Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
Season 1 - 95 RUMAH BARU ADALAH PILIHAN YANG TEPAT.


__ADS_3

Drreett ... Drreett ... Drreett....


Bunyi suara ponsel milik Arya pun berdenting sangat keras, namun salah satu dari mereka tak ada yang mau menjawab panggilan tersebut. Hingga beberapa menit kemudian, bunyi dentingan ponsel kembali terdengar hingga berkali-kali, dan membuat tidur Dira terganggu.


Dengan sangat malas, Dira membuka matanya dan langsung mencari keberadaan ponsel Arya. Namun saat Dira akan berdiri, Arya langsung menarik tubuhnya, hingga Dira mengurungkan niatnya.


Setelah itu memandang wajah Arya, yang tertidur dengan raut wajah yang sangat polos. Dira mengelus pipi Arya dan meliat bertapa aktif bibirnya menyedot dada Dira. Bahkan Dira sampai heran, apa yang Arya sedot. Toh ini hanya sepucuk, daging kismis.


"Kamu seperti bayi yang kehausan, Kak. Kamu sangat kuat meminumnya hingga aku merasakan tarikan yang kuat, semoga jika kamu punya anak gak kaya gini," gumam Dira dengan tersenyum lembut. Dira sangat suka jika Arya meminta jatah susu , memang terlihat sangat konyol dan gak masuk akal tapi Dira suka seperti ini.


"Apa waktu bayi kamu belum puas minum ASI mama Dinda, hingga sekarang kamu meminta ASI padaku. Eh ... Tapi aku lupa satu hal, aku gak ada ASI," ucap Dira sangat lirih.


"Tapi anehnya, sehari gak melihat dia menyusu. Seperti ada yang hilang, apa aku sudah terbiasa jadi gak enak kalau kak Arya lupa dengan empeng elastisnya?" Dira pun tersenyum geli. Bahkan setiap hari Dira tak pernah pakai Bra, karena Arya selalu melarangnya.


Namun tak lama setelah itu, Dira kembali terusik dengan suara dentingan ponsel milik Arya. Dengan cepat Dira mengambil ponsel Arya, hingga puti*ng Dira terlepas dari mulut Arya. Namun dengan cepat Arya mencari asupan gizinya itu, Dira yang tau Arya mencari putih*ngnya pun langsung kembali ke posisinya seperti semula dan menyodorkan daging mungil itu lagi.


Sedangkan Arya yang sudah kembali mendapatkan nutrisinya pun, langsung tertidur lagi dengan menyedot kuat benda kecil itu.


"Pelan, Kak!" Pekik Dira saat merasakan Arya mengigit Puti*ng nya. Setelah itu Dira langsung mengangkat panggilan dari Seto, karena daritadi Seto lah yang menelpon.


"Woe, bangung! Ini sudah siang, apa kamu gak perduli dengan perusahaan?" Teriak Seto sangat kesal. Sedangkan Dira terkejut dengan ucapan Seto, karena baru kali ini Dira mendengar Seto memanggil Arya dengan kata-kata 'Woe'


"Jangan mentang-mentang aku ini sahabat yang bisa di andalkan, terus kamu seenaknya memerintah aku sesuka hatimu dodol! Masalahku sudah menumpuk gara-gara Sekar, jadi please jangan nambahin bebanku. Urusanku di perusahaanmu sudah selesai, aku mau urus tingkah Sekar sekarang!" teriak Seto lagi.

__ADS_1


Ooo ... Jadi kak Arya sahabatan dengan Seto, jelas kadang aku melihat Seto bersikap seperti seorang yang kenal. Bukan seperti bawahan dan atasan, jadi ini di balik semuanya. gumam Dira dalam hati.


"Seto ini aku, Dira." Seketika Seto terdiam membisu. Seto tak tau jika yang mengangkat panggilannya adalah Dira, padahal dia terlanjur marah-marah.


"Maafkan saya, Nyonya," balas Seto sangat sopan. Bahkan suara Seto berbeda dari yang tadi.


"Kamu gak perlu sesopan itu. Tadi kamu bisa bilang Arya, kenapa ke aku selalu Nyonya, sih? Aku gak setua itu, hingga di panggil nyonya!" ucap Dira sangat jengkel.


"Baiklah, jika itu maumu. Sekarang aku tanya, kemana Arya? Tugasku sudah menumpuk, dia malah enak-enak tanpa memikirkan kantor. Bahkan terhitung hampir sebulan lebih!" balas Seto tanpa menyebut Nyonya. Karena Seto berpikir sudah terlanjur ketahuan, buat apa di sembunyikan lagi.


"Tapi apa perlu kamu teriak-teriak seperti tadi? Walaupun kak Arya salah, tapi gak usah teriak seperti tadi. Lagian kamu juga tau kan, kita habis ke Bali? Setelah dari Bali, kak Arya di penjara. Jadi mana bisa urus perusahaan?" jawab Dira dengan ketus. Dira sangat tak terima jika suaminya di bentak-bentak seperti tadi.


"Honeymoon itu satu mingguan Dira! Ini hampir sebulan lebih, itu namanya bukan Honeymoon, melainkan pindah rumah!" balas Seto yang juga tersulut emosi. Sedangkan Arya, dia masih asik dengan dada Dira.


"Terserah! Pokoknya Arya sekarang gak bisa di ganggu, dia lagi memulihkan staminanya. Jadi jangan ganggu kami lagi!" Setelah itu Dira langsung mematikan ponselnya, dengan kesal.


"Eeemm...." Lengguh Arya saat merasakan sentuhan lembut di atas pipinya. Arya sedikit demi sedikit membuka matanya, dan langsung memandang Dira.


"Morning," ucap Arya dengan tersenyum. Sedangkan Dira langsung tersenyum lebut, dan merapikan rambut Arya yang berantakan.


"Aku membangunkan kamu, kak? Maaf, tapi tanganku ingin sekali membelai pipimu ini," balas Dira sedikit bersalah. setelah itu Arya tersenyum sangat manis, dan mendudukkan dirinya.


"Enggak, aku memang bangun dengan sendirinya. Apa kamu capek saat aku terus menyusu?" Tanya Arya di luar topik.

__ADS_1


"Tidak! Aku sama sekali tak capek, lanjutkan jika kamu masih merasa kurang. Ini milikmu, jadi terserah mau sampai kapan kamu meminumnya. Kecuali jika kamu bosan, kak," balas Dira dengan lembut.


"Aku gak akan pernah bosan, Sayang," Jawab Arya dan kembali membenamkan bibirnya di pucuk dada Dira.


Namun tak lama kemudian acara menyusui bayi pun terganggu dengan ketukan pintu dari luar. Dengan cepat Arya melepaskan dada Dira, dan Dira langsung membenarkan bajunya itu.


"Siapa?" teriak Arya sangat kesal. Karena ada saja gangguan, padahal dia masih ingin bermanja-manja.


"Ini Emakmu dodol! Kamu mau sampai kapan menyita menantuku, Mama ada perlu sama Dira. Cepat keluarkan dia, lagian ini juga sudah siang," balas Dinda dengan dongkol di balik pintu.


"Fu*ck! Selalu saja ganggu, gak bisa gitu bikin anaknya tenang dan menikmati masa pengantin baru?" Oceh Arya sangat tak suka. Sedangkan Dira langsung mencium bibir Arya, agar dia lebih tenang.


"Gak boleh gitu, dia itu Mamamu. Jika gak ada Mama, mungkin kita gak akan bersatu juga kan?" ucap Dira yang memenangkan Arya. Dira gak mau sampai suaminya durhaka pada orang tuanya, apalagi itu sangat di benci Allah.


"Terserah, deh!" Ngambek Arya. Ingin sekali Dira membujuk suaminya, tapi teriakan Dinda membuat Dira mengurungkan niatnya.


"Iya sebentar, Ma. Dira mandi dulu, Mama tunggu di ruang tamu saja," jawab Dira dan bergegas pergi ke dalam kamar mandi, tanpa memperdulikan Arya yang masih menggerutu.


"Huu! Ganggu saja. Sepertinya rencana rumah baru harus aku wujudkan, aku gak mau di ganggu terus saat mesra-mesraan!"


*


*

__ADS_1


*


Happy Reading


__ADS_2