Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
Season 1 - 63 Malam Pertama Gagal


__ADS_3

Kini Arya duduk di sofa sambil menahan malu, dan juga menahan marah. Marah karena di bohongi, malu karena jadi cowok kok bodoh banget.


Setelah Dira mengatakan jika Sintia adalah dirinya, dengan sangat kesal Dira kembali ke dalam rumah dengan menenteng high heels nya. Jangan lupa dengan hiasan rambut yang sudah berantakan, karena efek kaget di tarik Arya. Bahkan rupa ayu dan cantik Dira, berubah menjadi seperti kuntilanak yang acak-acakan.


"Kalian tega banget sih, sama aku? Apa kalian gak mikir, beberapa bulan aku mencari Dira. Setidaknya ngabarin dulu ,atau kirim surat gitu kek," omel Arya saat di kelilingi keluarga besarnya. Sebenarnya tuan Wiguna, ayah kandung Ryant juga ingin menghadiri pernikahan cucunya.


Namun kendala cuaca, akhirnya tuan Wiguna menunda dirinya untuk datang ke Indonesia. Beliau berkata akan datang lain waktu, jika Arya mulai berbuat ulah lagi dan lagi.


"Kalau aku bilang sama kamu, jelas selesai Dira pulang kamu udah ngebet kawin. Belum nikah aja udah mau kecolongan, jadi maaf saja aku sembunyikan dulu belahan jiwamu itu," ucap Sintal sambil terkekeh.


"Mama juga. Sudah tau Dira di mana, pakek acara ngambek segala dan ngancem-ngancem akan bunuh diri kalau gak nemuin Dira," omel Arya lagi. Sedangkan Dinda hanya tersenyum puas, melihat anaknya mendapatkan karma.


"Mama memang sengaja, karena biar kamu bisa mikirndan kamu bisa benar-benar merasakan apa yang ada dalam hatimu Arya. Dan satu lagi, Mama begini agar kamu dewasa," balas Dinda.


"Tapi Arya sudah dewasa, Ma," gerutu Arya saat mendengar ucapan Dinda.


"Dewasa itu bukan begitu, Arya. Kamu sama sekali tak bisa berpikiran dewasa, jika kamu dewasa gak mungkin kamu asal tarik Mawar. Untung saja Mawar gak baperan, dan lagi apa kamu tau perasaan Dira? Dia sakit hati Arya, apa kamu gak bisa melihat itu," ucap Dinda panjang lebar.


"Sebenarnya Mama mau jodohkan Dira dengan Pras, jika Dira menyerah. Tapi nyatanya dia juga tersiksa saat berjauhan dengan kami, jadi Mama batalkan semuanya," ucap Dinda. Namun ucapan Dinda membuat Arya syok, dengan niat Dinda.


"Tidak boleh!" Semua orang pun menoleh ke arah Mila. Mereka sangat bertanya-tanya kenapa Mila sampai berteriak, dan berkata seperti itu.


"Kamu kenapa, Mila?" tanya Angga.


"Pras hanya milik Mila, Om. Karena Mila gak ingin ada kesalahpahaman, Mila langsung umumkan di sini saja jika Mila dan Pras sudah berpacaran. Jadi Pras hanya milik Mila," ucap Mila sangat lantang.


Terkejut... Semua orang langsung terkejut mendengar ucapan Mila, tak luput juga dengan Arya. Ternyata Bodyguard, istrinya kekasih cewek jadi-jadian.


"Serius kamu, jadian sama cewek gila ini? Astaga Pras, apa gak ada cewek lain?" tanya Arya yang tak habis pikir.


"Bagaimana lagi, Tuan juga gak mau bantuin Pras dan dia juga pakek acara ngancem segala. Kan saya masih ingin hidup," jawab Pras.


"Aku nyesel pernah nyuruh kamu jagain Dira! Bagaimana jika Dira kenapa-napa, trus kamu gak bisa jagain. Sama cewek ini saja kalah, bagaimana dengan laki-laki." Arya pun menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Saya bisa saja melawan, cuma dia cewek Tuan. Saya gak tega." Mila pun berbinar mendengar perkataan Pras. Bagi Mila ucapan Pras tadi adalah bukti jika Pras juga suka Mila.


"Ihh... Pacar aku perhatian banget sih," ucap Mila dengan memeluk erat Pras. Sungguh Pras malu, tapi demi keluarganya dan kebaikan Mila dia mau berbuat seperti ini.


"Ayok bikin anak, yuk," ajak Mila dan semua orang pun terbelalak. Bagaimana tidak, jika seorang gadis berkata seperti itu di depan orang banyak.


"Mila!" bentak Angga. Angga benar-benar merasa malu saat keponakannya berkata seperti itu, setelah kepergian ayahnya. Mila menjadi gadis yang tak bisa di atur, sedangkan Mayang sibuk dengan perusahaan mendiang suaminya.


"Eh Om Angga... Maaf Mila keceplosan," ucap Mila dengan terkekeh. Bak orang gila, yang tak tau malu.


"Maafkan keponakan, Om ya Pras. Semoga kamu betah dengan anak ini," ucap Angga yang berusaha menyemangati Pras.


"Iya Om, gak apa-apa," balas Pras. Sedangkan Arya semakin geram, dan merasa di permainan keluarga mertua dan orang tuanya sendiri.


"Astaga, aku punya saudara. Tapi gak ada yang waras, Sintal belum selesai, nambah lagi si Mila," ucap Arya sambil memutar bola matanya.


"Mendingan cepat samperin istri kamu sana, dari pada ngedumel di sini. Dira udah ngambek dari tadi, karena dia udah merias diri selama 4 jam tapi kamu rusak dalam beberapa detik," ejek Sintal dan Arya pun mendengus kesal.


"Sono pergi gak perlu pakek mendengus gitu, aku juga mau pacaran dulu sama Fani," ucap Sintal sambil meninggalkan Arya.


"Baik, Pa." Arya pun menuju kamar Dira, dan semua keluarga memutuskan untuk berbincang di ruang tamu bersama-sama.


Tok Tok Tok


"Sayang... Buka pintunya dong, aku minta maaf. Jika aku tau itu kamu, gak akan aku berbuat seperti ini," ucap Arya sangat lembut dan memelas. Namun tak ada jawaban dari Dira, hingga Arya memutuskan langsung masuk. Karena memang pintu tak di kunci, ternyata.


Cklek...


Arya pun semakin merasa bersalah saat melihat Dira masih saja menangis, dengan keadaan meringkuk di depan cermin. Arya mendekati Dira, dan mulai memegang pundak Dira.


Hiks Hiks Hiks


"Sayang, sudah dong nangisnya. Nanti kamu di kira kuntilanak yang menangis di pojokan, apalagi gaun pengantin ini putih jadi makin mirip di tambah rambut kamu yang acak-acakan ini," ucap Arya sambil membenarkan rambut Dira. Bahkan Arya menjumputi satu-persatu jepit rambut yang melekat di rambut indah Dira, rambut pirang yang sangat menggoda iman.

__ADS_1


"Ka... Kak... Aku..."


"Astaghfirullah..." Arya pun langsung terkejut, saat Dira menoleh. Karena merasa aneh, Dira pun bertanya kenapa Arya kaget.


"Ka... Kamu, ken... Kenapa, Kak?" tanya Dira sesegukan. Sedangkan Arya semakin mundur, takut jika Dira bukan orang melainkan kuntilanak yang merupakan menjelma sebagai Dira.


"Kamu Dira atau bukan? Kalau kamu Dira, kenapa muka kamu seperti ini?" Dira yang merasa aneh langsung menoleh ke arah cermin. Dan betapa terkejutnya Dira, saat melihat dirinya sendiri. Make up yang luntur, hingga membuat mata Dira menjadi hitam pekat karena eyeliner dan maskara yang luntur.


"Kakak!" teriak Dira sangat kencang hingga membuat Arya terkejut.


"Iya, Sayang?"


"Tidur di luar! Kakak yang membuat aku jadi begini, aku benci kak Arya!" Dira pun mengambil Arya dan mendorong Arya hingga keluar, setelah keluar tanpa tunggu lama Dira langsung membanting pintu kamarnya.


Brakkk


"Sial!" gerutu Arya. Sedangkan Angga yang ketahuan sedang mengintip pun langsung menetralkan suasana, dan berpura-pura berjalan melewati Arya.


"Papa mau lihat burung Papa, kasihan belum Papa masukin. Nanti kedinginan kalau gak di masukan kerumah, kan sayang baru malam ini dia ada disini tapi di lupakan di luar," ucap Angga sambil berlalu. Sedangkan Arya bingung dengan ucapan mertuanya itu.


Maksudnya apa sih, Papa ini? Ambigu banget, tapi masa bodoh. Sekarang nasib aku harus tidur luar, gara-gara Dira. gumam Arya. Namun tak lama, Arya mendengar Angga kembali ber celetuk.


"Oh... Burungku sayang, burungku malang. Nasibmu tak seindah penampilanmu, sia-sia kau indah tapi tak di gunakan di saat yang tepat." Begitulah celoteh nya. Arya yang mulai paham arah sindiran Angga pun, memilih pergi dari depan pintu kamar Dira.


"Sial, malu-maluin aja," gumam Arya.


.


.


.


Happy Reading

__ADS_1


Notes: Ingat besok masuk, adegan aduhai jika yang belum cukup umur di skip aja ya 😄


__ADS_2