Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
Season 1 - 93 Sintal VS Arya


__ADS_3

"Mila kamu cantik banget sumpah. Kenapa sih kamu gak mau dandan kayak gini selama ini, padahal kamu cantik banget Mila!" teriak Dira yang terkagum-kagum.


Setelah dari pemakaman, Dira langsung menuju sebuah Mall untuk membelikan baju dan juga alat make up. Mumpung kartu kredit Arya ada di tangan Dira, jadi dia gunakan untuk merombak Mila.


"Kak, aku gak nyaman banget sumpah Kak. Ini seperti bukan diriku, ini juga kenapa ada belahan di paha? 😫" ucap Mila yang sangat minder.


"Ih ... Cantik tau Mila. Kamu itu terlalu minder kalau dalam berpakaian, kamu itu cewek jadi harus bisa dandan. Tapi jika kamu gak bisa, aku mau kok jadi penata rias kamu, biar ada cowok yang mau dengan kamu," balas Dira sangat antusias.


"Kak.. Aku gak mau cari cowok lain Kak, aku maunya Pras. Jika memang Pras bukan jodohku, ya sudah aku gak akan cari lain. Aku bakalan nunggu Pras sampai Allah menyatukan kita, aku yakin Pras hanya milikku," ucap Mila dengan lesu. Sedangkan Dira merasa sedih, karena Mila terlalu serius dengan Pras. Sedangkan Pras merasa tak enak hati, karena Mila terlahir dari keluarga terpandang.


"Kamu gak boleh gini, Mila. Pras sudah menikah, dan kamu gak boleh jadi perusak hubungan orang Mila," jawab Dira dengan nada sedih karena melihat sepupunya menjadi lemah, padahal dulu Mila anak yang sangat kuat.


"Siapa yang bilang kalau aku mau jadi pelakor sih, Kak? Aku itu mau nunggu Pras sampai dia sadar, bukan berarti Mila harus jadi perusak hubungan orang," Jelas Mila dengan jengkel. Sesakit apapun Mila, dia gak akan pernah menjadi pelakor.


"Lah trus kamu mau gimana?" tanya Dira sekali lagi.


"Ih ... Sudah Mila katakan, jika Mila akan nungguin Pras sampek dia sadar! Mungkin saja Pras bercerai, atau istri meninggal. Kan kalau gitu sudah jadi duda, gak papa aku menunggu dudanya Pras," jawab Mila dengan semangat. Sedangkan Dira langsung melongo mendengar penuturan Mila, dan di saat bersamaan pula Pras masuk ke dalam rumah.


"Maksudnya, kamu nyumpahin adikku meninggal?" ucap Pras yang keceplosan. Dia sudah terlanjur kesal, karena Mila berharap Zahra meninggal.


"Adik!" tanya Mila dengan penasaran. Sedangkan Pras bingung mau bicara apa lagi, dia keceplosan berkata jika Zahra adalah adiknya.


"Pras tolong jelasin. Apa benar dia adikmu, apa benar pras?" tanya Mila dengan menghampiri Pras. Namun sayangnya memang Mila tak pandai memakai sepatu hak tinggi, hingga yang terjadi Mila terjatuh sampai tersungkur.


Brukk...

__ADS_1


"Mila!" teriak Pras dan Dira bersamaan.


"Gak apa-apa. Ini hanya insiden kecil, jangan hiraukan," balas Mila dengan berusaha berdiri. Pras yang tak tega, akhirnya langsung menggendong Mila dan mendudukkannya di atas sofa.


"Apa kakimu, terkilir?" tanya Pras sangat khawatir.


"Tidak ... Tidak sakit, kok," balas Mila dengan cengengesan. Dira yang merasa gak di perlukan lagi, akhirnya memutuskan untuk keluar diam-diam dan memutuskan untuk ke ruang tamu.


Namun saat Dira baru sampai ruang tamu, tiba-tiba Arya berlari ke arahnya dan langsung memeluk tubuh Dira dengan erat. Tentu Dira terkejut karena mendapat serangan secara tak langsung, dari Arya.


"Kamu dari mana saja. Aku mencari kamu loh tadi di rumah, tapi kenapa gak ada? Kamu juga kenapa tiba-tiba pergi setelah menerima telepon Seto, kamu bikin kakak jantungan," bisik Arya dengan memeluk erat Dira.


"Ih ... Lepas tau gak! Jangan pernah minta peluk-peluk lagi jiga di luar kamar, pokoknya mulai sekarang gak ada peluk, cium, atau minta susu selain di kamar. Gegara kegiatan nakal kamu yang suka di sembarang tempat, membuat Seto melihat semuanya di rekaman CCTV waktu kita di Bali!" balas Dira sangat kesal.


"Maksud kamu apa, Dek?" tanya Sintal yang baru saja masuk.


"Dek, kamu beneran nyusui dia? Astaga dek, kamu ini mau aja di bodohin dia. Itu hanya akal-akalan dia supaya kamu nurut, pasti pakek acara memelas. Iya kan?" ucap Sintal sedikit mengejek Arya.


"Hei, jaga ya ucapannya. Terserah aku dong mau apa, toh dia istriku. Dia milikku, jadi mau aku nyusu sampai puas atau sampai molor itu puti*ng tak masalah! Yang masalah kamu sama Fani, karena kalian belum nikah. Pasti udah icip-icip, aku mah tau gayamu yang sok alim tapi udah merasakan kue bikang," celoteh Arya panjang lebar.


Sedangkan Sintal hampir saja tersedak oleh ludahnya sendiri, karena Arya tau kalau Sintal pernah cicipi Fani. Walaupun sekali, tapi itu tetap saja icip.


"Jangan ngada-ngada kamu, Arya. Minta aku bungkus itu mulut, agar bisa diam! Lagian kamu itu cewek apa cowok sih, mulut kok lemes banget!" balas Sintal sangat kesal. Sedangkan Dira semakin di buat pusing dengan mereka berdua, hingga Dira tak bisa menahan emosi.


"Stop! Bisa diam gak kalian ini, bikin aku tambah pusing! Kalian sudah besar tapi kayak bocah, apa waktu kecil kalian gak pernah bertengkar hingga sekarang suka banget Cekcok!" teriak Dira yang membuat mereka diam seketika.

__ADS_1


Sedangkan Pras dan Mila, yang mendengar keributan langsung keluar dari kamar Dira. Mereka bingung dengan suara ramai, Pras pikir ada maling atau apa.


"Kak, ada apa?" tanya Mila. Sedangkan kedua lelaki yang baru saja bertengkar langsung melongo melihat kecantikan Mila, bahkan mereka sampai terbengong.


"Ehem! Sepertinya ada orang yang ingin matanya di congkel, bisa-bisanya ada istri mata masih lirik yang lain!" Arya yang sadar di sindir, langsung mengalihkan pandangan pada Mila.


"Hey! Ngapain kamu di sini, dan apa ini? Apa benar ini sepupuku, astaga aku gak menyangka kamu bisa seperti ini. Pasti Dira yang merubah kamu, bener gak?" ucap Sintal yang terkagum-kagum.


Pras yang tau semua mata tertuju pada Mila, membuat Pras langsung melepaskan jaketnya dan menutup paha mulus Mila.


"Di larangan lihat area bawah, karena ini gak boleh di pertontonkan!" ucap Pras sangat posesif. Tentu sikap ini membuat Mila tersenyum, walaupun Pras milik orang, tapi dia masih perduli dengan Mila.


"Apa urusanmu? Sana pergi, urus istrimu. Bukannya kamu lebih milih Zahra, daripada Mila? Jangan karena Mila berubah kamu jadi tergoda, aku akan cekek kamu! Karena Mila juga adikku," balas Sintal sambil menarik tangan Mila.


"Jangan deket-deket suami orang. Sekarang ayo pulang, Kakak antar. Aku gak ikhlas kamu di antar dia," ucap Sintal sambil menarik Mila keluar. Bahkan Sintal sampai lupa pamit, karena sangking kesalnya dengan Pras.


"Sabar, Pras. Aku tau kamu juga bingung, tapi aku saranin. Lebih baik sudahi sandiwara ini, daripada kamu kehilangan Mila selama-lamanya." Setelah berkata Dira langsung pergi meninggalkan Pras. Begitu juga Arya,saat tau Dira pergi dia langsung mengikuti Dira dari belakang.


"Sial!"


.


.


.

__ADS_1


Happy Reading


...By. Nunuk Pujiati...


__ADS_2