Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
Season 1 - 99


__ADS_3

Setelah memenangkan diri di kamar Vano, Dira mulai merasakan rindu yang amat berat pada Arya. Bahkan sekarang Dira bimbang, ingin kembali ke kamar tapi malu.


"Balik kamar, enggak, balik kamar, enggak. Aaahhhh! Aku bingung, tapi aku gak bisa tidur di sini!" gerutu Dira sambil mengacak-acak rambutnya sendiri.


Setelah itu Dira merebahkan tubuhnya di atas kasur, Dira menatap langit-langit. Hatinya selalu bertolak belakang dengan tubuhnya, bahkan sekarang ini Dira ingin tidur di peluk.


"Bodoh, ah! Jatuh harga diri pun tak apa, yang penting bisa tidur nyenyak." Dira pun langsung berdiri, dan memutuskan kembali ke kamar.


Tanpa memperdulikan Arya yang masih di depan pintu, Dira langsung melengos begitu saja tanpa menoleh ke arah Arya yang sangat senang melihat Dira keluar. Terhitung lima jam Arya duduk di depan pintu kamar Vano, dan berusaha membujuk Dira.


"Sayang, kamu sudah gak marah kan?" tanya Arya sambil berjalan di belakang Dira. Sedangkan Dira sama sekali tak menjawab, dia langsung merebahkan tubuhnya dan menutup seluruh badan dengan selimut tebal.


"Baiklah, jika mau tidur. Selamat malam, Sayang," ucap Arya sambil memeluk Dira dari belakang. Namun dengan cepat Dira menyingkirkan tanggan Arya, hingga Arya terkejut tapi tidak marah.


Sabar... Sabar, ini adalah cobaan. Salah sendiri kamu ngapain nyinggung perasaan dia. Sekarang enak kan di cuekkin, dan parahnya kamu gak bisa dapat jatah Nutrisi, gumam Arya dalam hati. Setelah itu Arya langsung memejamkan matanya, dan menuju alam mimpi.


Sedangkan di sisi lain, Dira merasakan gelisah. Dira terus bergerak-gerak seperti cacing kepanasan, bahkan Dira memiringkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri untuk mencari posisi yang enak. Namun tetap saja dia tak menemukan posisi yang pas, karena yang dia rasakan sekarang adalah ingin bercinta.


"Ih.... Kenapa gak bisa tidur sih, ini juga kenapa gatel banget kalau gak di ken*yot Kak Arya. Sebel pokoknya, sebel!" Gerutu Dira sambil mengacak-acak rambutnya. Sedangkan Arya yang pura-pura tidur hanya tersenyum jahil, dan ingin merayakan kemenangannya.


"Bisa diam gak sih, Dira. Kakak mau tidur, jangan berisik," ucap Arya pura-pura terganggu. Padahal Arya sangat suka melihat expresi Dira yang seperti ini, karena wajahnya akan terlihat lebih imut.


"Kak," panggil Dira dengan manja.


"Heemm," jawab Arya Pura-pura malas, padahal dalam hatinya dia sangat bahagia


"Kok gitu sih jawabnya. Kalau di panggil itu harus jawab, iya Sayang, iya Bebby, iya Honey. Biar keliatan romantis, gitu!" Dira pun berkata dengan nada bersungut-sungut. Sedangkan Arya langsung membuka matanya, dan menatap Dira sambil tersenyum.


"Iya Sayang. Ada apa kamu memanggilku, kenapa belum tidur, ini sudah malam," balas Arya sangat lembut, sambil mengelus rambut Dira. Sedangkan Dira langsung menelusupkan wajahnya di dada bidang suaminya, gengsi yang tadi muncul tiba-tiba hilang saat mendengar ucapan Arya yang begitu lembut.


"Kak.... Aku Pengen," ucap Dira dengan menahan malu. Sebenarnya Dira gak mau berbicara seperti ini, tapi kebutuhan manusiawinya meronta-tonta.


"Pengen apa?" tanya Arya. Arya sengaja pura-pura gak tau, padahal dia tau apa yang di ingin istrinya itu.


"Pengen Lele berurat, Kak! Kayaknya udah lama deh, Lele gak masuk ke empang. Yang di bawah udah gatel, pengennya di gosok pakek Lele," ucap Dira lirih.


Sedangkan Arya yang mendengar perkataan Dira, langsung melongo. Permasalahannya Dira bilang sudah lama gak masuk, padahal mereka baru melakukannya semalam. Bahkan sampai 3x berulang-ulang, walaupun nunggu jeda 2 jam baru bisa mulai lagi.


Ihh... Sumpah aku malu, tapi ngapain juga malu sama suami. Lagian pahala kan, jika istri yang meminta lebih dulu. Lagian aku jujur, memang aku ingin melakukan itu. gumam Dira sambil menggigit bibir bawahnya.


"Bukannya kita baru melakukannya semalam, apa kamu gak capek? Aku takut kamu kecapekan jika olahraga terus," ucap Arya dengan serius.


"Dira gak capek. Dira malah ingin sekali, mau ya Kak? Bentar saja gak apa-apa deh," balas Dira dengan manja. Sedangkan Arya langsung tersenyum, dan mengecup kilas bibir Dira.


"Lama juga gak apa-apa, Sayang. Jika kamu ingin bilang saja, gak perlu resah gitu. Daritadi aku lihat kamu seperti cacing kepanasan, seharusnya bilang dari awal, agar aku bisa gerak cepat," ucap Arya sedikit menggoda.


Setelah itu Arya langsung mencium lembut bibir Dira dengan mesra, Dira yang sudah tak tahan pun langsung menarik tengkuk Arya dan melahapnya dengan rakus.

__ADS_1


Arya yang merasa kualahan pun langsung melepas ciuman Dira, untuk mencari oksigen. Arya merasa gairah Dira lebih besar akhir-akhir ini, bahkan Arya sampai gak kuat meladeni Dira.


"Pelan-pelan, Sayang," bisik Arya. Setelah itu Arya langsung melu*mat bibir Dira dengan lembut, Arya gak mau terburu-buru karena dia ingin menikmatinya.


"Eemmm...." Erang Dira saat Arya mencumbu lehernya. Arya terus membuat tanda kepemilikan di daerah leher dan dada Dira, Arya sama sekali tak memberikan cela seinci pun di tubuh mulus Dira. Bahkan semua telah penuh dengan tanda kepemilikan Arya.


Tak lama setelah itu, Arya mulai melepaskan baju Dira satu-persatu. Setelah melihat istrinya tak memakai apapun, dengan sangat gemas, Arya langsung mere*mas gunung berapi yang yang kenyal itu.


"Shhhmmm.... Kak, yang keras." Desis Dira saat Arya terus menyedot daging kecil seperti kismis itu. Bahkan Arya memainkan lidahnya, dan berputar-putar di pucuk daging kecil Dira.


"Sabar Sayang. Nikmati saja, aku akan membawa kamu ke atas awan."


Arya pun kembali melanjutkan aksinya. Tangan Arya kini menelusup masuk kedalam celana Dira, dan memainkan milik Dira dengan lihai. Arya terus mengusap bagian sensitif Dira dan sedikit menggoyang kan tangannya dengan lembut di biji kacang tanah milik Dira.


"Kakak!" teriak Dira saat tangan Arya sedikit mencubit daging sebesar kacang tanah itu. Eh salah, kacang mede. Tanah apa mede ya, pokoknya kacang lah.


"Apa, Sayang? Apa kamu suka?" tanya Arya dengan terus memainkan benda kecil itu.


"Su... Suka," jawab Dira dengan terbata-bata, karena menahan nikmat yang tiada tara.


"Kamu sudah basah, tapi aku masih ingin bermain-main. Apa kamu gak keberatan?" tanya Arya yang meminta izin.


Tentu Dira sama sekali tak keberatan, malah Dira sangat menikmati setiap sentuhan yang di lakukan Arya. Karena setiap sentuhan Arya, sekarang menjadi candu untuk Dira.


Arya pun membuka semua baju Dira dan setelah terbuka, Arya langsung memasukkan jarinya ke dalam milik Dira. Dengan sangat pelan Arya terus meng obrak-abrik milik Dira dengan hati-hati, Arya gak ingin terlalu liar karena takut menyakiti wanitanya.


"Kakak....!" Pekik Dira saat merasakan sesuatu keluar di bawah sana, bahkan tubuh Dira merasa sangat bergetar saat ini.


"Bagaimana Sayang, apa kamu sudah puas? Aku sudah membuatmu mendapatkan pelepasan, apa masih kurang?" tanya Arya sedikit menggoda.


"Belum, si Lele belum masuk ke empangnya. Aku mau Lele kamu masuk, kedalam rumahnya," rengek Dira dengan manja.


"Baiklah jika itu mau, mu." Arya pun melepaskan celana dan segera memosisikan dirinya di tengah-tengah kaki Dira. Arya tak mau melepas pakaian, karena Dira sempat melarang Arya tadi siang. Entah kenapa, tapi Arya tak ambil pusing.


Setelah itu Arya memainkan miliknya di bibir V Dira. Arya sengaja melakukan ini, karena ingin membuat Dira melayang terlebih dahulu.


"Cepat masukin. Jangan di buat mainan, jika kamu gak cepat lakuin aku pastikan burungmu langsung aku patahkan!" bentak Dira sangat sadis. Dira merasa di permainkan, saat Arya terus memutar-mutarkan Lele berurat itu di atas daging kecil yang tersembunyi di balik bibir V.


"Jangan kejam kejam kenapa, Sayang. Iya ini aku masukin, tumben sih kamu gak sabaran." Arya pun langsung memasukki milik Dira dengan satu hentakan. Sedangkan Dira hanya bisa menikmati semuanya, bahkan Dira meminta lebih dan lebih.


"Cepat gerakin!" Perintah Dira yang merasa Arya tak kunjung bergerak.


Tanpa tunggu lama Arya langsung memompa Dira hingga suara berisik pun tercipta. Mereka berdua seakan menulikan pendengarannya, walau sangat berisik tapi mereka menikmati.


Arya sangat bersemangat melakukan percintaan malam ini, hingga Dira memekik karena dorongan yang di lakukan Arya. Toh semua ini permintaan, Dira.


"Kak pelan! Kepalaku sampai kebentur kepala ranjang, sakit tau kepalaku!" Protes Dira. Namun Arya tak memperdulikan perkataan Dira, arya terus memompa Dira dengan sangat kasar hinga tiba-tiba.

__ADS_1


BRAAAKKK....


Arya dan Dira pun langsung menghilang tertelan kasur tipis itu. Bagaimana tidak, Arya terlalu bersemangat hingga membuat ranjangnya jebol dan Dira terjebak di tengah-tengah ranjang bersama Arya.


"Kakak!" teriak Dira sangat kesal.


"Eh kamu gak apa-apa? Sepertinya baut ranjang kendor, atau apa aku gak tau. Sepertinya kita gak usah pakek ranjang, ini sangat merepotkan," ucap Arya sambil berusaha berdiri.


"Gak sakit tapi pengap. Kakak cepat berdiri dong, aku gak bisa napas. Aku ada di bawah jadi pengap," teriak Dira sambil berusaha mencari cela bernafas.


"Kalau aku bisa sudah dari tadi, aku bangun. Ini susah Dira, aku gak bisa berdiri," balas Arya yang berusaha berdiri.


"Jangan bercanda dong. Cepat berusaha, kakak mau aku meninggal karena gak bisa napas. Lagian kakak juga terlalu keras saat melakukan tadi, sekarang lihatlah," ucap Dira dengan marah-marah.


"Kamu juga yang bikin kakak bergairah. Jadi salahkan itu empangmu, terlalu sempit hingga kakak melayang," balas Arya sambil tertawa.


Setelah itu Arya terus berusaha untuk bangun dan akhirnya selama 20 menit, Arya baru bisa bangun. Dengan sangat telaten Arya membantu Dira keluar dari tengah-tengah ranjang, setelah mereka berhasil keluar, Arya dan Dira saling pandang.


"Ha Ha Ha Ha...." Tawa Dira dan Arya pun langsung lepas saat melihat ranjang mereka. Ranjang yang baru saja di beli sekarang rusak, karena terlalu keras membuat anak.


"Gila kamu kak. Tenagamu kuat banget, sampai ranjang kita anjlok. Besok kita akan malu karena semua orang liat ranjang kita yang rusak," Ucap Dira dengan tertawa.


"Lain kali jangan beli ranjang ini, karena ranjang seperti ini gak tahan banting. Ku pikir karena motifnya bagus jadi aku pilih, tapi gak taunya jadi begini," gerutu Dira yang masih saja tertawa.


"Itu urusan nanti. Ini gimana lanjut atau tidak, kalau tidak kita pindah ke kamar tamu, kalau lanjut kita juga ke kamar tamu," balas Arya dengan terkekeh. Sedangkan Dira langsung menatap Arya, dan tersenyum jahil.


"Lanjut dong kak. Tadi aku hampir sampai tapi gak jadi, pokoknya harus lanjut!"


"Kalau gitu pakai baju, kita pindah." Ajak Arya. Namun dengan cepat Dira menahan tanggan Arya.


"Gak perlu pindah. Di sini juga bisa Kak, jangan tunda-tunda, bikin makin gerah saja." Dira pun langsung mengambil selimut dan menjadikannya alas untuk mereka tidur.


"Praktis, kan?" ucap Dira dengan tersenyum. Arya hanya bisa menggelengkan kepala, karena ide Dira selalu saja ada.


"Baiklah Bebby. Kita lanjutkan kegiatan kita tadi, karena gak ada penghalang. Jadi jangan sampek teriak-teriak minta berhenti," ucap Arya dengan tatapan mesum.


"Siapa takut!"


*


*


*


*


Happy Reading

__ADS_1


Aku tuh mau cepetin episode, tapi like kalian lompat kek tupai kalau aku crazy up. Sebab itu aku nunggu 24jam baru up, karena nunggu sama likenya 🤣


__ADS_2