Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
S2 - My Spoiled Family : Lisma Calon Pendonor Ginjal


__ADS_3

Malam harinya Arya sedang menikmati menonton TV. Namun tiba-tiba Arya merasakan sakit yang sangat luar biasa, hingga dirinya tak bisa menahan lagi.


"Dira, punggungku sakit lagi. Mana obat dari dokter, aku mau minum. Cepatlah ini sangat sakit, sampai rasanya mau patah!" seru Arya sambil menahan sakit.


"Iya Kak, tunggu sebentar. Aku masih ambil Air putih, kamu tunggu sebentar," ucap Dira sambil berlari keluar kamar. Namun saat Dira sampai di dapur, Dira bertemu dengan Angga yang sedang mengambil buah untuk Baby-twins.


"Tia, kamu kok panik? Ada apa, hingga kamu seperti ini?" tanya Angga penasaran.


"Kak Arya kambuh lagi, Pa. Ini Tia mau ambil minum buat minum obat," jawab Dira sambil membuka kran Dispenser.


"Sepertinya di kamar kamu harus ada Dispenser nya, agar kamu gak keluar masuk karena ambil minum," balas Angga.


Dira tak menanggapi ucapan papanya itu, karena dia masih khawatir dengan kondisi Arya. Tanpa pamit, Dira langsung pergi meninggalkan Angga yang ada di dapur. Hingga Angga geleng-geleng dengan sikap anaknya, yang terlalu khawatir dengan keadaan Arya.


"Kebiasaan!" gerutu Angga. Setelah itu Angga langsung pergi dari dapur, karena Baby-Twins sudah menunggu buah yang Angga bawa.


Sedangkan Dira langsung memberikan air pada Arya dan membantu Arya meminum obatnya. Setelah meminum obat, Arya langsung memeluk perut Dira.

__ADS_1


"Sakit," rengek Arya sambil menyembunyikan mukanya di perut Dira.


"Iya aku tau, tapi tahan dulu ya? Tunggu reaksi obatnya dulu, karena semua butuh proses," balas Dira sangat lembut.


Dira terus mengelus-elus punggung Arya agar rasa sakitnya hilang. Namun tak lama setelah itu, Dira merasakan ada tangan jahil yang tiba-tiba membuka pengait Bra nya.


"Kak! Kamu ini masih sakit, tapi gak bisa diam tanganya. Tunggu sembuh dulu, baru nanti main-main lagi," ucap Dira sangat kesal.


Namun Arya tak perduli, dia terus memainkan dua gundukan itu. Jika Arya merasakan sakit, Arya langsung meremas keras bukit kembar Dira.


Dira sama sekali tak protes, karena Dira tau apa yang di rasa Arya saat ini. Merasa sakit, tapi tak bisa mengeluh takut Dira merasa bersalah.


"Nunggu Baby-Twins berumur 2 tahun, setelah itu ini milik kamu seutuhnya. Sekarang pikirkan nutrisinya Baby-Twins, baru nutrisinya kakak," jawab Dira sambil membelai lembut rambut Arya.


Setelah itu Dira membiarkan Arya melakukan apapun sesuka hati, dan Dira menunggui Arya sampai tertidur.


***

__ADS_1


Keesokan hari, Dira mendapatkan kabar dari Seto jika ada seseorang yang ingin mendonorkan ginjalnya dengan satu syarat. Dira tentu merasa sangat lega saat mendapatkan seseorang, tapi Dira belum lega sepenuhnya karena dia belum melakukan tes kecocokan ginjal.


"Siapa namanya?" tanya Dira sangat antusias.


"Namanya Lisma Aliyana. Dia gadis berusia 20 tahun, dia mau melakukan ini jika kalian mau membayar seluruh biaya pengobatan ibunya Lisma di rumah sakit," jawab Seto sambil menunjukkan foto dan data Lisma.


"Kenapa namanya mirip ibu-ibu komplek sebelah? Jangan bilang dia adalah bu Lisma, yang suka Ghibah itu?" tanya Arya dengan tatapan menyelidiki.


"Ngawur kamu, Kak! Kamu kira nama Lisma ada satu doang, banyak tau. Bahkan beribu-ribu orang," ucap Dira sambil memeluk lengan Arya.


"Ya mana tau sama. Jika sama aku gak mau, nanti aku ketularan suka Ghibah. No, dan kamu juga jangan sering-sering ke komplek sebelah. Aku gak mau kamu terlalu omes, karena mereka. Apalagi bu Chica, suka sekali mengukur segala hal," balas Arya dengan tatapan tak suka.


"Kalian bisa gak sih serius sedikit? Aku sudah capek-capek cari pendonor, tapi kalian malah main-main seperti gak ada beban. Percuma aku panik, mencarikan kamu pendonor. Sialan!" umpat Seto sambil melemparkan berkas-berkas ke meja.


"Ya maaf, ayo kita lanjut seleksi lagi." Mereka pun kembali menyeleksi data-data Lisma. Karena mereka gak mau kecolongan masalah kesehatan Lisma, yang nantinya akan berdampak buruk bagi Arya.


...My Spoiled Family...

__ADS_1


...By. Nunuk Pujiati...


__ADS_2