
"Bisa jelaskan sekarang, Arya Wiguna?" sindir Dinda saat mereka semua melakukan sarapan pagi. Sedangkan Arya langsung menghentikan acara sarapan, dan langsung bernapas berat.
"Kalian ini bahas apa sih? Apa gak bisa nanti, saat selesai makan?" Protes Ryant.
"Gak bisa!" Diam terpaku itu yang dilakukan Ryant saat Dinda mulai melotot, bagaimanapun juga Ryant gak mau kehilangan jatahnya karena sudah dua hari mereka tak melakukan hubungan.
"Ma," panggil Arya.
"Apa! Gak perlu bertele-tele, cepat katakan. Apa kamu sudah memutuskan hubunganmu dengan Fani?" tanya Dinda sekali lagi.
"Belum..."
Brakkk...
"Astaghfirullah, Ma. Jangan gitu, ini makanan pada syok melihat Mama marah. Lebih baik makan dulu, baru kita bahas," ucap Ryant yang berusaha mencairkan suasana.
"Gak bisa! Mama sudah bilang, putuskan hubungan mu dengan Fani atau Mama akan potong aset berharga mu itu!" Teriak Dinda sangat kencang. Bahkan bisa membuat gendang telinga pecah, secara langsung.
"Mama jangan egois, napa. Mama aku harus kumpulkan bukti, Ma," jawab Arya sambil mengatur emosinya.
Penjinak Mama hanya Dira, sebelum benar-benar di potong aset berharga ku. Lebih baik aku langsung hubungi Dira, agar dia bisa membujuk Mama. gumam Arya dalam hati. Dan tak lama setelah itu, Arya langsung mengirim pesan untuk Dira.
"Sayang, tolong suamimu ini. Aset berharga yang akan kamu miliki, akan di potong Mama. Jadi tolong cairkan suasana, agar kamu bisa terus menikmati surga dunia saat menikah nanti" ~ Arya
"Arya! Kamu dengar apa yang Mama bilang kan, apa kamu mau pura-pura dublek?" bentak Dinda sekali lagi.
"Ma, sabar. Ingat Mama punya asma, dan Papa gak mau Mama sakit..."
"Diam!" Diam secara mutlak. Ruang tak bisa membantu Arya lagi, karena ratu drama mulai bereaksi. Sedangkan Arya merasa gelisah saat Dira membalas pesan Arya, dengan nada bingung.
__ADS_1
"Maksudnya apa, Kak? Aset berharga? Surga dunia, saat menikah? Yang jelas dong Kak!" ~ Dira.
Astaga anak ini. Katanya pernah melakukan hubungan, tapi masa gak paham arti surga dunia. Ini memang polos atau pura-pura polos sih ini anak," geram Arya dalam hati.
"Dira, sayangnya kakak. Tolong bantu aku, karena Mama marah dan ingin menyunat kakak lagi. Jadi tolong bilang sama, nyai roro jongkok itu kalau kakak butuh waktu untuk mencari bukti tentang Fani!" ~ Arya
Brakkk...
Arya pun langsung terjingkat saat Dinda kembali menggebrak meja, mengelus dada itu yang bisa Ryant lakukan. Sedangkan Arya langsung melotot melihat Dinda, namun saat dirinya akan berbicara, tiba-tiba ponsel Arya berdering.
Alhamdulillah, akhirnya ngerti juga bocah ini mengerti juga. gumam dalam hati Arya. Tanpa tunggu lama, Arya langsung mengangkat telepon itu.
"Hallo, Dira. Tolong jelaskan sama Mama, apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang harus aku lakukan sebelum menyelesaikan semuanya," ucap Arya dengan keras agar Dinda dengar. Namun belum sempat Arya mendapatkan balasan dari Dira, ponsel yang dia pegang sudah hilang dan berpindah kelain hati.
"Mama,"
"Sayang, kamu kemana saja? Kenapa kamu tega sama Mama, apa salah Mama sampai kamu ninggalin Mama?" ucap Dinda panjang lebar. Bahkan Dinda nyerocos terus tanpa membiarkan Dira berbicara.
"Ma,"
"Iya Sayang, Mama akan dengar apa yang kamu ucapkan," balas Dinda dengan lembut.
Ck sama Dira aja lembut, sama anak sendiri ngatain anak kodok. Memang benar-benar pilih kasih, awas saja setelah menikah Dira aku bawa kabur agar Mama nangis darah. gerutu Arya dalam hati.
"Ma, jangan terlalu keras dengan kak Arya. Apa yang di lakukan kakak, itu semua juga demi Dira. Jadi jangan membuat kak Arya semakin bingung," ucap Dira dengan lembut. Sedangkan Dinda merasa tak terima.
"Gak bisa gitu sayang, Mama hanya ingin kalian cepat menikah saja dan Arya segera lepas dengan Fani," balas Dinda.
"Ma, kak Arya belum memiliki bukti yang kuat untuk memutuskan kak Fani. Jika kak Arya langsung memutuskan hubungan, pasti kak Fani gak akan terima dan berbuat ulah. Jadi Dira mohon, percayalah dengan kak Arya," ucap Dira sekali lagi.
__ADS_1
"Fani buang saja ke laut, Mama gak suka dia," ucap Dinda dengan mencibirkan bibirnya.
"Mama, mau Dira kembali kan? Jika iya, tolong hargai keputusan kak Arya. Lagian Dira juga harus menunggu masa iddah, kalaupun harus menikah," balas Dira sekali lagi. Sedangkan Dinda akhirnya bisa mengerti, dan menyetujui semua keinginan Dira. Ini hanya karena Dira, tanpa Dira Arya sudah kehilangan aset berharganya.
Sedangkan Arya merasakan lega, saat mendengar perbincangan mereka. Dengan lahap akhirnya nasi satu piring habis, dan perut Arya terasa sangat kenyang.
"Akhirnya, bisa makan dengan tenang. Oh ya Pa, jadi lelaki jangan terlalu takut sama Mama. Nanti di ketawain kucinh," goda Arya sambil tertawa terbahak-bahak. Sedangkan Ryant yang merasa tersinggung, langsung melemparkan telur dadar dan mendarat tepat di muka Arya.
"Hahaha, sukurin. Kualat sama orang tua," ejek Ryant. Ingin rasanya Arya membalas, tapi dia tahan karena Arya sadar Ryant adalah orang tuanya.
Sabar...
.
.
.
Happy Reading
Hai aku cuma mau bilang, saya punya cerita baru judulnya. MENGEJAR CINTA SEORANG JANDA.
Mengisahkan tetang seorang lelaki berusia 19 tahun, yang mencintai seseorang janda beranak satu. Bahkan umur mereka berbeda jauh, dan selisih 6 tahun.
Demi mendapatkan cinta Malika, Adam rela meninggalkan semua fasilitas yang di berikan orang tuanya dan memiliki memperjuangkan cintanya pada Malika.
penasaran kita liat yuk 😍
__ADS_1