Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
Season 1 - 113 Alfa Mahendra anak pak Hendra


__ADS_3

Arya dan dira kini sudah sampai di depan rumah bu Ratih, setelah menempuh perjalanan 2 jam karena terjebak oleh kemacetan.


Arya dan Dira sempat melongo melihat rumah yang di tempati bu Ratih. Rumah yang di huni sangat kecil, bahkan sama sekali gak layak huni.


"Kak, apa benar ini rumahnya? Kalau iya ini sangat kecil dan tak layak huni kak," ucap Dira yang tak percaya.


"Dari alamat yang di berikan Seto memang ini, Sayang. Lebih baik kita lihat saja ke dalam, aku dengar mereka sangat kesulitan," jawab Arya. Dira pun mengangguk pasti, dengan sangat takut Dira menggandeng tangan suaminya untuk mendekati rumah tersebut.


"Kamu takut, ya?" tanya Arya.


"Iya kak."


"Jangan takut, ada kakak di sini. Kakak gak akan pernah membiarkan kamu terluka, apa lagi di sini ada anak kita," ucap Arya sambil mengelus perut Dira.


Dira pun langsung tersenyum saat mendapatkan kehangatan dari perilaku Arya, dengan senyuman yang sangat lembut, Dira akhirnya menganggukkan kepala dan berjalan ke dalam pekarangan rumah bu Ratih.


Tok.. Tok.. Tok..


Arya mengetuk pintu rumah bu Ratih. tak selang beberapa menit, Arya dan Dira mendengar sahutan dari dalam rumah tersebut.

__ADS_1


"Sebentar."


Cklek...


Seorang wanita paruh baya pun keluar dari dalam sana, bahkan wajahnya terlihat sangat pucat. Sampai-sampai Dira merasa sesak di dalam hatinya, melihat wanita paruh baya itu.


"Selamat siang, Bu. Boleh numpang tanya, apakah benar ini rumah bu Ratih istri pak Hendra?" tanya Arya dengan ramah. sedangkan bu Ratih tersenyum manis dan membalas sapaan Arya.


"Selamat siang juga. Kalau boleh tau anda siapa ya, dan kenapa anda tau nama saya?" tanya balik bu Ratih.


"Perkenalkan, saya Arya dan ini istri saya Dira. Kami kesini mau melihat kondisi ibu dan anak ibu, kalau boleh tau kemana anak ibu?" tanya Arya sambil memperkenalkan diri.


"Sudah di bawah ke rumah sakit anaknya, bu? Kalau bisa lebih baik di bawa ke rumah sakit, takutnya kenapa-napa," ucap Dira. Ratih pun langsung menghela nafas kasar, dan sangat terlihat wajah sedihnya.


"Saya mau bawa Alfa berobat, tapi saya sama sekali gak punya uang. Ada sih sedikit, tapi nanti Alfa gak bisa minum susu kalau di buat berobat," ucap bu Ratih sangat lirih.


"Biarkan kami yang membawa anak anda ke rumah sakit, jangan perdulikan biayanya. Karena rumah sakit itu milik Papa saya, jadi jangan khawatir lagi," ucap Dira. Dira sangat tak tega melihat anak kecil sakit, apa lagi sampai tak bisa berobat.


"Tapi tunggu dulu. Kalian bisa kenal saya dari siapa, dan kenapa kalian juga mau membantu saya?" tanya bu Ratih penasaran. Karena bu Ratih baru melihat mereka, tapi sudah banyak menolong.

__ADS_1


"Saya mau membantu anda dan pak Hendra, saya juga akan berusaha membebaskan pak Hendra dari penjara. Tapi Ibu harus bersabar sebentar, dan kedatangan saya kemari untuk mengajak bu Ratih untuk pindah ke rumah saya untuk sementara waktu, sampai pak Hendra keluar dari penjara," ucap Arya dengan serius. sedangkan bu Ratih langsung berkaca-kaca mendengar perkataan Arya, Dira juga ikut terharu saat melihat bu Ratih ingin menangis.


"Apa kalian serius?" tanya bu Ratih.


"Saya serius, dan saya harap bu Ratih mau pindah ke rumah saya. di sana sangat nyaman dari pada di sini. Mau ya, Bu?" mohon Arya.


"Tapi apakah tidak merepotkan kalian? Saya takut menjadi benalu, saya juga gak mau menjadi beban orang lain," ucap bu Ratih. Sedangkan Dira langsung menggapai tangan Ratih dan menggenggamnya erat.


"kami sama sekali tak keberatan, dan buang jauh-jauh fikiran ibu tadi. Kami ikhlas lahir batin Bu. kami serius ingin menolong keluarga ibu," ucap Dira yang meyakinkan Ratih. setelah mendapat keyakinan dari Dira, akhirnya Ratih mau menerima tawaran Arya dan Dira.


"Baiklah saya mau."


.


.


.


Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2