Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
S2 - My Spoiled Family : Kebahagiaan Sesaat


__ADS_3

Kini Dira sudah sampai di rumah Dinda. Dengan sangat senang Dira memasuki rumah, tanpa di halangi penjaga lagi.


Sebelum Dira sampai, Seto sudah memberi tau penjaga untuk membiarkan Dira masuk.


"Mbak Dira," ucap bik Asih.


"Bibik!"


Bik Asih pun langsung mendekati Dira, dan memeluk Dira sangat erat. Bik Asih merasa sangat kasihan dengan Dira, apalagi melihat pengorbanan Dira demi menemui Arya.


"Bibik kangen dengan, Mbak Dira. Bagaimana kabarnya, dan Baby-Twins? Bibik Kangen mereka," ucap bik Asih.


"Saya baik, Bik. Baby-Twins juga baik-baik saja, mereka sudah bisa jalan sekarang," balas Dira sambil menangis.


Namun tak lama setelah itu, bik Asih menyadari sesuatu. "Mbak Dira, hamil?"


"Iya, Bik. Sudah delapan bulan," balas Dira sambil tersenyum haru.


"Ya Allah, Mbak. Semoga kalian bisa bersatu lagi, dan menjadi keluarga yang bahagia," ucap bik Asih.


"Amin ... oh ya Bik, di mana kak Arya di rawat? Aku ingin menemui kak Arya, aku sudah sangat merindukan dia," ucap Dira sangat berbinar.


"Di kamar kalian dulu, Mbak. Di sana ada mbak Lisma, dan Mas Seto. Daritadi mereka di sana, Mbak langsung saja kesana," balas bik Asih.


Setelah itu Dira langsung pamit ke kamar mereka dulu. Dengan langkah yang pasti, Dira langsung masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu dahulu.


"Set ...." Dira pun langsung terbelalak melihat pemandangan di depannya itu.

__ADS_1


"Mbak Dira!" Lisma langsung menyembunyikan wajahnya di bantal sofa. Lisma sangat malu saat ketahuan berciuman dengan Seto, di saat dia kalah main Game.


Ahhh ... ini gara-gara ide sialan dari mas Seto. Jika mas Seto gak mengajukan hukuman seperti itu, aku gak akan malu seperti ini. Mungkin saja, mbak Dira menganggap aku murahan. gumam Lisma.


"Dira, bisa gak ketuk pintu dulu!" seru Seto sangat kesal. Seketika ingatan masa lalunya terniang, di saat Seto mengejeknya dulu.


"Tidak nyonya, hanya ... maaf saya melihat anda sedang menyusui seorang bayi, dan masalah rekaman CCTV hanya sampai ruang tamu bukan sampai kamar. Tapi sepertinya Tuan suka melakukan itu di ruang tamu," Dira sengaja mengulang apa yang di ucapkan Seto dulu.


Dira ingin balas dendam, karena dulu Seto membuatnya malu dengan ucapannya yang terlalu vulgar.


"Sepertinya ada seseorang yang ketularan omes, dan tanpa tau tempat ya? Dulu siapa yang suka ngejek aku, hingga aku merasa sangat malu ya?" ejek Dira sambil berjalan masuk.


Seto terlihat sangat memucat, saat mendengar ejekan Dira. Seto juga gak menyangka akan seperti ini, dan berakhir di ejek balik oleh Dira.


"Apaan sih, beda tau. Kamu dulu menyusui bayi gerang, sedangkan aku hanya berciuman. Itu beda Dira." Elak Seto.


Namun setelah itu Seto langsung terbelalak saat melihat perut buncit Dira. Walaupun Dira memakai baju longgar, tapi Seto dapat melihat jika Dira sedang hamil.


"Kamu hamil, Dira?" tanya Seto.


"Menurutmu, bagaimana?" Dira bertanya balik.


"Hamil lah. Tapi apa itu anak Arya, atau ...." Belum sempat Seto melanjutkan ucapannya, Dira langsung melemparkan tasnya itu tepat ke muka Seto.


Bruukk ....


"Aduh, sakit Dira!" seru Seto yang kesakitan.

__ADS_1


"Rasain! Sapa suruh nuduh aku tidak-tidak, sudah tau suamiku kak Arya. Jelas aku hamil anak kak Arya," balas Dira sangat ketus.


"Sial, tokcer juga itu burung Lucknut!" umpat Seto. Namun setelah itu Dira mengusir Seto, karena dia ingin bersama Arya tanpa mau di ganggu.


Seto pun menurut, dan membawa Lisma keluar. Setelah itu, Dira mendekat ke arah Arya yang masih setia memejamkan mata. Dira mengelus lembut pipi Arya, dan menciumnya.


"Hai, Kak. Bagaimana kabarmu, apakah baik-baik saja?" tanya Dira sambil menangis.


Setelah itu Dira langsung mengambil handuk kecil yang ada di dalam baskom. Dira mengusap wajah Arya agar terlihat segat, seperti biasanya.


"Aku merindukanmu, Kak. Cepat bangun, dan kembalilah padaku. Apa kamu gak mau menemani aku lahiran?" tanya Dira sambil mengusap wajah Arya dengan lembut.


"Peganglah, Kak. Dia sangat ingin di sentuh Daddy-Nya." Dira pun mengambil tangan Arya dan menaruhnya di perut Dira.


Terlihat anak yang ada di dalam kandungannya merespon tangan Arya. Bahkan baby yang ada di dalam langsung bergerak-gerak, saat Arya menyentuh perutnya.


"Lihatlah, dia merespon Kak. Dia tau jika Daddy-Nya ada di dekatnya, jadi aku mohon sadarlah. Kami sangat membutuhkan kamu, Kak." ucap Dira sekali lagi.


Namun baru saja dia merasakan kebahagiaan, tapi tiba-tiba semua sirna saat mendengar teriakan seseorang dari belakangnya.


"Keluar!"


.


.


.

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2