Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
S2 - Hukuman


__ADS_3

"Kak, kamu kasar sekali!" Pekik Alisya saat Ardi mendorong dirinya. Alisya sangat sedih, saat Ardi mendorongnya hingga menimbulkan rasa nyeri di tangannya.


"Ingat, kamu bukan milikku lagi, jadi jangan peluk. Apa kamu mau suamimu marah, dan menuduhku macam-macam?" tanya Ardi berusaha tegar. Jujur hati Ardi sangat sakit saat ini, apalagi mengingat Alisya bukanlah miliknya lagi.


"Aku masih milikmu, Kak. Sungguh aku gak bohong, hanya saja kamu gak mau memperjuangkan cintamu itu. Seharusnya, jika kamu mencintaiku, kamu datang ke rumah Papa, lamar aku di hadapan Mama dan papaku," ucap Alisya sangat sedih. Bagaimana gak sedih, jika Ardi masih gak peka dengan ucapannya ini.


"Semua sudah terlambat, kamu sudah menikah. Untuk apa kamu kesini, mau pamer jika kamu sudah menikah, Ha?" Ardi pun meninggikan suaranya.


Ardi gak mau terlalu larut dengan ucapan Alisya, karena Ardi pasti gak akan bisa menahan. Mungkin saja Ardi akan hilaf, karena sudah gak tahan.


"Sudah ku katakan, aku masih menjadi milikmu! Asal kamu tau, aku masih single, belum menikah. Kamu paham gak sih!" Kini Alisya pun merajuk. Alisya sangat jengkel, karena Ardi sama sekali gak paham dengan ucapannya itu.


"Tunggu-tunggu, maksudnya gimana?" tanya Ardi sangat kebingungan. Namun kebingungan Ardi langsung di jawab oleh Ryant, yang baru saja turun dari atas dengan langkah yang sangat pelan.


"Alisya belum menikah dengan, Mahen. Namun yang menikah dengan Mahen, adalah Raya. Adikmu sendiri,dan sekarang mereka ada di rumah sakit, karena adikmu itu memukul suaminya dengan vas bunga."

__ADS_1


"Apa!"


Ardi benar-benar merasa terkejut, karena adiknya atau saudara kembarnya itu sudah menikah dengan lelaki yang akan menikah dengan Alisya. Mahen masih bingung, dan merasa tak percaya dengan ucapan Ryant.


"Opa, jangan bercanda deh. Mana mungkin Raya menikah dengan Cecunguk itu, dan Raya sangat membenci Mahen. Bagaimana mungkin dia menikah dengan Mahen?" tanya Ardi gak percaya. Sungguh ini bagaikan bom waktu, yang meledak di hadapan Ardi.


"Opa gak bercanda, Ardi. Raya lakukan ini semua agar kalian bisa bersatu, jadi jangan sia-siakan pengorbanan adikmu itu. Berbaikanlah dengan Alisya, agar pengorbanan Raya gak terbuang begitu saja." Seketika Ardi langsung mengepalkan tangan.


Ardi gak terima dengan semua ini, dan mengapa dia gak di kasih tau. Itulah yang membuat Ardi kesal, sekaligus marah besar.


"Sial! Kenapa kalian gak ada yang memberitahu aku, apa aku gak di anggap di rumah ini. Kenapa kalian menyembunyikan hal sebesar ini, kenapa!" Teriak Ardi sangat kencang hingga membuat Alisya terkejut.


"Bagaimana mau kasih tau, jika kamu sendiri di ajak bicara gak mau Ardi. Sekarang gak perlu marah-marah, ini semua juga salahmu. Andai saja kamu mau lebih cepat melamar Alisya, pernikahan ini gak akan terjadi," ucap Arya yang baru saja masuk kedalam rumah.


Arya sudah merasa kesal dengan tingkah laku anaknya ini. selalu saja ada masalah yang di ciptakan Ardi, entah itu surat peringatan dari sekolah ataupun dari teman-teman.

__ADS_1


"Dad, ini gak ada hubungannya dengan ngambek nya Ardi. Seharusnya Mommy Daddy jujur, dan Ardi gak akan membiarkan pernikahan ini." Elak Ardi. Namun siapa tau, jika elakkan Ardi membuat Arya semakin kesal hingga menampar Ardi.


Plakkk ....


"Kamu tau, apapun yang kamu lakukan selalu menyakiti Raya. Mulai dari kamu selalu jahil memotong uang saku Raya, mulai dari kamu menyembunyikan tugas Raya, dan satu lagu kamu juga selalu bersikap sesukanya hingga membuat adikmu itu di rundung masalah. Karena kamu sudah keterlaluan, makan Daddy akan mencabut semua fasilitasmu. Mulai sekarang kamu harus hidup mandiri, tanpa bantuan dari Daddy!" teriak Arya yang mulai kesal.


"Apa!"


.


.


.


Happy Reading

__ADS_1


Makasih untuk yang sudah mampir ke kisah Mahen dan Raya, kalian selalu terbaik. Aku sayang kalian.



__ADS_2