Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
S2 - Nasehat Seto


__ADS_3

"Ihhhh .... ngeselin banget sih kamu, Vano! Pokoknya aku marah, awas saja kamu Vano. Aku akan datang ke sana, dan akan aku jambak jambak itu Lessy. Aku gak percaya kamu pergi latihan, pasti kamu pergi dengan Lessy!"


Dengan sangat cepat, Alena mengambil tas nya. Alena ingin mencari Lessy, dan membuat perhitungan dengan dia. Cukup Alena di buat kesal saat Lessy minta antar Vano ke UKS, untuk sekarang Alena akan menjaga Vano agar gak di ambil orang.


"Lena, kamu mau kemana? Keliatan kamu lagi marah, memangnya kenapa?" tanya Seto saat melihat anaknya itu keluar dengan mata berkaca-kaca.


"Lena mau ke tempat, Vano."


Seto yang merasa curiga akhirnya memandang anaknya dengan seksama. Seto takut anaknya kembali membuat Vano susah, hingga membuat dirinya malu dengan Vano.


"Len ... sini sama Papa sebentar, Papa mau bicara sama kamu. Apakah kamu bisa meluangkan waktu sebentar, Nak?" tanya Seto sangat lembut.


Seto yakin 100℅ jika Alena akan berbuat hal yang bisa membuat malu Vano, dan Seto gak mau itu terjadi.


"Tapi, Pa—"


"Kok gitu sih, kamu gak mau bicara sama Papa lagi? Ya sudah kalau kamu gak mau bicara sama Papa lagi, silahkan kamu pergi." Seto terpaksa pura-pura marah dengan Alena. Jika tidak seperti ini Alena gak akan bisa di cegah, bahkan akan terus berangkat.


"Iya, Lena akan dengarkan Papa dulu. Tapi, cepat ya. Lena mau bertemu Vano, dan Lena gak mau terlambat." Seto hanya mengangguk saja.

__ADS_1


Setelah itu mereka memutuskan untuk pergi ke belakang rumah, agar mereka bisa berbicara dengan tenang tanpa ada yang mengganggu.


Setelah mereka duduk, Seto dapat melihat jika anaknya ini terlihat bimbang. Seakan ada yang membuat dia gak fokus sama sekali, dan Seto gak suka jika Alena seperti ini.


"Len, Papa boleh tanya sesuatu?" Alena pun langsung menoleh ke arah Seto.


"Boleh, kalau bisa cepat Papa. Lena gak mau ketinggalan Vano, ayolah."


Seto langsung menghembuskan napas kasar. Anaknya yang penurut sekarang berubah, menjadi seperti Sekar. Entah kenapa Seto melihat Alena sangat mirip dengan Sekar, yang selalu bersikap ceroboh.


"Baiklah, Papa akan mempercepat semua. Apakah kamu ada hubungan dengan, Vano?" tanyanya sambil memandang putrinya itu.


"Ke—kenapa Papa tanyakan ini, jelas Alena gak ada hubungan dengan Vano. Alena dan Vano hanya berteman, tapi kenapa Papa bertanya seperti ini?" tanya Alena sangat gugup.


Sebenarnya Alena sangat ingin menunjukkan hubungan ini, tapi dia ingat ucapan Vano. Jika dia gak mau hubungan ini di publik dahulu, sampai Vano benar-benar sukses.


"Baguslah kalau seperti itu. Bukan apa-apa ya, Nak. Kalian itu saudara, dan papa gak mau kalian ada hubungan. Kalian itu sepupu, jadi Papa gak mau sampai kalian menjalani hubungan," ucap Seto yang membuat Alena terkejut.


Alena memperlihatkan wajah yang sangat gak bersahabat. Alena gak terima dengan ucapan Seto, hingga Alena membandingkan dirinya dengan Alisya.

__ADS_1


"Kenapa gak boleh? Kan kak Alisya dan kak Ardi juga sepupu, masa Lena gak boleh?" tanya Alena dengan nada protes.


"Jangan samakan kamu dengan, Alisya. Karena Alisya bukan anak kandung Papa, dan mereka sama sekali gak ada hubungan keluar Alena. Jadi Papa harap kamu bisa memahami apa yang Papa ucapkan," balas Seto sangat tegas.


Alena begitu kesal, tapi Alena mencoba menahan. Alena gak mau Seto curiga dengan hubungannya dengan Vano, bahkan Alena juga mulai paham, kenapa Vano melarang dia untuk mempublikasikan hubungan mereka.


Jadi ini sebabnya Vano melarang aku mempublikasikan hubungan ini. Ternyata Vano takut Papa gak merestui hubungan kami, kalau seperti ini akan makin sulit. Apakah aku bisa bersatu dengan Vano, jika Papa saja gak setuju. gumam Alena sambil terus menatap Seto.


"Len ... apakah kamu paham dengan ucapan, Papa? Papa harap kamu bisa mencerna ucapan papa, dan untuk masalah perilakumu. Maaf Papa koreksi sedikit." Alena hanya bisa mengangguk saja, dan kembali mendengarkan ucapan Seto.


"Jangan terlalu mengekang seorang lelaki, karena sikap seperti itu akan membuat orang bosan. Vano punya kehidupannya sendiri, dan dia butuh privasi. Jika setiap Vano pergi kamu melarang, jangan pernah menyesal jika nanti Vano bosan denganmu," ucap Seto menasehati anaknya.


Alena hanya terdiam dan mencerna ucapan Seto. Sungguh ucapan Seto langsung menusuk hatinya, bahkan masuk ke relung hati langsung.


.


.


.

__ADS_1


. Happy Reading


__ADS_2