Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
Season 1 -74 Dira vs Serlin


__ADS_3

Pagi hari pun telah tiba. Dira dengan semangat menata pakaian ke dalam koper karena hari ini mereka akan berangkat Honeymoon ke Bali, dan masalah Aira sudah diurus oleh Dinda.


Kemarin malam Dinda datang ke rumah Dewi untuk mengambil Aira, bahkan semua sepakat jika Aira akan diadopsi oleh Dinda dan Ryan. Sebenarnya Dewi juga ingin mengadopsi Aira, tapi saat Aira di suruh memilih, Aira lebih memilih Dinda dari pada Dewi.


"Cantiknya istriku," puji Arya sambil memeluk Dira dari belakang. Sedangkan Dira hanya tersenyum geli mendengar ucapan Arya.


"Kakak sudah siap?" tanya Dira.


"Sudah dong, kan mau Honeymoon jelas Kakak siap lahir batin. Apalagi nanti malam kita akan enak-enak di tempat baru, pasti rasanya berbeda," balas Arya sangat bahagia.


"Otakmu pikirannya, enak-enak mulu Kak. Apa gak ada hari tanpa enak-enak, capek tau buka kaki terus," jawab Dira sambil tertawa geli.


"Gak ada dong."


Lagi-lagi tangan Arya mulai nakal dan mendarat di bo*kong Dira. Namun tak lama kemudian terdengar dering ponsel dari saku Arya, dan mau tak mau Arya langsung mengeluarkan tangannya dari dalam baju Dira.


Dengan sangat kesal Arya mengambil ponselnya, dan melihat siapa yang menghubungi dia. Namun saat tau siapa orang itu, Arya langsung geram karena Serlin kembali menghubungi dirinya.


"Aku angkat telepon dulu, ya?" Dira pun mengangguk, dan Arya langsung keluar dari kamar untuk mencari tempat yang aman agara tak ketahuan siapa-siapa.


Arya gak mau Dira marah atau salah paham dengan semua ini, jadi Arya memutuskan untuk keluar.


"Maumu apa sebenarnya, Serlin!" Geram Arya. Arya benar-benar muak dengan kelakuan Serlin yang tiada henti mengganggu dirinya, entah masa lalu atau masa kini.


"Mauku hanya kamu! Kamu tega banget dengan aku Arya, aku selalu setia denganmu, tapi kamu malah menikah dengan orang lain. Aku gak terima Arya!" teriak Serlin di sebrang sana. Sangat terdengar jelas, jika Serlin menahan amarah yang begitu tinggi.


"Bukannya kamu yang mencampakkan aku, di hari pernikahan? Tapi kenapa sekarang kamu yang marah-marah gak jelas, seharusnya yang marah itu aku Serlin dan bukan kamu!" jawab Arya sangat marah. Arya sudah tak perduli jika Dira mendengar, karena Arya sudah tak tahan.

__ADS_1


"Iya aku salah. Tapi setidaknya aku gak pernah berpaling, aku masih setia sama kamu Arya," Jelas Serlin. Bahkan terdengar isakan tangis Serlin, di sebrang sana.


"Itu urusan kamu Serlin. Kamu berani meninggalkan aku, berarti kamu harus berani menerima kenyataan, kalau aku bukan lagi milikmu. Rasa cintaku sudah musnah bertahun-tahun lalu, jadi tak ada yang namanya kesempatan ke dua," ucap Arya sangat tegas.


"Tapi...."


"Gak perlu tapi-tapian! Asal kamu tau, cintaku sekarang hanya untuk istriku. Kami sangat bahagia Serlin, jadi carilah pengganti diriku yang bisa mengerti dengan pekerjaanmu itu. Aku memang egois melarang kamu kembali ke Jerman, tapi kamu lebih egois karena meninggalkan aku di atas pelaminan," ucap Arya sangat kesal.


"Tapi aku sangat berterima kasih sama kamu Serlin, karena kamu aku jadi menemukan cinta sejatiku. Dia adalah istriku. Lupakan aku dan bukalah lembaran baru," Perintah Arya sangat tegas. Sedangkan Serlin benar-benar tak terima, di perlakuan seperti ini.


"Gak mau! Aku gak mau mencari lelaki lain, aku pastikan kamu akan meninggalkan istrimu dan lebih memilih aku. Karena aku yakin kamu masih mencintai aku," ucap Serlin dengan percaya diri.


"Kamu salah Serlin. Aku sudah tak mencintai kamu lagi, di hati Arya sekarang hanya ada Dira Larasati bukan Serlina Elisabeth Deingri. Jadi kamu harus terima kenyataan itu!" ucap Arya sangat tegas. Namun tanpa Arya sadar, Dira sedari tadi ada di belakang Arya.


Dira merasa curiga, dan ada sesuatu yang di sembunyikan Arya. Karena tak biasanya Arya mengangkat telepon hingga jauh dari dalam rumah. Dira sempat marah tapi setelah mendengar perkataan Arya, Dira langsung mengulas senyum yang lebar.


"Kamu bohong Arya!" teriak Serlin yang masih menangis. Sedangkan Dira hanya tersenyum mengejek, karena ini adalah taktik yang sangat murahan menurut Dira.


"Kalau kamu gak percaya ya sudah. Tapi kenyataannya memang gitu, saya sekarang istrinya dan Kakak hanya masa lalu kak Arya saja. Jadi saya mohon jangan hubungi suami saya lagi, jika tak ada urusan pekerjaan yang sangat mendesak," jawab Dira sangat tegas.


Sedangkan Arya hanya diam seribu kata, dan tak bisa mengeluarkan perkataan apa pun karena saking terkejutnya. Dira yang pendiam sekarang berubah menjadi, macan betina.


"Oh jadi kamu istrinya? Dasar pelakor, kamu wanita murahan yang bisanya menghancurkan hubungan orang!" teriak Serlin sambil berteriak. Dira sedikit menjauhkan ponselnya karena suara Serlin terlalu melengking, dan memecahkan gendang telinga.


"Hapir jebol gendangku, Kak. Karena suara Kakak yang merdu itu, tapi Kakak gak perlu ngegas dan gak perlu mengatai saya pelakor. Karena Kakak sendiri yang meninggalkan kak Arya, bukan kak Arya yang meninggalkan Kakak karena saya," jelas Dira. Bahkan Dira sempat menampilkan senyuman jijik, dengan sikap Serlin.


"Tapi jika Kakak anggap saya pelakor gak apa-apa kok, tapi saya juga akan anggap kakak pelakor karena Kakak mau mengusik rumah tangga saya. Jadi sebelum Kakak malu, lebih baik Kakak urungkan niat jahat kakak itu!" Setelah itu Dira langsung mematikan ponselnya dan memblokir nomor Serlin.

__ADS_1


Dengan harap-harap cemas Arya melihat mimik muka Dira. Arya begitu takut, jika Dira marah dan tak jadi Honeymoon. Bahkan dalam hati, Arya terus mengumpat berharap Serlin pergi dari dunia ini.


"Sayang," panggil Arya sangat takut. Namun dengan cepat Dira menatap tajam Arya, hingga Arya tak berani berbicara lagi.


"Gak perlu sayang-sayangan!" balas Dira. Setelah itu Dira langsung mengembalikan ponsel Arya, dan tak lupa Dira menghapus sekaligus memblokir nomor Serlin dari ponsel Arya.


"Loh kenapa gak boleh sayang-sayangan? Kan kamu istri Kakak, jadi wajib kan sayang-sayangan?" Arya berusaha membuat suasana menjadi cair. Namun Dira masih ingin menggoda suaminya itu, dan ingin melihat wajah lucu Arya.


"Nanti di Bali, gak akan ada jatah ranjang. Kita hanya akan jalan-jalan, kalau Kakak menolak berati kita batal ke Bali!" Arya pun langsung melotot saat mendengar perkataan Dira.


"Kok bisa?"


"Itu hukuman karena Kakak telah berbohong sama dira! Kakak tinggal pilih saja ke Bali tanpa ada adegan ranjang, Atau aku akan ngambek dan Kakak aku pulangkan ke rumah mama Dinda?" Dira pun menahan tawa saat melihat wajah terkejut nya Arya. Sangat melas, tapi juga menggemaskan.


"Gak bisa! Lbih baik tetap ke Bali dari pada aku jadi duda yang di pulangkan, aku lebih memilih menahan hasrat," balas Arya sangat cepat.


"Bagus, anak pintar." Dira pun langsung pergi meninggalkan Arya. Sedangkan Arya masih memikirkan cara agar Dira bisa memaafkan dirinya.


"Sial!"


.


.


.


Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2