Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
season 1 - 68 selamat tidur sayang


__ADS_3

"Jadi gini Mamaku yang cantik. Dira putuskan akan tinggal di rumah mama Dewi dua minggu, dan tinggal di rumah mama Dinda dua minggu juga. Jadi setiap dua minggu Dira akan pindah dari sini kesana, dari sana kesini adil kan?" ucap Dira yang memberikan solusi.


"Untuk masalah Aira. Dira merasa kasihan dengan dia, dulu dia bekerja dengan Dira saat Dira ada di Malang. Dia di gaji pakek uang gak mau, dia selalu minta gaji dengan makanan saja. Sekarang Dira di sini pasti Aira terlunta-lunta di sana, jadi apa salah satu dari kalian ada yang mau adopsi Aira?" ucap Dira panjang lebar. Sedangkan kedua wanita paruh bayah itu kembali berebut, tentang adopsi Aira.


"Biarkan Aira, sama Mama saja!" Lagi-lagi mereka berdua berbicara bersamaan. Sungguh kepala Dira makin pening, jika salah satu dari mereka gak ada yang mau mengalah.


"Baiklah... Sepertinya nasip Aira akan sama seperti nasip Dira, saat Dira ada di rumah ini, Aira akan ada dirumah mama Dinda dan berlaku sebaliknya. Bagaimana?" tanya Dira sambil menatap penuh harap. Dan akhirnya mereka berdua menganggukkan kepala bersama-sama, dan menyetujui perkataan Dira.


"Fixs masalah selesai. Dira mau ke kamar, kepala Dira pusing ingin tidur saja," jelas Dira. Setelah itu Dira pergi meninggalkan mereka berempat dan masuk kedalam kamar.


Bak seekor anak ayam, Arya mengikuti Dira dari belakang. Sebenarnya Arya melihat Dira sangat pucat hari ini, tapi saat Arya ingin tanya tentang keadaan Dira. Arya selalu lupa, dan berakhir di ranjang.


"Kamu gak apa-apa, Sayang?" tanya Arya saat melihat Dira membaringkan tubuhnya, di atas ranjang.


"Gak apa-apa, hanya capek saja Kak. Kepalaku juga sakit," balas Dira lirih. Arya merasa bersalah, dan ikut naik ke atas ranjang.


"Aku pijitin kepalanya mau?" Dira pun langsung menggeleng, menolak tawaran Arya. Jelas Arya bingung, kenapa Dira menolak tawarannya.


"Kenapa gak mau?" tanya Arya sekali lagi.

__ADS_1


"Pasti akhirnya satu persen mijitin, sembilan puluh sembilan persen berakhir adegan ranjang. Kamu tau Kak? Kepalaku sakit gara-gara kamu juga. Apa kamu gak lihat mata panda ku? Ini hasil perbuatanmu tiga hari ini, yang selalu lembur setiap malam!" Dira berkata sambil menunjuk matanya yang seperti mata panda itu.


"Iya aku lihat, sebab itu aku tanya kenapa kok bisa gitu?" Ingin rasanya Dira mencekik Arya yang sama sekali gak peka. Di otaknya selalu berisi enak-enak mulu, dan menyu*su.


"Aku kurang tidur, kak!" ucap Dira yang sangat jengkel, karena Arya sama sekali gak peka dan tak berpikir.


"Ya tinggal tidur saja dong, Dira. Tidur kan gampang, tinggal merem langsung menuju pulau kapuk," jawab Arya tanpa dosa. Kesal itu yang Dira rasakan, bahkan emosinya sudah di ubun-ubun.


"Bagaimana bisa tidur kalau setiap Pagi, Siang, Sore sampai Malam, kamu minta jatah terus! Paling istirahat jika makan, dan mandi doang!" teriak Dira sangat kesal.


Sedangkan Arya yang merasa suara Dira, berada di volume full pun langsung membekap mulut istrinya itu. Arya takut jika suara Dira, terdengar orang lain.


"Tidurlah aku akan memelukmu, sampai kamu bangun." Dira pun tersenyum lembut. Rasanya sangat nyaman di peluk oleh Arya, pelukan cinta tanpa enak-enak.


"Kak kamu sudah suruh Pras jemput, Aira?" tanya Dira di sela-sela tidurnya.


"Sudah tadi dia langsung berangkat. Mungkin sekarang dia lagi di jalan, bersama pacarnya itu," balas Arya. Sebenarnya tanpa Dira berkata seperti itu ke orang tuanya, Dira sudah merencanakan jauh-jauh hari untuk menjemput Aira dan mengadopsinya jadi anak Dira. Tapi nyatanya, perebutan Dira tadi membuat Dira menawarkan Aira.


"Pras punya pacar?" Dira pun menatap Arya.

__ADS_1


"Punya. Dia pacaran dengan Tu Jo Mila sepupu kamu, tapi kadang aku melihat Pras seperti tertekan gitu," balas Arya sambil mengeratkan pelukannya.


"Namanya Milana Putri Abarsod, Kak! Bukan Tu Jo Mila, ngerti! Jangan suka ganti-ganti nama orang, aku gak suka Kakak seperti ini!" gerutu Dira sangat kesal.


"Aku lebih suka dengan muka kamu yang cemberut. Karena kamu begitu imut kalau lagi ngambek dan cemberut,boleh gak sih kakak cium bibir kamu itu?" tanya Arya di luar tema.


"Ciam cium, mulu. Nanti kalau bibir Dira dower, gimana? Kan gak lucu kak," rajuk Dira. Sedangkan Arya yang merasa gemas, langsung memeluk Dira bahkan menghujani Dira dengan kecupan hangat.


"Sudah tidur sana katanya ngantuk, jangan menggoda terus. Karena kalau aku sudah tergoda, kamu gak akan bisa tidur," ucap Arya.


"Itu dasarnya kamu napsuan, Kak." Kesal Dira. Setelah itu, Dira langsung membalikkan badannya dan tidur.


"Selamat tidur, Sayang," ucap Arya lirih. Setelah itu Arya turun dari atas ranjang, dan mengambil laptopnya. Arya mau mengecek kerjaan di kantor, karena sudah 3 hari ini dia tak pergi kekantor.


.


.


.

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2