apartemen hari ini, dan Fani membersihkan semua ruangan sekaligus membuatkan kue permintaan Sintal tadi malam.


Dengan sangat gembira Fani melakukan semua, bahkan Fani sampai bersenandung riang dengan menghayalkan calon suaminya itu.


...Mencintai dirimu...


...Hal paling menakutkan yang kulakukan...


...Kutakut kehilanganmu...


...Kutakut engkau bosan...


...kutakut ditinggalkan...


...Kau segalanya dalam hidupku...


...Sungguh tanpamu aku bagai tak...


...bernyawa...


...Kumohon kepadamu cintailah diriku...


...Sepenuh hatimu, sayang...


Itulah lagu yang di nyanyikan Fani sambil menata cupcake yang dia buat. Namun kesenangan itu tak sampai lama, karena Fani mendengar suara seseorang yang sangat dia benci saat ini.


"Apa kabar adikku, tercinta? Lama tak berjumpa, ternyata suaramu masih bagus," ucap Rangga sambil tersenyum devil's. Sedangkan Fani yang mendengar suara Rangga, langsung terdiam kaku.


Dengan susah paya Fani menoleh ke arah Rangga, sambil berkata, "Mau apa, kamu?"


Rangga pun sangat puas melihat Fani yang sangat ketakutan, bagi Rangga ketakutan Fani adalah kebahagiaannya.

__ADS_1


"Aku ingin menjenguk anakku, Sayang. Sepertinya dia harus mengenal siapa papanya, dan ini juga waktunya aku untuk menengok anakku," ucap Rangga sambil mengelus perut Fani.


Dengan sangat cepat, Fani menepis tangan Rangga. Fani terlanjur benci dengan Rangga, Fani merasa muak jika harus melihat baji*ngan seperti Rangga.


"Dia bukan anakmu!" teriak Fani sangat keras. Ingin sekali Fani menonjok Rangga, tapi dia tak bisa melakukan itu. Fani takut kandungnya terguncang, dan berakhir pendarahan seperti bulan lalu.


"Apakah kamu sudah menemukan pengganti diriku? Kalau iya, kamu sangat hebat Sayang. Tapi sebelum aku meninggalkan kamu, lebih kita bermain sebentar. Anggap saja ini tanda perpisahan, sebelum kita berpisah selamanya." Tanpa permisi Rangga langsung memegang buah dada Fani dengan kencang, hingga membuat Fani kesakitan.


Meronta, Fani terus meronta. Bahkan Fani berusaha melepaskan tangan Rangga, yang dengan lancang nya mere*mas payu*dara Fani.


"Sakit bodoh! Kamu mau apa, dasar laki-laki gila. Aku menyesal pernah mencintai kamu, Rangga!" teriak Fani sambil berusaha menghindari Rangga. Namun sayangnya Rangga sangat kuat mencekal Fani, hingga Fani tak bisa bergerak.


"Puaskan aku dulu, baru kamu akan aku lepaskan," bisik Rangga sambil menji*lat telinga Fani. Di dorong tubuh Fani hingga jatuh ke atas ranjang, dengan sangat cepat Rangga merobek baju Fani hingga menampilkan gunung kembar yang sangat besar dan menggoda itu.


Tanpa pemanasan Rangga langsung memasuki Fani, tanpa pemanasan hingga membuat Fani histeris tak karuan. Fani merasa sangat kotor saat ini, karena tak bisa melawan Rangga. Fani merasa sangat jijik, dan ingin mati sekarang juga.


"Jangan... Jangan di masukkan, aku mohon. Aku gak mau!" teriak Fani sambil berusaha memberontak. Namun telinga rangga seakan tuli tak mendengar perkataan Fani, Rangga terus memasukkan miliknya hingga masuk seluruhnya. Bahkan Rangga memompa miliknya sangat kasar, hingga perut Fani terasa kram.


Begitu lemahkah aku hingga tak bisa melawannya? Sintal maafkan aku, aku tak bisa menjaga kehormatanku. gumam Fani sambil menangis. Fani merasa jijik dengan tubuhnya, bahkan melihat pun dia sangat jijik. Fani terus menangis saat Rangga terus menggaulinya, namun saat Rangga sedang asik menikmati tubuh Fani. Tiba-tiba seseorang mendobrak pintu apartemen Fani.


Braak...


Orang itu adalah Sintal. Saat dia sampai, dan memencet Bel. Fani tak kunjung juga membuka pintu, hingga ada seseorang berkata jika ada lelaki masuk kedalam apartemen Fani. Di situ Sintal langsung merasa curiga dan memutuskan mendobrak pintu apartemen.


Dan saat Sintal berhasil mendobrak, sungguh hati Sintal terasa panas saat melihat kekasihnya di perkosa seseorang. Bahkan darah Sintal tambah mendidih saat Fani menangis dengan pilu, karena merasa kesakitan.


"Sialan!" umpat Sintal. Dengan cepat Sintal menarik rambut Rangga yang sedang asik menggauli Fani. Tanpa tunggu lama, Sintal langsung melayangkan tinjuan-tinjuan yang sangat banyak, hingga membuat Rangga kualahan.


Bug Bug Bug


"Dasar orang gila! Gak waras! Sungguh aku gak bakal maafin kamu, aku akan membunuhmu!" Sintal terus memukul Rangga hingga babak belur. Dengan amarah yang sangat membucak, Sintal melirik burung sialan milik Rangga.

__ADS_1


Tanpa rasa iba, Sintal langsung menendang burung sialan milik Rangga. Tanpa ampun Sintal menginjak-injak, burung malang yang tak berdosa itu. Hingga Rangga pingsan karena tak bisa menahan rasa sakit, yang amat luar biasa dasyatnya.


"Mam*pus loh! Aku sumpahin, burungmu gak akan pernah bisa berdiri lagi dan kamu jadi cacat seumur hidup!" umpat Sintal sangat keras. Setelah melihat Rangga tak sadarkan diri, dengan cepat sintal menghampiri Fani yang takut dan memojokkan dirinya di ujung ranjang.


Terluka hati Sintal melihat Fani seperti ini, sungguh Sintal merasa bodoh membiarkan Fani sendiri di apartemen. Sintal juga melihat cupcake yang telah hancur berhamburan, entah kemana-mana.


Dengan perlahan Sintal mendekati Fani, dan mulai memeluk tubuh Fani. Namun reaksi Fani membuat Sintal terkejut, karena dia langsung teriak histeris saat Sintal memeluk tubuh gemetar Fani.


"Fani buka matamu, ini aku Sintal. Maaf aku telat, aku gak akan tinggalkan kamu lagi," ucap Sintal yang berusaha menyadarkan Fani.


"Jangan mendekat! Aku wanita kotor, jangan mendekat Dokter! Kamu lelaki baik dan kamu jangan dekat-dekat dengan wanita kotor," ucap Fani dengan gemetar.


"Kamu gak kotor Fani, aku menerima kamu apa adanya. Lupakan kejadian tadi, kita mulai hidup baru, Sayang." Sintal berusaha mendekati Fani, namun Fani semakin takut dan menghindar.


"Akun kotor Sintal, aku kotor! Kamu pasti jijik sekarang dengan aku, jika aku wanita baik-baik aku pasti bisa menahan Rangga saat akan menggauliku. Lebih baik kamu cari pendamping hidup yang lain saja, lupakan aku Sintal," ucap Fani sambil menangis. Tentu Sintal tak terima dengan keputusan Fani, Sintal hanya mencintai Fani tidak ada yang lainnya.


"Tunggu sebentar!" Sintal pun menghampiri Rangga dan menyeretnya keluar dari apartemen Fani. Setelah selesai Sintal kembali masuk kedalam, dan menghampiri Fani.


"Kamu bilang aku jijik? Sini biar aku buktikan, jika aku gak jijik sama kamu dan aku akan buktikan jika aku tulus mencintaimu Fani! Kamu akan melihat betapa tulusnya aku." Setelah itu Sintal naik ke atas ranjang, dan membawa Fani dalam pelukkan nya.


Dengan lembut Sintal menciumi bibir Fani. Sintal terus memancing Fani agar merespon dirinya, hingga ciuman Sintal berhenti di mana Rangga meninggalkan jejak. Sintal menghapus semua jejak yang di tinggalkan Rangga, dan mengganti dengan jejak miliknya.


Fani tak menikmati perlakuan Sintal, tapi juga tak menolak. Hingga mereka berdua melakukannya tanpa ikatan pernikahan. Sintal ingin membuktikan jika, dirinya tak menganggap Fani kotor.


Mama maafkan Sintal, yang telah melanggar aturan Mama. Tapi yakinlah ini sangat mendesak, agar Fani percaya jika Sintal serius. gumam Sintal dalam hati.


.


.


.

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2