Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
Season 1 - 40 Arya salah masuk rumah


__ADS_3

Brakkk...


Arya begitu bersemangat saat mendobrak pintu rumah Rangga, tanpa menunggu Seto turun dari mobil. Karena takut Rangga kabut, akhirnya mobil mereka terparkir sangat jauh dari lokasi komplek.


Bahkan sebelum Arya berhasil masuk, sempat ada adu cekcok dengan Bodyguard Rangga yang sengaja di sewa Rangga untuk berjaga-jaga. Namun dengan gesit Arya memukul semua Bodyguard itu hingga pingsan dan terkapar, dan Arya sangat bangga akan hal itu.


"Buat apa sekolah karate, tapi tak bisa melawan curut-curut di luar tadi. Papa anakmu ini tak menyia-nyiakan uangmu dulu," ucap Arya sangat bangga dan sombong.


"Rangga keluar kamu, jangan jadi pengecut! Kamu harus bertanggung jawab dengan keadaan Fani, dan itu harus!" teriak Arya sangat antusias dan semangat. Bahkan kini Arya menendang-nendang, pot bunga hingga jatuh dan pecah.


"Jika kamu memang laki-laki keluarlah! Jangan sembunyi di balik ketiak papamu, cepat keluar kita akan beradu otot," teriak Arya sekali lagi. Arya sungguh-sungguh tak mau menunggu Seto, dan memiliki melakukan itu sendiri. Menurut Arya Seto terlalu kemayu, dan seperti siput.


"Apa-apaan ini? Siapa kamu, dan kenapa kamu membuat onar di rumah orang! Dan lagi, teriak-teriak gak jelas," teriak seseorang paruh baya, yang baru saja keluar dari satu ruangan.


"Tak perlu banyak bicara! Cepat suruh anak anda keluar, saya ada urusan dengan dia," ucap Arya sangat langtang.


"Anak saya tak pernah memiliki musuh, bagaimana bisa dia ada urusan dengan kamu! Sepertinya kamu orang gila yang menerobos masuk ke rumah orang," jawab lelaki itu tak kalah lantang.


"Halah gak usah banyak, cincong! Cepat keluarkan anakmu, kalau benar dia lelaki sejati. Dia gak akan berbuat seperti itu, hingga membuat anak orang hamil. Cepat keluarkan atau saya obrak-abrik rumahmu!" Lelaki paru bayar itu semakin di buat bingung, apalagi saat Arya mengatakan anaknya menghamili seseorang.


Orang ini benar-benar gangguan jiwa, bagaimana mungkin anakku menghamili orang. Wong anakku tak pernah keluar, bahkan masih suci dan bersih! gumam lelaki paru baya itu.


"Baiklah! Saya akan suruh anak saya keluar, tapi jika kau melukainya... Saya pastikan tangan kamu akan aku patahkan!" Lelaki itu pun langsung berteriak memanggil anaknya, dan tak lama setelah itu datanglah seorang pembantu sambil menggandeng bocah berusia lima tahunan.


"Jangan main-main, anda! Saya ingin bertemu Rangga, bukan bocah kecil itu. Jangan berusaha menyembunyikan penjahat, Tuan!" protes Arya. Namun Arya semakin di buat bingung, saat lelaki paru baya itu tertawa lepas.


"Dia anak saya satu-satunya! Siapa Rangga itu? Saya tak mengenalnya, lebih baik sebelum masuk ke rumah orang, cari tau lebih lanjut! Sebelum saya memanggil polisi dengan tuduhan pengancaman terhadap anak kecil, lebih baik anda pergi sekarang!" usir lelaki itu.


Sial! Apa aku salah rumah? Tapi Seto berkata di sini rumahnya, mana mungkin salah. Ini juga Seto kemana sih, jalan sini situ aja kok lama sekali. gerutu Arya dalam hati. Namun tak lama setelah itu, datanglah Seto dengan nafas yang terpenggal-penggal.


"Tuan! Saya mencari anda kemana-mana, ternyata anda berada disini! Kenapa Tuan ada di sini, katanya ingin bertemu dengan Rangga," ucap Seto sambil mengatur nafasnya. Sungguh Arya sangat terkejut dengan ucapan Seto, bahkan kini Arya merasa sangat malu.

__ADS_1


"Maksudmu, Apa? Bukannya kamu sendiri yang bilang, jika rumahnya di sini?" tanya Arya sangat kesal.


"Anda salah rumah Tuan, rumah Rangga masih berjarak dua rumah dari tempat ini. Tadi kan saya bilang 12c." Arya pun langsung melirik nomor rumah yang dia masuki, dan betapa terkejutnya dia saat melihat nomor rumah tersebut. Ternyata beda dengan apa yang di ucapkan, Seto.


"12A"


"SETO... KAMU HANYA BILANG 12 SAJA,MANA AKU TAU JIKA ADA 12A,12B,12C. AKU PASTIKAN GAJIMU AKAN KU POTONG!" geram Arya sambil menahan malu, bahkan sangat malu dan ingin sekali dia keluar dari rumah ini.


"Tuan, maafkan saya," ucap Arya sambil cengar-cengir. Sedangkan lelaki itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, tak habis fikir ada orang sebodoh Arya.


"Cepat pergi dari sini atau, saya panggil polisi sekarang!" teriak lelaki tersebut. Arya dan Seto pun langsung tersentak, dengan cepat mereka meninggalkan rumah tersebut agar tak mendapatkan masalah. Masih untung langsung di suruh pergi, kalau mau di lanjut jalur hukum. Bisa-bisa merasa merasakan, dinginnya dinding bui.


****


"Sialan kamu, Seto. bisa-bisanya kamu memberikan informasi yang salah, untung saja orang tadi tidak menuntutku!" ucap Arya sambil meninju pipi Seto.


"Salah sendiri, kan aku sudah bilang tadi. Kalau 12c, tapi kamu hanya bilang iya iya saja! Aku pikir kamu sudah tau, ya sudah aku langsung menuju TKP. Tapi nyatanya aku sampai disana, kamu gak ada," jawab Seto. Tak di pungkiri, Arya terlalu semangat hingga tak melihat Arah atau intruksi Seto.


"Ck... Siapa yang salah, kok malah aku yang kena imbasnya," dengus Seto. Setelah itu Seto langsung mengikuti Arya dari belakang, takut jika Arya salah masuk rumah sekali lagi. Kan gak lucu.


Setelah sampai di rumah Rangga, dengan sopan Arya memencet bel rumah tersebut. Arya tak ingin mengulang kesalahan bodohnya tadi, karena itu sangat memalukan.


"Sabar Arya,sebentar lagi kamu akan menemukan baji*ngan itu. Awas saja kamu, Rangga. Aku pastikan kamu akan penyok, saat mendapatkan pukulan dariku," gerutu Arya seperti orang gila dan tak selang beberapa lama. Terbukalah pintu tersebut, dan menampilkan seseorang yang gagah siapa lagi jika buka Rangga.


"Dasar lelaki,Brengsek!" teriak Arya yang tak bisa menahan emosinya lagi, tanpa ba, bi, bu Arya langsung meninju Rangga sampai dia tak bisa melawan.


Bug.. bug.. bug


"Dasar lelaki gak guna, lelaki gak bertanggung jawab. Mau enak doang, ninggal benih sembarangan terus orang suruh tanggung jawab. Dadar laki-laki banci!" teriak Arya sambil mencengkeram kera baju Rangga. Sungguh di sini Rangga sangat kembung, karena Arya tiba-tiba langsung memukulinya.


"Kenapa kamu memukuli anakku, brengsek!" Ayah Rangga pun langsung menarik Arya, dan juga mendorong Arya hingga tersungkur. Seto ingin membantu tapi, lagi-lagi Arya melarangnya untuk bertindak. Karena Arya ingin menjadi pahlawan kesiangan.

__ADS_1


"Anakmu pantas mendapatkan ini semua. Dia adalah seorang baji*ngan yang sangat gila, dan tega memperkosa Fani hingga hamil. Bahkan saya yang di jadikan kambing hitam, oleh putra kesayangan anda ini!" jawab Arya sangat kesal. Sedangkan orang tua Rangga langsung terkejut, saat Arya mengatakan Rangga telah memperkosa Fani.


"Jangan mengada-ada kamu! Anak saya orang baik-baik, mana mungkin berbuat seperti itu. Aku yakin itu pasti anak orang lain bukan anak Rangga, kalaupun kamu juga bukan ayahnya berarti Fani memang seorang pela*cur," ucap Rami orang tua Fani. Aditama sangat terkejut, mendengar ucapan istrinya. Bagaimana mungkin, orang tua mengatakan anaknya sendiri seorang pela*cur.


"Rami! Apa kamu sadar apa yang kamu ucapkan? Fani anakmu, dan bagaimana mungkin kamu tak punya hati?" bentak Aditama sangat keras. Walaupun Fani anak sambungnya, tapi Aditama gak akan pernah tega melukai hati Fani.


"Dia bukan anakku lagi, dia orang lain. Dia juga yang membuat mendiang suamiku meninggal, jika bukan karena Fani. Suamiku masih hidup sampai sekarang!" teriak Rami. Dan terjadilah percekcokan antara Aditama, dengan istrinya hingga membuat Rangga semakin muak.


"Stop... Aku sudah muak dengan kalian! Asal kalian tau, kalianlah yang membuat aku dan Fani berpisah. Kalian sudah tua, tapi kalian tak memberikan kesempatan bagi kami yang saling cinta. Apa kalian tau, saat itu aku dan Fani lah yang sangat menderita!" teriak Rangga yang tak bisa menyembunyikan kekesalannya, pada orang tuanya.


"Aku dan Fani harus merelakan cinta kami, demi kalian! Dulu aku ingin berjuang, tapi Fani berpaling dariku dan memilih kamu Arya! Aku sangat marah, karena dia lebih memilih menyerah. Aku juga tak bisa membayangkan kamu menyentuhnya, akhirnya aku mengambil keputusan untuk memperkosa Fani. Tapi aku sangat terkejut, saat mengetahui jika Fani masih perawan," ucap Rangga panjang lebar. Rangga ingin bersuara hari ini, cukup baginya untuk diam selama ini.


"Aku yang memperkosanya, aku juga yang menghamilinya, tapi aku tak akan mengakui anak itu. Anak itu hanya pembawa sial, dan dia hanya anak haram,"


Plakk...


Sebuah tamparan pun melayang di pipi Rangga, Rangga sempat geram dan ingin membalas tapi saat ia tau siapa yang menamparnya, Rangga hanya bisa tertunduk.


"Cepat nikahi Fani, atau kamu akan papa coret dari daftar warisan!" ucap Aditama sangat murka.


"Aku gak akan sudih, menikah dengan Fani! Aku sudah terlanjur sakit hati, aku hanya ingin dia hancur." Setelah itu Rangga langsung pergi meninggalkan mereka semua, ingin rasanya Arya bersuara. Tapi Seto melarang Arya bersuara, karena takut masalah semakin runyam.


"Kita pulang saja, besok kita bujuk lagi. Untuk sekarang, mereka masih panas." Arya hanya mengangguk dan setelah itu mereka berdua meninggalkan kediaman Rangga, dan kembali ke rumah untuk menceritakan semua yang terjadi.


.


.


.


Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2