Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
Season 1 - 96 Anak VS Ayah


__ADS_3

Setelah selesai mandi dan membersihkan badan. Dira langsung keluar kamar dengan Arya, untuk ke ruang tamu dan duduk berdampingan. Dinda yang melihat anaknya seperti lem yang sangat lengket dengan Dira, pun mendengus.


"Istrimu gak akan kemana-mana Arya. Bisa-bisanya kamu bersikap seperti anak ayam yang takut kehilangan induknya, bikin orang muak saja!" Oceh Dinda sangat dongkol. Sedangkan Arya juga ikut mendengus, karena terlalu sebal dengan sang Mama.


"Memang Mama mau aku dekat-dekat dengan, Serlin?" tanya Arya dengan kesal. Namun ada seseorang yang lebih kesal, yaitu Dira. Tanpa aba-aba Dira langsung mencubit pinggang Arya, sampai Arya memekik kesakitan.


"Sakit, Sayang!" ucap Arya dengan mengelus pinggangnya itu. Bahkan cubitan Dira sangat melekat, dan panas.


"Rasain! Pokoknya malam ini gak ada jatah nutrisi, aku gak mau beri kan itu. Karena kamu punya niatan mau manja-manja sama Serlin, jadi sana minta nutrisi ke Serlin!" balas Dira lebih dongkol.


"Ehh.... Gak gitu. Aku hanya mau nutrisi dari kamu. Punya Serlin gak nikmat, punya kamu lebih nikmat dan manis," ucap Arya dengan sedikit manja, agar Dira luluh.


Namun perbincangan dua sejoli yang lagi di mabuk asmara itu, tak masuk di otak Dinda. Dinda sangat bingung dengan pembahasan mereka, tentang nutrisi, nikmat, dan manis.


"Bisa jelaskan, apa yang kalian bahas? Nutrisi apa, dan bentuknya bagaimana kok sampai manis?" tanya Dinda dengan raut wajah bingung. Sedangkan Dira langsung malu, saat dirinya keceplosan membahas hal vulgar di depan mertuanya itu.


"Itu nutrisi yang bisa buat Arya sehat, dan kuat. Dulu Mama jarang kasih, jadi sekarang Arya mau puas-puasin," balas Arya tanpa tau malu. Kaget? Jelas Dira kaget, saat Arya lebih memilih jujur.


"Memang Mama jarang kasih kamu nutrisi apa? Perasaan Mama selalu kasih deh, apa lagi jika untuk kesehatan kamu," balas Dinda yang masih belum tau arah pembicaraan Arya.


"Buktinya Mama bilang aku dulu minum sufor, bukan ASI. Otomatis kan nutrisiku buatan, bukan asli dari pabrik Mama. Nah sekarang aku nemuin yang asli," ucap Arya sambil mere*mas gunung kembar Dira.


Sedangkan Dinda yang baru ngeh dengan pembicaraan Arya pun, langsung melempar Arya dengan bantal sofa. Sungguh Dinda malu, sangat malu punya anak seperti Arya. Omongan tak pernah di filter, apalagi di saring.


"Anak siluman atau anak apa kamu ini. Walaupun kamu anak sufor, tapi buktinya masih hidupkan? Kalau kamu mau protes. Sana sama Papamu, dia yang gak mau ngalah sama kamu, Papamu juga yang nyaranin untuk sufor. Karena ASI nya hanya untuk, Papamu," balas Dinda yang tersulut emosi. Namun tak lama setelah itu, datanglah Ryant yang baru pulang untuk mengambil berkas yang ketinggalan.

__ADS_1


"Ini bahas apa sih, kok pada berantem? Kayak anak kecil saja," ucap Ryant baru saja datang. Begitupun juga Aira, yang baru saja masuk ke dalam rumah setelah pulang dari sekolah.


Memang semenjak dia di adopsi Dinda, Aira langsung di sekolahkan. Karena Dinda gak mau sampai Aira kehilangan masa depan, dan cita-citanya.


"Ini juga gara-gara kamu, Pa. Kamu dulu larang aku memberi ASI untuk Arya, sekarang dia mempermasalahkan itu semua!" balas Dinda sambil menunjuk Ryant. Sedangkan Ryant yang tau ini pembahasan dewasa, dia langsung menatap Aira dan menyuruhnya ke kamar.


"Sayang, kamu masuk kamar dulu ya? Sepertinya ini pembahasan vulgar, kamu belum cukup umur," bisik Ryant ke Aira.


"Baiklah, Pa." Aira pun langsung naik ke atas dan menuju ke kamarnya. Aira juga gak mau ambil pusing, dengan urusan orang dewasa.


"Kalian bahas apa sebenarnya? Bisa jelaskan pelan-pelan, jangan pakek otot kalau bicara, kan jadi gak enak. Kalau lagi bikin anak pakek otot enak, kalau tengkar itu sama sekali gak enak," ucap Ryant sambil duduk di sebelah Dinda. Ryant tau istrinya sedang modem marah, dan sebisa mungkin dia harus meluluhkan hati Dinda.


"Tuh, anakmu nyalahin Mama. Dia bilang Mama gak mau kasih dia ASI, dan di kasih sufor buatan pabrik," ucap Dinda dengan memeluk Ryant. Beginilah sikap Dinda, walaupun sudah tua dan umur juga sudah kepala lima, tapi dia tetap manja dengan Ryant.


"Mama gak drama! Mama itu sedih, kamu bilang kaya gitu. Mentang-mentang punya asupan gizi yang baru, Mama di hina-hina," ucap Dinda sok melow.


Ya Allah, punya istri kok gini amat ya? Tapi aku cinta, gak ada dia aku juga gak akan sukses. Cinta pertamaku juga Dinda, dari dulu sampai sekarang. Sedangkan Arya, perasaan aku gak seperti ini dulu. Tapi kenapa sikapnya kelewatan mesum, dan sengklek. Dira benar-benar merubah kehidupan Arya, tapi jika itu membuat Arya sehat selalu dan merasakan kebahagiaan aku tak masalah, gumam Ryant dalam hati.


"Sudah, Ma. Jangan dengarkan anak itu, lebih baik Mama ikut papa ke kamar yuk. Papa kangen deh sama, Mama," ucap Ryant sambil sedikit mere*mas gunung kembar Dinda. Ryant sengaja melakukan ini, agar Dinda tak melanjutkan drama yang akan di mulai. Bahkan Ryant melupakan berkas yang akan dia ambil, demi menenangkan istrinya.


"Ih.... Malu, Pa. Jangan di gituin, nanti Mama merang*sang disini bagaimana?" bisik Dinda lirih.


Sedangkan Dira hanya melongo melihat mertuanya seperti itu, begitu pun juga Arya. Dia tak mau kalah, bahkan dia mau memamerkan kemesraannya dengan Dira.


Tanpa meminta izin, Arya langsung mengangkat tubuh Dira agar duduk di pangkuannya. Jelas Dira langsung terpekik melihat kelakuan Arya, apalagi mereka ada di depan mertuanya.

__ADS_1


"Aahhh...." Pekik Dira saat Arya memindahkan tubuhnya di atas pangkuan Arya. Dongkol, sangat dongkol itu yang di rasakan.


"Kamu Apa-apaan sih! Cepat turunin gak, malu di lihat Mama sama Papa!" Protes Dira dengan berbisik.


"Diam lah, Bebby." Arya pun langsung mere*mas gunung kembar Dira hingga membuatnya mengeluarkan suara lucknut.


"Aahh!"


Dira pun langsung tersadar dan langsung membekap mulutnya, dia sangat merutuki kebodohannya yang terbawa suasana yang di buat Arya.


Bodoh! Mulut sialan, bisa-bisanya mulutku mengeluarkan desa*han Dira!lihat di belakangmu ada mertuamu, bodoh! gumam Dira. Ryant yang gak mau kalah pun langsung mencium bibir Dinda, dan tanpa memperdulikan seseorang yang melihat kelakuan dua orang yang sangat tak tau malu.


"Apa-apaan, kalian berdua ini!"


*


*


*


Happy Reading


Maafkan Aim 👉👈


Aim lagi geser, jadi maapin Aim ya? 👉👈

__ADS_1


__ADS_2