
Setelah keluar dari kantor, Dira memutuskan untuk lebih dulu ke apotik. Dira juga menyuruh Arya membeli alat tes kehamilan, hanya saja Arya bingung dengan merk alat itu. Hingga Arya membeli semua merk, karena merasa bingung.
"Kak, banyak sekali! Aku harus pakai yang mana, dan ini tulisannya juga beda-beda. Aku belum pernah melihat ini semua, apa ini benar?" tanya Dira sangat kebingungan. Seumur-umur, Dira baru melihat alat ini.
"Aku juga gak tau, tadi aku tanya mbak-mbak di dalam. Terus dia nunjuk di pojokan, karena aku gak tau kegunaannya, ya sudah aku ambil satu-satu," jelas Arya acuh.
"Ya sudah, ayok pulang dulu. Aku mau coba sebentar, kalau hasilnya aku hamil kita langsung ke dokter. Tapi kalau tidak gimana?" tanya Dira sedikit takut.
"Kalau gak hamil kita tetap ke dokter, toh kamu juga udah telat kan?" jawab Arya acuh tak acuh.
"Tapi Kak, aku takut." Dira pun langsung meremas ujung bajunya.
"Gak usah takut, lagian aku juga sudah daftar tadi dan jadwal prakteknya jam 19:30 nanti. Sekarang kita pulang saja dulu," balas Arya.
Setelah itu Arya langsung menyalahkan mobil untuk menuju rumah, untungnya lalu lintas sedang lancar, jadi mereka tak membutuhkan waktu lama untuk sampai rumah.
Setelah sampai, Dira langsung berlari ke arah kamar mandi sambil membawa satu alat Testpack. Karena merasa gugup, juga nervous Dira tak melihat bungkus alat itu. Dia terlalu bingung dengan detak jantungnya sendiri, yang selalu berdetak karena cemas.
Tak membutuhkan waktu lama, Dira langsung keluar dari kamar mandi. Arya yang menunggu di depan pintu langsung menghampiri Dira, dan menanyakan hasilnya.
"Gimana?"
"Aku gak tau, karena ini hanya muncul satu garis. Ini hamil atau enggak ya?" tanya Dira yang kebingungan.
"Bungkusnya mana? Coba liat panduannya, barang kali ada contohnya," balas Arya sedikit gugup.
"Udah ku buang, coba liat di kerdus lainnya saja. Kamu ambil gih, coba liat." tanpa tunggu lama Arya kembali ke mobil mengambil salah satu Tespack. Arya membacanya dengan seksama, dan setelah itu Arya sedikit kecewa dengan hasil yang ada.
"Gimana?" Dira pun menanti harap-harap cemas.
"Tulisannya, jika satu gak hamil. Kalau dua baru hamil, tapi gak apa-apa, kita tetap priksa saja," balas Arya. Sedangkan Dira langsung menunduk lesu, dua merasa kecewa dengan hasil Tespack yang dia pakai.
"Sudah jangan sedih, nanti kita pastikan ke dokter. Kalau kamu hamil, ya alhamdulillah. Tapi kalau belum, kita berusaha lagi," ucap Arya yang berusaha menenangkan istrinya itu. Dira hanya bisa mengangguk, dan menunggu kepastian nanti malam.
...****...
Malamnya sesuai perjanjian, Arya juga Dira pergi ke rumah sakit untuk memastikan Dira hamil atau tidak. Setelah melewati beberapa antrian, akhirnya nama Dira di panggil juga.
Saat mereka sampai di dalam, Dira berusaha menceritakan semua apa yang dia alami dan dokter langsung menyuruh Dira berbaring di atas ranjang pesakitan.
Dengan telaten suster membantu Dira membuka celananya, dan sedikit di turunkan ke bawah. Tak lupa dengan olesan jelly yang sangat dingin, setelah selesai dokter meletakkan alat USG di perut Dira bagian bawah.
"Bagaimana hasilnya, Dok? Apa benar istri saya sedang mengandung, atau itu hanya masalah hormon karena akan datang bulan?" tanya Arya dengan raut wajah serius. Begitu pun juga Dira yang begitu serius memandang wajah sangat dokter, untuk menanti jawabannya.
"Coba kalian lihat ini, fokus pada lingkaran ini." Tunjuk dokter pada layar monitor. Sedangkan mereka berdua langsung menoleh ke arah monitor yang di tunjuk oleh dokter, di situ terdapat sesuatu benda kecil sebesar kacang.
"Itu apa, dok?" tanya Arya yang penasaran.
"Ini adalah anak anda pak Arya. Dia masih sangat kecil, mungkin masih sebesar biji kacang, dan usianya juga masih 8 minggu," balas dokter Siska.
Mereka berdua pun langsung terdiam, dan saling pandang. Sedikit tak percaya, karena hasil Tespack tadi negatif.
"Jadi istri saya benar-benar hamil, dok? Tapi, tadi siang saya mencoba tes pakai alat tes kehamilan, kenapa hasilnya negatif?" tanya Arya sedikit bingung. Walaupun tak bisa di pungkiri, Arya sangat senang mendengar kabar ini.
"Mungkin saja hormon HCG masih terlalu rendah, bisa juga karena alat Tespacknya gak akurat. Memang tadi pakai merk apa, Pak?" tanya dokter Siska.
"Gak tau sih Dok, karena semua saya beli. Ini masih saya bawah." Dengan semangat Arya menumpahkan semua alat tes kehamilan itu di meja dokter Siska, dan betapa terkejutnya dokter Siska saat melihat itu semua.
"Eh kak, itu masih ada merk yang sama seperti yang aku pakai tadi," tunjuk Dira saat melihat merk yang sama persis.
"Ini?" Dira langsung mengangguk pasti. Namun mereka di buat bingung saat dokter Siska tertawa, sambil menaruh alat USG.
"Sampai abad kejayaan tamat, hasilnya akan tetap negatif kalau pakai ini. Kalian tau ini alat apa?" Mereka berdua langsung menggelengkan kepalan.
"Ini alat tes kesuburan, jelas akan negatif walaupun hamil. Wong bukan jalurnya," ucap dokter Siska sambil tertawa. Sedangkan Dira hanya merasa malu, karena kebodohannya itu.
Astaghfirullah, kenapa aku juga gak membacanya dulu. Percuma aku sekolah, tapi tak pernah membaca brosur alat, atau obat yang akan aku pakai. Dira, Dira sungguh memalukan! gumam Dira dalam hati.
"Ini kesalahan saya juga sih, Dok. Tapi lupakan itu, jadi ini beneran istri saya hamil? Boleh tidak saya melihat sekali lagi, saya masih penasaran," ucap Arya sangat gembira.
__ADS_1
"Iya pak Arya, istri anda hamil. Saya ucapkan selamat, janinnya juga sehat dan coba dengarkan ini. Ini adalah detak jantung bayi kalian," ucap dokter sambil mengutak-atik alat USG tersebut.
Jedug... Jedug... Jedug... Jedug... Jedug....
(Anggap lah itu suara detak jantung, kalau lewat USG janin 8 minggu memang udah kedengeran detak jantung nya. Soalnya udah pernah alami.)
Arya pun tertengguh mendengar detak jantung calon anaknya itu, ada sesuatu yang menggelitik di dalam hatinya saat mendengar detak jantung itu. Sedangkan Dira langsung menangis terharu, hati Dira sangat bahagia karena dia secepatnya di kasih momongan.
"Kak, Itu anak kita," ucap Dira dengan suara serak khas orang mewek. Namun belum lama mereka merasakan ke haruan ini, semua di buyarkan dengan pertanyaan Arya.
"Dok, boleh saya tanya sesuatu?" tanya Arya dengan ragu-ragu. Tapi dokter langsung mengangguk, memperbolehkan Arya bertanya.
"Apakah saya boleh berhubungan badan, dengan kondisi seperti ini? Dan apa saya juga boleh... Emm... Boleh.... Boleh minum susu istri saya?" ucap Arya dengan malu-malu. Dira yang begitu malu pun langsung melotot ke arah Arya, Dira sangat merutuki kebodohan suaminya, padahal dia lebih bodoh. 🤔
Gelegar tawa juga langsung terdengar dari mulut dokter Siska, dia tertawa karena baru kali ini menemukan pasien yang sangat gamblang tanpa dia yang memancing ucapan.
"Bapak masih suka minum susu?" tanya dokter Siska sambil tertawa. Sedangkan Arya hanya cengengesan tak jelas, bingung mau menjawab apa.
"Maklum, Dok. Dulu saya jarang di kasih nutrisi, sekarang saya mau puas-puasi minum nutrisi sebelum anak saya lahir," jawab Arya dengan garuk-garuk kepalanya.
"Secara umum, suami yang menghi*sap payu*dara istri saat kehamilan muda tidak mempengaruhi janin walaupun memang dengan menghi*sap payu*dara, akan merangsang pengeluaran hormon yang memicu kontraksi rahim, namun kontraksi ini tidak akan membahayakan janin.
Biasanya saat kehamilan muda, payu*dara terasa tidak nyaman dan kencang sehingga menjadi lebih sensitif dan terasa nyeri saat disentuh. Hal ini mungkin dapat memberikan ketidaknyamanan pada istri.
Menghi*sap payu*dara istri saat trimester ketiga akan memberikan efek dimana kelenjar payu*dara sudah mulai terisi ASI, maka umumnya saat pengisapan akan keluar cairan kolostrum (ASI pertama bayi). Selain itu, hal lain yang mungkin dikhawatirkan yakni adanya kontraksi yang dapat memicu terjadinya persalinan terutama jika dilakukan saat usia kehamilan tua." jelas dokter Siska sangat detail.
"Dan untuk masalah berhubungan badan. Berhubungan intim saat hamil muda pada umumnya aman dilakukan. Hanya saja, sebagian ibu hamil merasa enggan untuk melakukan hubungan intim, baik karena takut, gairah seksualnya menurun, mood-nya berubah-ubah, atau badannya terasa lemas.
Selama kehamilan, ada berbagai perubahan yang terjadi pada tubuh ibu hamil. Salah satunya adalah leher rahim menjadi semakin sensitif. Jika hubungan intim dipaksakan saat hamil muda, apalagi tanpa foreplay atau pemanasan yang cukup, maka bisa terjadi perdarahan melalui V akibat kondisi leher rahim yang sensitif dan permukaan organ intim yang belum cukup terlumasi oleh cairan V.
Selain itu, ada pula beberapa kondisi yang dapat membuat ibu hamil sebaiknya menghindari berhubungan intim saat hamil muda, seperti:
Plasenta previa.
Solusio plasenta.
Pernah melahirkan prematur.
Rahim terbuka sebelum waktunya.
Kehamilan kembar, apalagi jika janin lebih dari dua.
Ibu hamil juga disarankan untuk tidak melakukan hubungan intim saat hamil muda jika suaminya menderita herpes genital, agar tidak tertular herpes yang dapat mengakibatkan keguguran dan kecacatan janin.
Bila suami memiliki riwayat infeksi menular seksual, disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter agar dapat diobati. Selain itu, gunakan pengaman sebagai pengaman saat berhubungan intim.
Hal-Hal Penting yang Harus Diperhatikan
Selama ibu hamil dalam keadaan yang sehat dan tidak memiliki riwayat gangguan kehamilan atau keguguran sebelumnya, berhubungan intim saat hamil muda sebenarnya aman dilakukan.
Hanya saja, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar berhubungan intim saat hamil muda dapat dilakukan dengan nyaman, di antaranya:
Ciptakan suasana yang nyaman
Gairah sek*sual ibu hamil muda biasanya akan menurun akibat beragam gejala dan perubahan yang dialami pada kehamilan trimester pertama. Maka dari itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menciptakan suasana yang nyaman terlebih dahulu.
Pastikan suhu ruangan nyaman, ada alas yang aman dan nyaman untuk berbaring, dan jauh dari aroma yang menyengat. Anda juga bisa menyalakan lilin atau musik untuk membuat suasana makin nyaman.
Berhubungan intim dengan posisi yang aman
Posisi badan memainkan peran penting dalam berhubungan intim saat hamil. Hal ini karena adanya janin atau bayi dalam kandungan, sehingga posisi yang dilakukan tidak boleh sembarangan.
Sebaiknya lakukan hubungan intim dalam posisi yang nyaman untuk ibu hamil. Posisi berbaring menyamping dan woman on top dapat menjadi pilihan. Pastikan tidak menekan atau menghimpit perut ibu hamil, seperti pada posisi misionaris atau telentang.
Rileks saat melakukan penetrasi
Agar berhubungan intim semakin nyaman, janganlah terburu-buru dan usahakan untuk selalu relaks. Bila perlu, gunakan pelumas V. Hal ini akan membantu ibu hamil merasa tidak sakit ketika penetrasi dilakukan. Jangan memaksa ibu hamil untuk berhubungan intim jika memang ia sedang tidak mood. Bersabarlah dan tunggu momen yang tepat, kemudian lakukan semua cara yang saya jelaskan." Arya pun langsung melongo mendengar ucapan dokter. Dia tak menyangka, akan sepanjang ini. 🤧
"Jadi boleh ya, Dok. Asal dilakukan dengan pelan-pelan dan tidak menindih perut istri saya, kalau gitu nanti saya akan ciptakan suasana yang romantis," Ucap Arya dengan bangga.
__ADS_1
"Iya Pak, Sebisa mungkin buat bu Dira rileks, dan selalu menjaga moodnya. Saya tuliskan beberapa vitamin untuk bu Dira, dan pereda mual jika memang mual," balas dokter Siska. Sedangkan Dira mulai membenarkan pakaiannya dan duduk di sebelah Arya.
"Saya gak mual sih, Dok. Tapi kadang juga mual dikit, kalau boleh tau apa saja yang bisa saya makan dok?" tanya Dira. Karena dia juga gak mau gegabah.
"Saya jelaskan, sekali lagi.
Kaya Asam Folat:
Asam folat merupakan salah satu nutrisi penting dalam pembentukan sel otak bayi. Suplemen prenatal (masa sebelum kelahiran) dengan asam folat, penting bagi kecerdasan Si Kecil meski dalam kandungan.
Temuan ahli dalam Journal of American Medical Association mengatakan, ibu yang mengonsumsi asam folat empat minggu sebelum kehamilan dan delapan minggu setelah kehamilan, bisa meminimalkan risiko autis pada bayi sebanyak 40 persen.
Selain hal di atas, manfaat asam folat bisa mencegah keguguran, mencegah anemia, hingga menurunkan risiko preeklamsia. Lalu, makanan apa yang kaya asam folat dan baik dikonsumsi di trimester awal?
Nah, bu dira bisa kok mendapatkan asam folat dari sayuran hijau (bayam, brokoli, kubis), buah-buahan (alpukat, pepaya, jeruk), kacang-kacangan, hati sapi, hingga telur.
Protein Tak Kalah Penting
Protein adalah makanan untuk trimester pertama yang tidak boleh ketinggalan. Jangan salah ya bu dira, protein enggak cuma menyoal otot saja, tapi juga memiliki banyak manfaat bagi ibu hamil.
Protein punya peranan penting dalam membantu proses pembentukan jaringan tubuh pada ibu dan bayi selama masa kehamilan. Tidak hanya itu, protein bisa membantu ibu untuk meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga bumil tidak mudah mengalami sakit.
Lantas, makanan apa saja yang kaya protein dan baik dikonsumsi pada trimester pertama?, banyak pilihannya kok bu dira. Mulai dari daging tanpa lemak, ikan, telur, dan unggas.
Harus Mengandung Zat Besi
Selain kedua nutrisi di atas, zat besi merupakan nutrisi untuk trimester pertama kehamilan yang tidak boleh dilupakan bu dira. Alasannya jelas, makanan kaya zat besi bertujuan untuk mencegah terjadinya anemia. Jangan anggap remeh anemia, karena kondisi ini bukan cuma berdampak pada ibu saja.
Anemia bisa memicu berbagai masalah bagi janin, salah satunya kelahiran prematur. Kok bisa? Anemia membuat sel darah merah atau hemoglobin menurun. Kondisi ini ujung-ujungnya bisa menyebabkan peningkatan volume plasma dan mengakibatkan kontraksi pada rahim.
Selain itu, zat besi juga bermanfaat untuk membawa darah yang kaya akan oksigen pada bayi di dalam kandungan. Awas, kekurangan zat besi juga bisa berdampak negatif pada IQ anak kelak. Ringkas kata, selain asam folat, zat besi termasuk yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan otak janin.
Nah, bu Dira bisa kok mendapatkan asupan zat besi dari daging sapi dan unggas, telur, makanan laut (hati-hati terhadap makanan mentah, dan yang banyak mengandung merkuri), tahu, biji-bijian, kacang-kacangan, bayam, hingga telur.
Makanan Kaya Serat
Serat merupakan nutrisi atau makanan untuk trimester pertama yang tak kalah pentingnya. Serat bisa membantu ibu untuk mengontrol kenaikan berat badan dan mencegah preeklamsia. Menurut para pakar di American Diabetes Association, serat bisa membantu untuk menurunkan risiko diabetes gestasional.
Keistimewaan serat bukan cuma merangsang perkembangan janin saja. Nutrisi ini juga bisa membantu mencegah bumil mengalami konstipasi alias masalah buang air besar.
Mau tahu makanan kaya serat yang bisa dikonsumsi di trimester pertama? Banyak kok mulai dari buah segar, kacang-kacangan, biji-bijian, hingga, sayur-sayuran yang dimasak.
Susu atau Produk Olahan Susu
Susu atau produk olahannya kaya beragam nutrisi yang dibutuhkan ibu di trimester pertama kehamilan. Sebut saja protein, vitamin D, iodium asam folat, hingga kalsium. Di trimester pertama bumil dianjurkan untuk mengonsumsi produk olahan susu yang kaya kalsium. Kalsium ini baik untuk ibu dan pertumbuhan tulang janin.
Lantas, susu apa yang sebaiknya dikonsumsi di trimester pertama dan seterusnya? Selain nutrisinya harus memenuhi kebutuhan bumil, pastikan memilih susu yang melewati proses pasteurisasi. Susu yang belum dipasteurisasi, contohnya susu mentah dari sapi, bisa mengandung bakteri berbahaya. Selain susu, ibu juga bisa mendapatkan nutrisi-nutrisi di atas dari keju atau yoghurt.
Lemon atau Air Kelapa
Lemon dan air kelapa bisa menjadi pilihan bagi bu Dira yang sering mengalami mual di trimester pertama kehamilan. Menariknya lagi, air kelapa membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan mencegah dehidrasi." dokter Siska pun menjelaskan panjang lebar.
"Apa ibu Dira dan pak Arya sudah mengerti?" tanya dokter Siska.
"Sudah dok. Saya akan mencatat semuanya dan tak membiarkan istri saya sampai makan-makanan yang tak sehat," balas Arya.
"Bagus Pak. Jadi lah suami yang siapa siaga, dan bapak juga harus ngerti tentang ngidamnya seorang istri," Jelas dokter. Arya pun menganggukkan kepala tanda mengerti, setelah selesai konsultasi. Dira dan Arya pun memutuskan untuk pulang.
"Kalau gitu saya permisi dok. Terima kasih atas penjelasannya tadi, itu sangat bermanfaat," Ucap Arya. Sedangkan Dira hanya tersenyum dan menjabat tangan dokter.
"Itu sudah tugas saya Pak. Bulan depan jangan lupa kontrol kembali, sekali lagi selamat," balas dokter Siska. Setelah itu Arya dan Dira keluar dari ruangan dokter siska.
*
*
*
*
__ADS_1
Happy Reading..
wahhh.. pegel tangan ku ðŸ¤ðŸ¤