Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
S2 - Membawa Kabur Alisya


__ADS_3

Ardi berjalan mengendap-endap ke rumah Alisya. Tadi saat dia menghampiri Alisya ke UKS, ternyata Alisya sudah di bawa pulang oleh Lisma. Sedangkan Ardi takut orang rumah Alisya tau, jika dirinya masuk ke dalam kamar Alisya dan mengajaknya kabur.


Bukannya dia gak pernah datang kerumah Alisya. Hanya saja, sekarang Alisya bukan di rumah Eyang nya melainkan di rumah Lisma. Ardi takut, di gitak oleh Om nya sendiri karena membuat anaknya di sakiti.


"Aman, gak ada orang. Bisa masuk ini, tapi aku bingung dimana kamar Alisya. Masa aku harus masukin kamar satu-persatu, kan gak lucu," ucap Ardi sangat bingung.


"Ehem!"


"Shut ... jangan berisik, nanti ketahuan orang rumah kan berabe." Ardi membalas dehaman itu tapa melihat kanan-kiri nya.


"Ehem!"


"Sudah kubilang—"


Seketika Ardi langsung terbelalak, dan menyadari satu hal. Dia datang ke rumah Lisma sendiri, tapi kok ada suara orang lain.


Dengan gerak cepat, Ardi menoleh ke arah suara tersebut. Ardi langsung terjingkat melihat orang yang ada di depannya itu, dan menampilkan senyuman kikuk.


"He ... he ... he ... Kakak kok tau aku di sini, seperti detektif saja," ucap Ardi sambil garuk-garuk kepalanya. Ardi merasa dirinya seperti maling yang tertangkap basah, oleh sang pemilik rumah.

__ADS_1


"Bagus ya, kamu bikin adikku menangis. Cowok macam apa kamu ini, bisa-bisanya percaya sama orang tanpa percaya dengan Alisya!" Nadia pun langsung menjewer telinga Ardi hingga dia mengadu kesakitan.


Nadia gak perduli lagi dengan rintihan Ardi, yang dia tau hanya satu. Ingin menghukum Ardi karena gak mau percaya, dengan adik tirinya itu.


"Ampun Kak, ya Allah putus ini nanti telingaku. Ayolah Kak, aku akan minta maaf ini. Please aku mohon lepasin, sakit," balas Ardi memohon. Sungguh saat ini dia merasakan telinganya akan putus, apalagi Nadia menjewer telinganya sangat kencang.


"Gak mau, salah siapa cari gara-gara dengan Alisya. Sekarang dia ngunci diri di kamar, karena pihak sekolah ingin Alisya menikah dengan Mahen. Pokoknya aku gak mau tau, kamu harus selamatkan Alisya dari pernikahan tanpa dasar cinta ini!" Bentak Nadia sangat kencang hingga membuat Ardi trauma akan teriakan Nadia.


Nadia adalah anak yang bar-bar. Walaupun bar-bar tapi dia gak pernah sampai salah pergaulan, hanya saja mulutnya sangat tajam, suka marah, dan selalu bikin orang trauma dekat dengan dirinya.


"Iya, ini mau aku ajak kabur. Aku mau hidup berdua bersama Alisya, nanti masalah sekolah gampang, akan aku pindah kalau perlu. Aku masih ada uang tabungan cukup untuk kabur, nanti aku cari kerja gak perlu kuliah," jelas Ardi. Seketika Nadia melongo mendengar ucapan Ardi, yang terbilang nekat.


"Kamu serius? Memang kamu sudah izin sama tante Dira dan om Arya? Terus bawa anak orang, memang kamu sanggup memenuhi segala kebutuhan dia?" tanya Nadia begitu bertubi-tubi.


"Nad, kok kamu berdiri di situ Nak?" tanya Lisma sangat lembut. Bahkan Lisma ingin menghampiri Nadia, tapi dengan cepat Nadia melarang Lisma mendekati dirinya.


"Jangan ke sini, Ma! Nadia sedang gak enak badan, nanti Bima ketularan Nadia. Tadi Nadia flu, pokoknya jangan mendekat dulu!" Larang Nadia. Seketika Lisma Berhenti. Lisma sedikit bingung dengan sikap Nadia, gak seperti biasanya dia seperti bingung dan takut saat Lisma akan mendekat.


"Kamu sehat kan, Nak?"

__ADS_1


"Sehat, eh gak sehat. Jadi Nadia mohon, bawa Bima dulu. Takut ketularan Nadia, kan kasihan Bima nanti." Pinta Nadia memohon.


"Baiklah, kalau gitu Mama bawa Bima ke mbak Selvi dulu. Kamu kalau gak enak badan, lebih baik ke kamar saja," putus Lisma.


Nadia hanya mengangguk saja, dan setelah itu Lisma langsung pergi ke luar untuk mencari mbak Selvi. Setelah memastikan Lisma pergi, Ardi langsung keluar dari balik tembok. Ardi mengelus dadanya, dan merasa legah saat melihat Lisma keluar.


"Ayo ke kamar Alisya saja, jangan di sini takut ketahuan oleh Mama atau Papa. Bisa-bisa aku di bantai mereka, jika ketahuan membawa kamu masuk." Ardi pun mengangguk, dan mengikuti Nadia dari belakang.


Nadia membawa Ardi ke dalam kamar Alisya, dan di sana Ardi dapat melihat Alisya yang sedang menangis. Hati Ardi sangat sakit melihat Alisya seperti ini. Bahkan wajah Alisya terlihat acak-acakan, sambil menatap cermin yang ada di depannya itu.


"Samperin dia, aku mau bikin minuman dulu. Biar enak gak kering tenggorokan, jika terlalu banyak ngobrol nanti," ucap Nadia. Nadia ingin memberikan waktu untuk mereka berdua, dan selanjutnya mungkin Nadia akan membantu mereka kabur demi menghindari pernikahan yang akan di adakan dua minggu lagi.


.


.


.


Happy Reading

__ADS_1


Oh ya, ramein kisah SINGLE DADDY dong. Nama pena nya, KOLOM PENA. Please 🙏



__ADS_2