Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
Season 1 - 107


__ADS_3

Keesokan harinya Dira bangun dengan ke berisikan yang di buat Arya. Arya terus muntah-muntah tanpa henti di jam 6 pagi, Dira yang merasa khawatir pun akhirnya menghampiri Arya yang berada di kamar mandi.


Hoeeekkk ... hoeeekkk ... Hoeeekkk ....


"Kak, kamu gak apa-apa kan? Kita priksa saja yuk, kemarin juga kenapa sih kita lupa mengecek kondisi kakak," ucap Dira dengan memijat tengkuk leher Arya.


"Gak perlu Sayang. Ini sudah biasa, karena aku baru baca artikel dan aku terkena morning sickness," balas Arya sambil mencuci mulutnya.


"Mana artikelnya? Dira gak percaya tau Kak, mana ada suami yang mengalami morning sickness." Arya yang merasa jengkel akhirnya mengeluarkan ponsel dan menunjukkan artikel yang dia liat tadi. Sedangkan Dira langsung mengambil ponsel milik Arya dan membacanya.


Artikel:


Jakarta - Pada trimester pertama, seorang ibu hamil biasanya mengalami morning sickness. Gejala yang terjadi meliputi mual dan muntah saat pagi hari. Tidak perlu khawatir, morning sickness adalah hal yang wajar dialami oleh ibu hamil dan bukan gejala dari suatu masalah pada kandungan.


Uniknya, faktanya morning sickness bisa terjadi pada suami atau calon ayahnya, lho. Bagi laki-laki, morning sickness bisa menjadi salah satu gejala dari sindrom couvade. Kondisi ini dianggap sebagai bentuk kehamilan simpatik ketika suami mengalami gejala kehamilan seperti yang dirasakan istri tanpa benar-benar hamil.


Suami yang mengalami morning sickness ini merasakan mual sepanjang hari mulai dari pagi atau siang hari, dan paling umum terjadi selama trimester pertama kehamilan sang istri. Mual yang dirasakan suami ini bisa disertai dengan muntah, tapi bisa juga tidak. Sang suami akan mengalami perasaan tidak nyaman di perut atau adanya keinginan untuk muntah.


Penyebab Morning Sickness pada Ayah


Kondisi ini dipercaya merupakan bagian dari masalah psikologi. Gejala-gejala yang muncul saat sang ayah mengalami morning sickness menjadi konsekuensi dari rasa iri pria pada kemampuan prokreatif para perempuan. Penjelasan lain menyebutkan sindrom couvade muncul karena para calon ayah dilanda kecemasan akan perubahan hidup yang dialaminya.


Rasa cemas ini mendorong mereka mencari kenyamanan, antara lain dengan makan lebih banyak sehingga berat badan bertambah. Saat berat badan bertambah, maka jaringan lemak semakin banyak yang mengubah testosteron menjadi estrogen. Peningkatan level estrogen ini bisa memicu mood swing dan juga rasa mual. Sementara itu, jika gejala sulit tidur juga muncul pada ayah, maka hal ini disebabkan karena para ayah juga mengalami kurang tidur.


Jam tidur mereka terpotong karena sang istri pada awal kehamilan juga sulit tidur, sehingga sebagai suami yang baik ia wajib menemani sang istri saat ia tak bisa tidur dan mengalami ketidaknyamanan. Hal ini juga berpengaruh pada waktu tidur suami yang berkurang karena menemani sang istri. Hal ini juga terjadi terkait perubahan kadar hormon seperti prolaktin, kortisol, estradiol dan testosteron. Hormon prolaktin biasanya terkait dengan ibu menyusui, tapi hormon ini bisa hadir di dalam tubuh ayah.


Gejala Morning Sickness pada Ayah

__ADS_1


Beberapa gejala lain yang muncul jika suami mengalami morning sickness antara lain:


Gangguan pencernaan.


Adanya perubahan pada berat badan.


Sembelit atau diare.


Sakit kepala dan sakit gigi.


Terjadi peningkatan atau penurunan nafsu makan.


Perubahan suasana hati.


Gatal di kulit serta insomnia.


Langkah pertama yang bisa dilakukan untuk mengatasi morning sickness pada ayah adalah dengan melakukan olahraga bersama istri, atau ayah dan istri bisa mencoba relaksasi dengan pijat, atau melakukan kegiatan lain yang membuat rileks. Para istri juga harus memahami bahwa meski calon ayah tidak membawa bayi di perutnya, tetapi mereka bersimpati dan merasa terlibat mendalam dengan kondisi istri.


Selain itu, para suami yang mengalami morning sickness sebaiknya menghindari makanan padat hingga muntahnya berhenti, yaitu minimal selama 6 jam.


Jika cukup parah, maka coba konsumsi obat antimual. Muntah yang cukup sering diduga menimbulkan iritasi di kerongkongan yang disebabkan oleh gesekan dari makanan atau asam lambung yang naik.


"Tuh lihat. Di akhir kata ada kata-kata harus memeriksakan diri. Jadi ayo kita ke rumah sakit dan memeriksakan kakak, nanti kita minta obat anti mual." Oceh Dira dengan tegas. Sedangkan Arya semakin gemas dengan Dira, karena melihat tingkah lucu Dira.


"Iya iya, Sayang. Nanti kita ke rumah sakit, sekarang kamu makan dulu karena aku sudah masakan ikan salmon untuk kamu," balas Arya sambil mendorong Dira keluar dari kamar mandi. Arya mendudukkan Dira di atas ranjang dan setelah itu mendekatkan nampan yang tadi dia bawah, Arya juga membuat makanan yang sangat sehat untuk ibu hamil.


"Kakak gak perlu kayak gini terus. Kakak lagi sakit, jadi biarkan bibi yang memaksakan makanan untuk Dira. Lagian kakak juga harus kerja kan, jadi biarkan bibi saja yang masak." Protes Dira sambil mengelus pipi Arya.

__ADS_1


"Tidak! Aku akan membuat makanan utuk kamu setiap hari. Aku ingin anakku suka dengan masakan daddy-nya, aku mau memantau semuanya sendiri. Pleaseee jangan larang aku Sayang, aku sangat suka melakukan ini."


Dira pun menghela napas kasar, Arya sudah tak bisa di ganggu gugat. Jadi Dira mau gak mau ya harus memenuhi keinginan Arya. Setelah itu Dira menatap Arya sangat lekat, ada keinginan untuk melakukan sesuatu. Tapi Dira bingung mau memulainya.


"Kak, aku mau tanya apakah boleh?" tanya Dira sambil membuka kancing kemeja Arya.


"Boleh, tanya saja."


"Kakak bosan ya, sama Dira? Kok Dira lihat, beberapa hari ini tak mau menggoda Dira. Apa karena Dira semakin gemoy, jadi kakak ifil?" tanya Dira sangat manja.


"Eh ... gak ada Kata-kata seperti itu, aku sangat ingin Sayang. Tapi aku juga takut, aku takut menyakiti kamu, apa lagi aku dengar kamu kemarin merintih sakit karena aku gak sengaja menyenggol payu*daramu." Sangkal Arya.


"Gak sakit kok, suer. Kalau sikap kakak seperti ini, Dira malah merasa gak di butuhkan lagi, jika kakak gak mau 'n e n e n' tapi baiklah jika memang gak mau. Mungkin memang Dira udah gak menarik lagi," ucap Dira dengan mata berkaca-kaca.


Sedangkan Arya semakin di buat bingung, dia sangat ingin tapi takut. Apalagi dia takut, benih-benih ke cebongnya nyerobot masuk dan membuat Dira kontraksi dini.


"Makanlah dulu, setelah makan aku mau minta nutrisiku. Tapi ingat, aku akan berhenti jika kamu sakit. Jadi kalau kamu mulai merasakan nyeri, langsung bilang agar aku bisa berhenti. Tapi aku mintanya, jatah atas bawah." Putus Arya sambil mengelus pipi Dira.


"Baiklah," ucap Dira sangat senang. Sedangkan Arya hanya menatap Dira dengan lembut, dia sangat suka jika melihat Dira doyan makan.


Sebenarnya aku takut. Tapi demi menjaga mood Dira, gak apa-apalah yang penting pelan-pelan.


.


.


.

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2