Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
Season 1 - 31


__ADS_3

Di lain tempat, terlihat Dira terus saja menangis tersedu-sedu sambil memasukkan baju dalam koper. Masih terngiang sangat jelas, apa yang di ucapan Dinda saat Dira menelpon orang rumah. Bahkan Dira sampai tak bisa menyangka, Arya bisa berbuat seperti itu sebelum menikah dengan Fani.


"Dasar, sialan, tukang tipu, lelaki baji*ngan, Breng*sek!" Itulah umpatan-umpatan lirih Dira saat ini. Bahkan Dira merasakan teramat begitu sakit, setelah mendengar kenyataan yang sangat pahit itu.


"Mbak Dira, saya mohon tunggu Tuan Arya dulu. Beliau bilang akan menjelaskan semuanya, tenang kesalahpahaman ini," ucap Pras yang baru saja masuk kedalam kamar Dira. Sebenarnya Pras senang jika bayi itu benar anak Arya, namun hati kecil Pras sungguh tak tega melihat Dira yang menangis terus-menerus.


"Penjelasan apa lagi? Penjelasan jika memang kak Arya akan memiliki anak, dan akan hidup bahagia?" tanya Dira dengan emosi yang tinggi. Bahkan di mata Dira, tersirat tatapan amat kecewa.


"Aku gak tau, Mbak. Tapi yang pasti, Tuan akan menjelaskan semuanya. Jadi saya mohon, tunggu Tuan sampai datang," mohon Pras dengan tulus. Seketika Dira langsung menggelengkan Kepala sangat cepat, karena Dira sudah menduga-duga apa yang akan di jelaskan Arya.


"Gak Pras, cukup aku gak mau menjadi penghalang mereka lagi. Di sini aku yang salah, aku yang gak tau diri, aku yang terlalu egois dan terkesan ingin memisahkan mereka. Seharusnya aku gak turuti semua keinginan Vano, dan tak seharusnya aku pakai hati untuk menjalani semua ini. Aku salah langkah Pras," ucap Dira tersedu-sedu. Hati Dira sangat teriris, seperti di sayat-sayat oleh sembilu.


Pras pun akhirnya ikut menangis melihat wanita yang dia cintai begitu rapuh, tanpa meminta izin Pars langsung merengkuh tubuh Dira sangat erat. Sempat ada pikiran Dira akan menolak pelukan Pras, namun dugaan Pras salah. Dira membalas pelukan Pras, sambil mencengkram kuat punggung Pras.

__ADS_1


"Aku benar-benar wanita yang tak setia, Pras! Aku wanita yang gak tau diri. Seharusnya aku sadar, suamiku baru saja meninggal dan aku sudah jatuh cinta dengan kak Arya. Aku sungguh berdosa," teriak Dira Sekencang-kencangnya. Bahkan Pras ikut merasakan sakit seperti Dira, di dalam hatinya.


"Menangislah, aku akan mendengarkan semua keluh kesahmu. Jangan di pendam sendiri, Dira. Lampiaskan semuanya, aku akan mendengarkan semua agar hatimu tenang, aku selalu ada untukmu," jawab Pras sambil menangis.


Sedari dulu Pras sangat tak bisa melihat orang menangis, apalagi jika itu orang yang dia sayang atau cintai. Bagi Pras kebahagiaan mereka lah, yang membuat Pras tetap tegar dan berhasil hidup sampai sekarang.


****


Setelah merasa tenang, akhirnya Dira duduk sambil meminum teh hangat buatan Pras. Di sini Pras sesekali menjelaskan, agar Dira tak menuruti hawa nafsu dan Pras juga mengingatkan akan nasip keluarga nanti.


"Karena saya ini juga menyangkut keluarga saya, jika Mbak terus bersikeras pergi. Keluarga saya yang terancam, karena hanya itu yang menjadi alasan Tuan Arya," jelas Pras. Sedangkan Dira langsung mendengus tak suka, saat Arya mengancam Pras dengan mengatasnamakan keluarga.


"Nanti aku yang akan bilang, kamu tenang saja. Terpenting sekarang aku mau pergi, aku gak mau mengganggu hubungan mereka lagi," putus Dira yang tak bisa di ganggu gugat.

__ADS_1


"Apakah mbak Dira tak ingin memberikan kesempatan ke dua, bagi Tuan Arya?" tanya Pras sekali lagi. Seketika Dira langsung diam dan menatap Pras dengan tatapan bertanya.


"Kesempatan apa? Jelas-jelas mereka akan memiliki anak, dan aku gak mungkin memisahkan mereka. Anak itu butuh orang tua, jadi aku akan mundur," jelas Dira sekali lagi. Bahkan kini Dira kembali mengemasi Barang-barangnya kembali, dan di masukan ke dalam koper besar miliknya.


"Aku mohon, setidaknya ini demi adikku. Dia masih butuh biaya untuk sekolah, dan aku gak mau Tuan Arya mencabut fasilitas itu." Dira sungguh terkejut saat Pras mulai memeluk kakinya, dan bersujud di kaki Dira. Seketika Dira langsung mendorong tubuh Pras, karena ini sangat tak pantas dilakukan. Pras lebih tua dari Dira, dan gak sepatutnya Pras berlutut di kaki Dira.


"Maaf aku mendorongmu, itu karena aku reflek. Seharusnya kamu gak seperti ini," jelas Dira sangat gugup.


Baru kali ini aku melihat Pras begini, apakah kak Arya terlalu mengancamnya? Jika iya, sungguh tega sekali kak Arya. Aku harus membicarakan ini, agar kak Arya tak memanfaatkan kepolosan Pras lagi. Jadi aku putuskan, setelah kak Arya sampai disini nanti. gumam Dira dalam hati.


.


.

__ADS_1


.


Happy Reading


__ADS_2