Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
S2 - Beast Brother's : Gundah Gulana


__ADS_3

Maaf dua hari gak update. Karena HP saya hilang, akun e-mail juga hilang. Gak taunya e-mailnya langsung di hack, jadi butuh proses balikin akun ini. Sempat prustasi karena cerita belum tamat, akun dah di hack. Tapi berkat admin, akun ku balik lagi. 😇


...****...


Jauh di luar gedung, Ardi sedang duduk termenung di warung kopi pinggir jalan. Ardi ingin gak percaya, tapi dengan mata kepalanya sendiri melihat semua kejadian itu.


Apalagi saat melihat apa yang Alisya lakukan bersama Mahen, sungguh membuat hatinya sakit. "Aggrrhhh! Kenapa kamu seperti ini, Alisya! Hatiku sangat sakit melihat kamu dengan dia, orang yang ku kira akan menjadi jodoh Raya!" Teriak Ardi sambil mengacak-acak rambutnya sendiri.


Hari ini ada kelas, tapi Ardi sudah tak mood untuk masuk. Hatinya sangat sakit, apalagi melihat Alisya begitu dekat dengan orang asing.


Tak lama setelah itu, Tiwi teman Ardi datang. Tiwi tau kekasih sahabatnya itu sedang patah hati, tapi dia tau apa yang sebenarnya terjadi tadi di toilet. Hanya saja Tiwi takut mengungkapkan semua, apalagi berurusan dengan anak orang kaya.


"Ar ... boleh aku duduk di sini?" tanya Tiwi yang berusaha tenang.

__ADS_1


"Silahkan!" Ardi benar-benar membalas dengan nada tidak bersahabat. Ardi terlalu patah hati, hingga tak bisa berbicara lembut lagi.


Setelah mendapatkan izin untuk duduk, Tiwi langsung mengambil kursi dan duduk di sebelah Ardi. Sedangkan Ardi hanya diam, sambil menikmati kopi yang dia pesan.


"Ar, apakah kamu marah dengan Alisya?" tanya Tiwi sangat gugup.


"Entah, aku masih bingung. Aku sangat ingin marah, tapi aku sangat mencintai Alisya. Aku bingung, Wi." Ardi menjawab dengan sangat frustasi. Ardi bahkan sampai menggebrak meja karena hatinya mendidih.


"Kalau aku saranin, jangan pernah meragukan Alisya. Alisya orang yang baik, bahkan dia juga sangat mencintaimu. Aku tau Alisya, dia gak akan berbuat macam-macam," ucap Tiwi.


Mata Ardi pun langsung terbelalak mendengar ucapan Tiwi. Ardi mengira Tiwi bercanda, tapi saat Ardi melihat mimik wajah Tiwi, gak ada kata-kata kebohongan.


"Jangan ngawur kamu, aku gak percaya. Lagian ngapain mereka nikah, katanya hanya sandiwara?" tanya Ardi pura-pura acuh.

__ADS_1


Sebenarnya jantung Ardi berdetak sangat kencang, dia sangat takut mendengar ucapan Tiwi. Tapi, gengsi Ardi lebih besar dari rasa takutnya.


"Ya bisalah, kan kepala sekolah yang nyaranin gitu. Pernikahan mereka tinggal dua minggu lagi, dan jika kamu masih seperti ini, maka siap-siap kehilangan Alisya. Satu lagi, Alisya sangat sedih melihat kamu yang gak percaya sama dia." Setelah berbicara Tiwi langsung pergi meninggalkan Ardi sendiri. Namun Ardi tak memperdulikan kepergian Tiwi, melainkan dia merenungi ucapan Tiwi.


Benar juga kata Tiwi. Tapi hati ini masih sakit, mungkin menjauh untuk beberapa waktu gak apa-apa lah. Tapi kata Tiwi, Alisya akan menikah beberapa minggu lagi. Tidak! Alisya hanya milikku, dia gak boleh nikah dengan siapapun. Hanya aku yang boleh memiliki dia, lainnya gak boleh! Seketika Ardi langsung berdiri. Tekatnya untuk memiliki Alisya sudah bulat, dia akan merencanakan sesuatu untuk mendapatkan Alisya nya kembali.


"Tunggu aku, Alisya!"


.


.


.

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2