Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
S2 - Marah


__ADS_3

"Papa, aku gak mau masuk penjara. Tolong Alena, ini semua nenek yang melakukan bukan Alena." Isak Alena di pelukan Seto.


Seto tak bisa berbuat apapun, apalagi orang suruhan Lorena sudah menyebutkan nama Alena saat melakukan interograsi.


"Yang sabar, Sayang. Jadikan ini pembelajaran, jika berbuat sesuatu harus di pikiran dulu. Papa yakin kamu bisa," ucap Seto memberikan semangat.


Seto sudah memohon pada polisi agar dirinya saja yang di penjara, tapi Seto malah mendapatkan teguran, karena memberikan keterangan palsu, yang mengatakan jika dialah yang membunuh keluarga Lessy.


"Pa, Alena takut."


"Jangan takut, jika kamu tak terlibat nanti pasti ringan hukuman nya. Yang terpenting sekarang adalah jujur, jangan berbohong. Karena jika kamu berbohong, maka hukuman yang di berikan semakin dalam," ucap Bayu yang baru saja datang. Sebisa mungkin Bayu akan menolong Alena, karena dia sudah mendengar penjelasan Alena.


"Apakah bisa hukuman nya di ringankan? Bukannya itu sangat mustahil, Pak?" tanya Seto sangat penasaran.


"Bisa, Pak. Dari pengakuan Alena, bisa di katakan Alena adalah korban. Alena memang bersalah telah menyuruh meneror keluarga Lessy, tapi di garis bawahi. Hanya meneror, bukan membunuh. Oleh sebab itu, Alena bisa di ringankan hukumannya, apalagi umur Alena juga masih di bawah pengawasan sih menurut saya." Bayu menjelaskan semuanya.

__ADS_1


Bayu juga tak tega, tapi ini sudah tugasnya untuk menangkap Alena. Tapi, Bayu juga berusaha agar Alena di ringankan hukuman nya.


"Alhamdulillah kalau begitu, saya jadi lega." Seto merasa lega karena mendengar ucapan Bayu, setidaknya ada harapan untuk Alena walaupun hanya keringanan hukuman.


"Tapi, Alena gak mau di penjara Pa! Alena gak mau sendirian, Alena gak mau." Alena semakin histeris. Alena menangis sejadi-jadinya, dan tak mau menjadi narapidana. Sedangkan Seto terus menenangkan anaknya itu, dan berusaha memberi pengertian.


Alena pun mengerti dan mau ikut Bayu ke sel, Bayu juga berjanji akan menjaga Alena dari orang-orang jahat di dalam sana.


***


"Ini semua gara-gara kamu, Vano! Jika kamu bisa tegas, dan mengerti Alena, mungkin dia tak akan terjerumus seperti ini. Harusnya kamu sebagai laki-laki paham, apa yang di inginkan Alena!" bentak Seto pada Vano.


Selama ini Seto selalu memanjakan Alena, agar dia tak merasa kekurangan kasih sayang. Tapi, sekarang Seto melihat anaknya masuk penjara karena hal yang tak pernah dia lakukan.


"Aku ...."

__ADS_1


Vano benar-benar tak bisa berkata-kata. Sebenarnya Vano seperti penulis nya, bingung mau menghadapi Seto seperti apa. Jadi, suara Vano hanya tercekat di tenggorokan saja.


"Sudahlah, mulai sekarang jauhi anakku jika kamu ingin bersama Lessy. Tapi, jika kamu memang gak ada niatan bersama Lessy, jauhi dia dan perhatikan Alena." Seto langsung pergi begitu saja setelah berkata seperti itu.


Sedangkan Vano bingung, harus kemana dia saat ini. Vano sangat ingin bertemu dengan Alena, tapi dia di larang oleh polisi.


Akhirnya Vano memutuskan untuk pulang dan menemui Lessy. Vano juga merasa sangat bersalah, telah membentak Lessy, padahal semua ini bukan ulahnya.


Vano keluar dari kantor polisi, dan menuju parkiran. Setelah itu, Vano langsung menghidupkan motor dan menuju sekolahan. Vano berharap Lessy masih ada di sana, karena Vano melihat ini masih jam sekolah jadi gak mungkin Lessy pulang.


.


.


.

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2