Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
S2 : Beast Brother's - Pulang kerumah Ryant


__ADS_3

Di sisi lain Vano sudah sampai di depan rumah Alena. Setelah turun dari motor, Vano langsung menggandeng Alena masuk kedalam. Alena juga melihat Vano hanya diam saja, tanpa mau berbicara.


Setelah mereka masuk, Vano langsung bertemu dengan Seto. Bahkan Seto juga sedikit terkejut melihat Vano yang babak belur, seperti habis bertengkar.


"Vano, kamu kenapa Nak?" tanya Seto sedikit terkejut.


"Ini semua salah Lena, Pa." Alena menjawab sambil menundukkan kepalanya.


"Maksudnya?"


"Tidak apa-apa kok, Om. Ini kesalahanku sendiri, bukan salah Alena. Kalau gitu aku pulang dulu, ini sudah Sore. Mommy pasti mencari Vano," ucap Vano yang tak mau membahas segalanya.


Sedangkan Seto menatap bingung pada Vano. Seto merasakan ada sesuatu yang di sembunyikan, tapi Seto tak tau apa itu.


"Baiklah jika kamu ingin pulang. Hati-hati di jalan, dan jaga kesehatan." Vano hanya mengangguk saja.


Setelah itu Vano mencium punggung tangan Seto untuk berpamitan. Sedangkan Alena merasa sangat sedih, karena Vano tak mengucapkan kata-kata perpisahan.


"Anak Papa kok cemberut, sih?" tanya Seto sambil memeluk putri keduanya itu.


"Gak apa-apa, Pa. Oh ya, adik mana? Aku merindukan dia," ucap Alena yang mengalihkan pembicaraan.


"Adikmu masih di susui, Mamamu. Apa kamu sangat menyukai dia, bukannya kamu gak mau punya adik lagi?" tanya Seto sedikit mengejek.

__ADS_1


"Ihhh, apaan sih Pah. Aku memang gak mau memiliki adik lagi, tapi ini berbeda. Dia sangat tampan, aku suka. Kalau Naira nyebelin, dia suka rebut mainan Alena dulu," balas Alena dengan cemberut.


Sedangkan Seto hanya tertawa, dan mencubit pipi Alena. Seto tak mengira, anak keduanya bersama Sekar sekarang tumbuh dewasa. Hanya saja, sikapnya masih saja manja.


"Tapi tetap saja, mereka saudaramu Nak. Mereka juga sayang sama kamu, dan mereka selalu menanyakan kamu loh," ucap Seto sekali lagi.


"Iya deh. Oh ya, aku ingin berkunjung ke makam Mama apa boleh, Pa?" Seto pun memandang lembut Alena. Di belai pipi mulus Alena, dan mencium kening Alena.


"Boleh, Sayang. Kamu maunya kapan? Atau besok siang, kita bareng-bareng ke makam Mama?" Alena pun langsung mengangguk begitu cepat.


Alena sangat bahagia, akhirnya dia bisa menengok makam mamanya lagi. Memang kasih sayang mama barunya tak jauh beda, hanya saja Alena sangat ingin di manja oleh Sekar. Tapi sayangnya Sekar lebih dulu meninggalkan mereka, tanpa sekalipun menggendong Alena.


Sekar, anak kita sudah besar-besar. Bahkan Nadia juga menjadi wanita remaja yang sangat giat kerja, semoga kamu bahagia disana Sekar. Terima kasih sudah memberikan aku anak yang sangat cantik-cantik, seperti mereka.


Sedangkan di sisi lain, Vano baru sampai di rumah Ryant. Vano gak mau pulang kerumah, dan membuat Dira khawatir. Apalagi dengan muka yang bonyok seperti ini.


Vano masuk kedalam rumah, dan di sana Vano di sambut dengan Aira. Memang setelah Dinda meninggal, Aira lah yang mengurus Ryant. Dira juga akan datang tiga hari sekali, untuk menginap di rumah Ryant.


Pernah sekali Dira mengajak Ryant tinggal serumah dengan mereka di rumah peninggalan Vano, tapi sayangnya Ryant gak mau dan lebih memilih tinggal di rumah lama untuk mengenang Dinda.


"Tante, Opa kemana?" tanya Vano sambil mencium tangan Aira.


"Opa ada di teras belakang, sama Zidan," jawab Aira. Untuk Zidan, dia adalah anak Aira.

__ADS_1


Aira bari saja melahirkan beberapa bulan yang lalu, dan berhasil melahirkan bayi laki-laki yang sangat tampan. Tentu kelahiran Zidan, sangat di sambut bahagia oleh Ryant. Karena semenjak ada Zidan, Ryant sedikit melupakan Dinda.


"Baiklah aku ke kamar dulu, mau mandi dan setelah itu menemui Opa. Oh ya, tante. Tolong jangan bilang Mommy, jika aku di sini dengan wajaj seperti ini. Aku gak mau Mommy khawatir," ucap Vano memohon.


"Baiklah. Cepat mandi, setelah itu ayo makan. Tante sudah masak banyak, untung tadi tante masak lebih." Vano hanya mengangguk saja, dan segera pergi dari hadapan Aira.


Sedangkan Aira langsung ke ruang makan, untuk menyiapkan segalanya. Aira juga gak mengira jika Vano akan datang, untung saja dia masak lebih.


.


.


.


Happy Reading.


Hai kak, mulai slow update ya. Aku mau mudik besok, jadi gak bisa update crazy update. Bisanya beberapa kata doang, maafkan aku ya..


Oh ya, kisah Seto sudah ada. Silakan di ramaikan ya guys, bantu tap love.


Judul: Terbelenggu Cinta Seto


Napen: Nunuk Pujiati

__ADS_1


__ADS_2