Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
Season 1 - 105 Lactamil 30 dus


__ADS_3

Setelah menemukan supermarket, Arya dan Dira langsung berbelanja buah-buahan. Dira memilih buah yang dia suka, karena akhir-akhir ini dia sangat suka yang asam-asam.


"Kamu mau buah apa, Sayang?" tanya Arya sambil membawa troli. Daritadi mereka hanya keliling-keliling melihat apa yang mereka inginkan, tapi masih belum dapat apa-apa.


"Aku mau Mangga, Melon, Strawberry, Anggur, Apel, Pir, Plum, Pomegranate, buah Naga, itu yang buat salad kak. Sedangkan yang buat rujak dira mau jambu Kristal, Pepaya, Mangga muda, jambu Merah, kurasa itu sudah cukup," balas Dira dengan semangat. Sedangkan Arya langsung geleng-geleng, karena Dira memilih buah yang begitu banyak.


"Apa nanti kamu bisa habiskan? Kakak gak mau buang-buang makanan loh ya, tapi jika kamu sanggup memakan semuanya gak apa-apa," ucap Arya dengan tersenyum.


Sedangkan Dira langsung mengeluarkan jurus andalannya, yaitu memasang wajah sangat imut. Hingga Arya tak akan bisa menolak dengan imutan, Dira.


"Ayolah Kak, aku ingin itu semua. Aku janji pasti habis kok, suer," jawab Dira sangat manja.


"Baiklah Nyonya besar, apapun yang kamu mau silakan beli. Tapi buah Plum, apa enak di buat salad?" tanya Arya sedikit heran. Karena baru kali ini dia mendengar, buah Plum di buat salad.


"Plumnya nanti buat rujak saja. Ayok ke sana Kak, aku ingin makan daging yang banyak. Di kepalaku sudah banyak sekali menu makanan yang enak-enak, nanti aku minta bibik masak sup daging," ucap Dira dengan senang.


"Tapi buahnya belum di ambil, Sayang!" Protes Arya. Bukan apa, Dira belum juga memasukkan buah yang dia inginkan tapi sudah pindah tempat untuk mengantri daging.


"Kamu ambilin dulu, aku gak mau kehabisan buntut sapi!" balas Dira sambil teriak.


"Dira, Dira, hamil kok malah doyan makan. Tapi gak apa-apa sih, nanti aku jadi bisa lihat pipi gemoy dia kalau banyak makan." Arya pun langsung mengambil buah-buahan yang Dira inginkan.Namun saat Arya selesai mengambil buah, ternyata Dira masih mengantri daging.


Karena merasa bosan menunggu Dira, akhirnya Arya memutuskan untuk berkeliling sebentar. Arya bahkan melihat produk-produk susu ibu hamil. Arya melihat banyak merk susu hamil, hingga dia kebingungan sendiri mau pilih yang mana.

__ADS_1


"Mbak, boleh tanya? Ini yang paling bagus apa ya, soalnya saya gak mau anak saya kurang asupan kalau susunya gak bagus," tanya Arya pada penjaga supermarket.


"Semuanya sama, Pak. Yang membedakan hanya harga, biasanya semakin mahal harganya, semakin bagus kualitasnya Pak," balas mbak Supermarket.


"Kalau gitu saya ambil Lactamil saja. Karena saya liat nilai gizinya bagus yang ini, harga gak seberapa tapi banyak nutrisinya," putus Arya sambil tersenyum.


Setelah itu Arya langsung mengambil 30 kardus susu Lactamil yang ukuran 400gr. Dengan sangat semangat Arya mengambil semuanya, bahkan sampai ada ibu-ibu melihat tingkah Arya itu.


"Banyak sekali Pak beli susunya? Apa gak takut mubazir, lebih baik beli lima dulu Pak. Soalnya takut gak cocok," ucap seseorang yang ada di sebelah Arya.


"Terserah saya, lah. Uang-uang saya, ini juga untuk pertumbuhan anak saya. Jadi ya terserah saya," balas Arya dengan nada tak bersahabat. Setelah berkata seperti itu, arya langsung meninggalkan orang itu tanpa pamit. (Dudul, kamu kok keterlaluan sih. Itu orang bilang baik-baik loh, mulai keluar nie sombongnya 🤧)


"Nyesel aku bilang itu tadi, niatku hanya menginginkan apakah nanti istrinya cocok. Malah jawabannya gitu, dasar gak ada Ahlak!" celetuk seseorang tadi. Namun ucapan orang itu dapat di dengar Arya, dan membuat dia semakin mengerutu.


"Dasar orang aneh. Memang apa salahnya sih aku beli 30 kardus susu hamil, toh ini juga di minum bukan di buat mainan." Dumel Arya sambil berjalan ke arah Dira. Dira yang tau Arya sedang kesal pun langsung menghampiri Arya.


"Kakak! Ini apa-apaan? Banyak sekali susunya, bahkan rasanya banyak banget. Ini untuk siapa?" tanya Dira sangat terkejut.


"Ya untuk kamu lah, Sayang. Kamu jangan seperti orang tadi deh, aku ini ingin anak kita minum banyak nutrisi, jadi aku beli banyak susu untuk kamu. Tapi kelihatannya kamu gak suka, lebih baik aku balikin semuanya saja," balas Arya sambil merajuk.


Dengan cepat Arya putar balik, dan ingin membalikkan susu tersebut. Namun dengan cepat Dira melarang Arya, karena dia tau jika Arya sedang ada di modem ngambek.


"Eh.... Jangan di balikin. Dira suka kok, ayo kita ke kasir untuk bayar. Dira sudah selesai membeli semua yang Dira inginkan, Kakak gak cari apa-apa lagi kan?" tanya Dira yang berusaha meredam suasana gak enak itu.

__ADS_1


"Aku gak butuh apa-apa sih. Apa kamu sudah selesai, jika sudah kita pulang sekarang," balas Arya dengan tersenyum. Dira pun mengangguk dan menggandeng Arya menuju kasir, namun kemesraan mereka malah mengundang beberapa pandang orang untuk melihat mereka.


"Liatlah orang itu sangat beruntung. Tadi suaminya mencari susu hamil untuk istrinya, bahkan sampai berdus-dus. Aku jadi pengen punya suami kaya dia," Ucap seseorang di belakang Dira.


"Ya ampun otot lelaki itu sangat bagus. Andai dia suami ku pasti aku sangat bahagia, dan coba liat brewokannya sangat menggoda," celetuk remaja di samping Dira. Dira yang merasa kesal dengan mereka semua pun langsung bergelanyutan di tangan Arya sangat manja, tentu aksi Dira membuat semua orang iri.


"Selamat sore Bapak. Apakah sudah selesai belanjanya, terlihat banyak sekali ya belanjaannya?" Ucap mbak-mbak kasir. Dira yang melihat mbak kasir begitu ganjen pun semakin kesal, sedangkan Arya sama sekali tak melihat jika Dira berada di modem marah.


"Iya mbak. Ini istri lagi ngidam salad, jadi sekalian beli susu hamil juga biar sejalan," Jawab Arya dengan senyuman yang membuat Dira makin panas.


"Ternyata Bapak tipe cowok yang sangat perhatian, jadi ingin punya suami kaya bapak deh," Ucap mbak-mbak kasir lagi.


"Ya sana cari! Jangan omong doang dan modusin suami orang, banyak di luaran sana yang lebih perhatian dari suami saya," Celetuk dira tiba-tiba. Dira sangat marah, karena mbak kasir telalu kegatelan


"Sayang gak boleh gitu," Tegur Arya saat Dira memandang sinis mbaknya.


"Cih.. Belain itu mbaknya!" Gerutu Dira.


"Totalnya Rp.5.320.500, Pak," Ucap mbak kasir. Arya pun mengangguk dan memberikan kartu kredit ke mbak kasir. Setelah selesai membayar Dira langsung melengos pergi meninggalkan Arya sendiri, hati Dira sangat panas melihat Arya di kagumi banyak wanita. Sedangkan Arya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah dira yang gampang ngambek.


*


*

__ADS_1


*


Happy Reading...


__ADS_2