Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
S2 - My Spoiled Family : Peluk Kangen


__ADS_3

Di kondisikan, bagi warga yang belum nikah. Dilarang melihat ini. 🙉


.........


Setelah kepulangan Sekar dan Seto, Arya langsung masuk kedalam kamar yang di sana sudah ada Dira yang masih tertidur pulas. Entah pingsan, atau tidur Arya gak tau. Yang pasti Arya mendengar dengkuran halus dari Dira.


Dengan perlahan Arya Naik Ranjang dan merebahkan tubuhnya di sebelah Dira. Setelah itu Arya memeluk erat Dira dengan cinta, bahkan Arya terus menciumi puncak kepala Dira.


"Entah apa saja yang kamu rasakan selama ini, tapi aku yakin kamu sangat menderita. Terlihat dari badanmu yang sangat kurus, dan mata panda ini juga membuktikan jika kamu gak pernah tidur nyenyak. Maafkan aku, Dira," ucap Arya sambil terus menciumi bibir Dira.


Setelah itu Arya merasakan ada yang bergerak-gerak di bawah sana. Seketika Arya ingat jika Dira sedang mengandung, dan anaknya sedang memberontak ingin di manja juga. Dengan cepat Arya melepaskan pelukannya, dan duduk di depan perut buncit Dira.


"Hai, Sayang. Kamu pasti rindu Daddy ya? Maaf selama kamu hadir, Daddy gak pernah hadir. Tapi kamu tenang saja sekarang Daddy ada di sini, dan selalu ada di sampingmu," ucap Lirih Arya sambil menciumi perut buncit itu.


Seketika Arya terkejut, saat dia merasakan tendangan dari sang anak. Arya kaget bukan main karena calon anaknya menendang sangat kuat, hingga terasa di bibirnya.


"Ehh ... nakal kamu ya, bisa-bisanya Daddy di tendang. Mau jadi pemain sepak bola kamu nanti, Sayang?" tanya Arya sambil terus uyel uyel perut Dira


Namun tak lama setelah itu Dira terbangun, tapi dia tak mau membuka matanya. Dira takut ini hanya halusinasinya, dan Dira takut kecewa untuk kesekian kali.


Hiks ... hiks ... hiks ....


Arya pun langsung menoleh ke arah Dira. Arya bingung kenapa Dira menagis, bahkan Arya berpikir sentuhan dia di perut Dira membuat istrinya kesakitan.


"Kamu kenapa, Dira? Apa aku menyakitimu?" tanya Arya sambil membelai pipi Dira. Namun bukannya diam, Dira semakin menangis tersedu-sedu.


Panik, Arya sangat panik. Kenapa setiap sentuhannya membuat Dira semakin menangis, apalagi yang sekarang semakin keras.


"Kamu kenapa, Sayang? Coba buka matamu, dan tatap aku." Arya pun tak berani memegang Dira lagi.

__ADS_1


"Aku takut ini hanya mimpi. Aku gak mau membuka mata, aku gak mau!" teriak Dira yang masih setia memejamkan matanya.


"Ini bukan mimpi, Sayang. Aku sudah siuman, bahkan aku sudah segar kemarin dan bisa menaikimu sekarang juga," ucap Arya sangat keras.


"Bohong! Aku gak percaya, aku gak mau buka mataku. Aku takut saat membuka mata, semuanya hilang musnah!"


Arya pun semakin bingung. Dengan sangat kesal Arya langsung menyingkap dress Dira, dan ingin melakukan sesuatu.


"Mau apa kamu!" teriak Dira sambil membenarkan dress nya.


"Mau buktikan jika aku nyata, dan bukan hanya mimpi. Jika kamu merasakan sentuhan ku, maka aku nyata bukan hayalan semata."


Dengan perlahan Arya membuka cD Dira, dan membuat sang empu ketakutan.


"Tu ... tung ... aahhhh ...."


Dira pun langsung medesag hebat, saat merasakan ada sapuan kecil di area bawahnya. Dira merasakan orang yang mengaku Arya itu terus memainkan lidahnya di bawah sana, dan terus memutar-mutarkan lidahnya di area biji kedelai hitam yang manis.


"Baiklah aku akan berhenti, karena kamu yang memintanya." Dengan cepat Arya bangkit dari posisinya.


"Eh, jangan ...." Arya pun tersenyum melihat kelakuan Dira.


"Katanya tadi Stop. Ya sudah aku stop, lagian kamu juga gak percaya sama suamimu kan? Membuka mata saja juga enggan, lebih baik aku berhenti," ucap Arya.


Namun Dira merasa sangat kesal, karena baru saja dia akan mendapatkan pelepasan. Tapi Arya langsung berhenti begitu saja, dan membuat rasa aneh di bawah sana.


"Gak jadi, lanjutkan saja!"


"Gak mau, kamu sendiri saja belum mau membuka mata."

__ADS_1


"Demi apapun, cepat lakukan lagi sebelum aku bantai kamu!" teriak Dira sambil membuka mata. Dira sangat kesal, karena sesuatu yang akan dia dapat hilang begitu saja.


Sedangkan Arya langsung tersenyum, dan mencium kilas bibir Dira. Mereka saling pandang, dan menatap rindu. "Aku akan memuaskanmu, tuan Putriku," ucap Arya sebelum kembali ke area bawah tanah.


Arya pun langsung membuka lebar-lebar kaki Dira, dan setelah itu tangan kekar Arya mendarat tetap di Hutan rimba yang di tumbuhi satu biji kedelai hitam.


Sedangkan Dira yang merasakan gerilya aneh, langsung meremass sprei dan melengkingkan tubuhnya. Selama hamil hasrat Dira sangat tinggi, tapi dia lupakan karena terlalu memikirkan Arya.


Namun akhirnya Dira sekarang bisa merasakan kenikmatan itu lagi, dan orang yang membuat dia kembali merasakan nikmat tiada duanya orang yang kemarin membuatnya khawatir dan sedih.


"Lebih cepat, Kak! Jangan pelan-pelan seperti itu, aku gak tahan!" Protes Dira.


Arya pun tersenyum, dan kembali memainkan di lubang kenikmatan itu dengan jemari-jemarinya.


"Shiit! Aku juga tegang Dira," (Somplak🙈)


"Tanpa tunggu lama Arya membuka resleting nya, dan mulai mengelus elus Lele berurat nya.


"Coba kamu liat, dia sudah tegak berdiri. Dia sudah puasa berkali-kali, dan sekarang dia sangat memberontak," ucap Arya sambil meraih tangan Dira untuk di letakan di emas batangan itu.


"Puasa berkali-kali, sekali tancap langsung bikin perut buncit!" celetuk Dira sangat kesal. Sedangkan Arya hanya tertawa kecil, dia juga gak tau kalau benih-benih kecebongnya berkembang sangat pesat di dalam rahim Dira.


"Hehehe, Maaf."


.


.


.

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2