
Arya dan Dira akhirnya sampai di Bali. Setelah menempuh perjalanan yang sangat panjang, kini akhirnya mereka ada di sebuah hotel KARMA KANDARA.
Hotel yang sangat indah dan di bangun di atas tebing bukit peninsula, atau bisa di kenal dengan "BILLIONAIRES ROW"
Hotel ini juga memiliki pantai pribadi yang sangat indah dan di jamin terjaga keasriannya. akses satu-satunya untuk menuju pantai juga harus menggunakan GONDOLA dan yang tak kalah menarik adalah pemandangan spektakuler yang dapat di lihat dari kolam renang yang ada di puncak tebing.
makanan disini juga sangat enak dan lebih enak ditambah dengan pemandangan di depan mata. Bakhan pelayanan SPA juga sangat bagus. Hanya tinggal memanggil mereka dan mereka akan datang melayani para tamu. Tentu itu membuat Dira sangat bahagia.
"Kak, ini sangat indah," ucap Dira sambil tersenyum lepas.
"Apa kamu suka?" tanya Arya sambil memeluk Dira.
"Sangat suka kak. Terima kasih sudah mau membawaku kesini Kak, sungguh aku sangat terharu," balas Dira dengan mata berkaca-kaca. Arya yang melihat istrinya ingin menangis, langsung mengecup lembut kening Dira.
"Sudah tugasku menyenangkan kamu Sayang. Sedangka tugas kamu cuma melayani aku di atas ranjang, dan menghabiskan uangku," ucap Arya sambil memeluk erat Dira.
"Jangan kira Kakak menyogokku dengan pemandangan, terus aku melupakan kejadian tadi pagi ya?" sindir Dira sambil memicingkan matanya. Sedangkan Arya langsung menggaruk-garuk kepalanya, sambil cengengesan.
"Aku kira kamu lupa," jawab Arya salah tingkah. Namun tak lama setelah itu, Dira langsung memikirkan Serlin. Dira sangat takut Arya akan berpaling, dan meningalkan dirinya. Dengan perasaan yang gelisah,Dira langsung memeluk tubuh Arya sangat erat seakan takut Arya akan pergi.
"Kak ... Jangan pernah tinggalkan aku, aku gak mau kehilangan lagi. Jika Kakak sampai meninggalkan aku, lebih baik aku nyusul Vano saja," ucap Dira sambil menangis. Sedangkan Arya merasa bingung kenapa Dira tiba-tiba menangis, dan berkata seperti ini.
"Aku gak akan meninggalkan kamu Dira. Jangan takut aku meninggalkan kamu, karena orang yang aku cintai sekarang hanya kamu," balas Arya meyakinkan Dira.
__ADS_1
"Masih sekarang? Kalau setahun lagi nambah siapa? Awas saja sampai CLBK lagi sama orang tadi, aku akan benar-benar meninggalkan kamu Kak dan aku tak akan pernah muncul di hadapanmu lagi jika sampai kamu terjebak cinta lagi dengan dia," ucap sedikit mengancam. Sebenarnya bukan mengancam, Dira sudah memikirkan ini. Jika Arya sampai oleng, dia akan pergi jauh meninggalkan semuanya.
"Jangan bicara begitu. Aku gak akan tergoda lagi dengan Serlin, dia masa laluku Dira dan masa depanku hanya kamu." Arya pun menggiring Dira mendekati arah ranjang, dan setelah itu Arya mendudukkan Dira di pangkuannya.
"Janji kamu gak akan ninggalin aku, kak?"
"Aku bersumpah atas nama Allah. Aku Arya Wiguna gak akan pernah meninggalkan istriku, yang bernama Dira Larasati/Alexia Sintiana Bramastya. Aku akan menjaga istriku hingga akhir hayat, jika aku berbohong aku rela mendapatkan hukuman yang setimpal," ucap Arya sangat lantang.
Dira pun merasa terharu dengan perkataan Arya, dengan sangat cepat Dira memindah posisinya agar duduk menghadap Arya.
"Baiklah aku percaya dengan, Kakak. Kalau gitu bikin anak yuk? Dari tadi kakak sengaja kan dudukkin Dira di sini, agar Dira tau kalau Kakak menahan sesuatu yang ada di balik celanamu kan? Lihat tuh dia sudah tak tahan, dari tadi nusuk nusuk soalnya," ucap Dira sambil menggerakkan boko*ngnya.
Sedangkan Arya yang merasa ketahuan langsung tersenyum, bahkan tangan Arya langsung menelusup masuk kedalam Dress Dira.
Luma*tan demi luma*tan mereka lakukan, tangan Arya juga masih bergerilya di gunung kembar Dira. Bahkan Arya sedikit memi*lin lembut kismis yang sudah menonjol itu.
Setelah itu, Arya membuang Dress Dira hingga kini Dira hanya memakai pakaian dalam saja. Dengan sangat lembut Arya menciumi leher Dira, bahkan sesekali mengecup lembut daging kecil di antara dua gunung kembali itu.
Dira mende*sah sangat sexy, Arya semakin di buat gila. Apalagi Dira terus meng*goyahkan pinggulnya, untuk menggoda lele berurat Arya.
"Kamu sangat cantik, Dira," ucap Arya yang terus menye*sapi leher Dira. Setelah itu Dira langsung memeluk Arya, dan Arya langsung mere*mas-re*mas boko*kong Dira.
Arya yang merasa sangat ingin mencicip gunung kembali Dira, akhirnya Arya melepaskan pengait BRA Dira. Dengan cepat Arya langsung menyusu seperti bayi kehausan, seperti tak di kasih jatah beberapa bulan.
__ADS_1
Dengan lihai Arya memainkan gunung kembali itu, bahkan Arya sedikit memencet-mencet gunung itu berharap ada sesuatu yang keluar. Sedangkan Dira, sam sekali tak bisa menahan semuanya. Dia terus-menerus mengeluarkan suara sexy, yang membuat Arya semakin membara.
Arya pun langsung membuka resleting nya, dan langsung masukan Lele berurat nya itu. Dengan perlahan tapi pasti, akhirnya lele berurat masuk kedalam lubang kenikmatan.
Setelah merasa masuk semua, Dira langsung menaik-turunkan tubuhnya dan memulai percintaan yang sangat panas. Suara sexy mereka akhirnya terdengar sangat indah, di ruang itu.
Decitan suara ranjang pun terdengar sangat merdu, apalagi saat Arya begitu semangat melakukannya. Bahkan peluh mereka berjatuhan sangat banyak, karena olaraga yang mereka lakukan.
Dunia seakan milik mereka, tanpa gangguan kedua orang tua mereka. Jika mereka ada di Jakarta, mungkin tak akan senikmat ini. Memang Honeymoon adalah pilihan yang terbaik.
"Kak!" pekik Dira saat merasakan sesuatu yang berkedut-kedut di sana. Sedangkan Arya langsung berterima kencang, sambil menyebut nama Dira.
Arya langsung menarik pinggang Dira, dan menyandarkan Dira di dadanya. Sebentar lagi dia sampai, dan Arya sangat menikmati ini.
Dengan tenaga yang sangat kuat, Arya memeluk Dira dan membiarkan dirinya sendiri yang melakukan. Setelah itu, Arya langsung menggerakkan pinggulnya sangat kencang dan kasar hingga bunyi perpaduan terdengar sangat keras.
Plok plok plok begitulah bunyinya, hingga Arya beberapa menit kemudian Arya langsung menumpahkan lahar panas di dalam sana. Setelah puas, Arya melepaskan pemukanya dan membiarkan Dira tidur di atas dadanya untuk mengatur napas.
"Haa... Kamu gila, Kak!" ucap Dira terepenggal-penggal. Arya pun tersenyum, dan membalas Dira.
"Itu karena kamu, sangat nikmat."
Happy Reading
__ADS_1