
Setelah selesai makan, Dira langsung menuju ke kamar Arya lagi. Di sana Dira masih melihat Seto berdiri di depan ruang ICU. Dengan sangat emosi Dira mendekati seto.
"Seto!" teriak Dira sambil berjalan mendekati Seto.
Sedangkan Seto langsung menoleh ke arah Dira, tapi yang dia dapat adalah sebuah tamparan yang amat dasyat dari seorang Dira, istri Arya Wiguna.
Plak ....!
Seto pun langsung tercengang saat mendapatkan tampan itu. Bahkan pipi Seto terasa panas, dan juga kebas.
Sial! Panas juga tamparan Dira, malah lebih terasa kejam dari Sekar. Apakah wanita memang selalu begini, suka nampar orang tanpa sebab? gumam Seto sambil mengeluh pipinya.
"Apaan sih, Dira? Datang-datang langsung nampar orang, kamu pikir tamparan kamu itu pelan. Memang deh kamu cocok jadi dewa setan, karena tamparanmu sangat menyakitkan!" celetuk Seto.
"Biarin, aku memang dewa setan! Dan yang membangkitkan setanku ya kamu, Seto!" balas Dira sambil menjewer telinga Seto.
"Aduhh! Sakit, Dira ...." Seto terus memohon agar Dira melepaskan jeweranya itu. Tapi, sayangnya Dira gak mau sampai Lisma datang.
Lisma sangat terkejut melihat Seto di siksa oleh Dira, apalagi Seto sampai meringis kesakitan. Dengan cepat Lisma menghampiri mereka, dan langsung menangis.
"Mbak, lepasin jeweranya. Itu sangat sakit, kalau Mbak marah, marahnya sama aku saja jangan mas Seto. Aku yang salah, aku yang kebaperan jadi aku mohon jangan lukai mas Seto. Aku janji akan menjauh dari mas Seto, dan gak akan mendekati dia lagi," ucap Lisma dengan linangan air mata.
__ADS_1
Lisma gak tau kenapa dia sangat sedih melihat Seto kesakitan, apalagi karena dirinya. Sebab itu Lisma memutuskan akan menjauhi Seto, mulai dari sekarang.
"Kamu gak salah, Lisma! Yang salah itu Seto, seharusnya dia gak boleh seperti ini di saat dia sendiri suda ... emmmpphhh ...." Dira pun tak bisa melanjutkan ucapannya karena dengan cepat Seto membungkam mulut Dira.
"Emmmm ... emmmm ...."
"Lisma, kamu tunggu di sini sebentar ya? Mas mau pergi dengan Dira sebentar saja, jangan menangis lagi karena Mas gak apa-apa," ucap Seto sambil menghapus air mata Lisma dengan tangan satunya.
"Baiklah."
Setelah itu Seto langsung mengangkat Dira seperti karung beras. Seto terpaksa melakukan ini semua, karena Dira gak mau pergi dan terus mengumpati Seto.
"Sialan, lepasin sakit tau perutku! Seto sialan, aku sumpahin kamu gak akan tenang sebelum melepaskan aku!"
"Maumu apa sih, Seto!" teriak Dira saat Seto mendudukkan dia di taman rumah sakit. Namun tanpa di duga, Seto langsung bersujud di kaki Dira.
Bahkan Seto memohon-mohon pada Dira, agar Dira tak memberi tau Lisma tentang statusnya. Seto bahkan menangis, tepat di pangkuan Dira.
"Seto, kamu paham dengan semua ini? Kamu sudah menikah Seto, dan kamu juga sudah ada anak yang sangat cantik. Tapi kenapa kamu seperti ini?" tanya Dira yang juga ikut menangis.
"Dira, aku menikah dengan Sekar hanya terpaksa Dira. Dia yang menjebak aku, hingga dia hamil. Aku menikah dengan dia juga karena aku gak mau Nadia gak memiliki Ayah, tapi hatiku gak bisa di bohongi. Aku sama sekali tak mencintai dia, walaupun kita menikah sejak lama. Aku hanya menganggap dia adikku saja, gak lebih," balas Seto yang terdengar pilu.
__ADS_1
"Tapi dia tetap istrimu, Seto. Bahkan dia juga melayanimu lahir dan batin, semua dia lakukan demi menyempurnakan pernikahan kalian," ucap Dira sekali lagi.
Namun dengan cepat Seto menggeleng. Seto tidak membenarkan ucapan Dira, karena memang nyatanya mereka tak pernah melakukan hubungan apapun selama dua tahun ini.
"Kamu salah, kita gak pernah melakukan apapun. Aku dan Sekar memang menikah, tapi kita tidur masing-masing di kamar berbeda. Aku sudah katakan, aku gak bisa menyentuh dia dengan keadaan sadar. Aku selalu menganggap Sekar saudara Dira, gak lebih dari itu...."
"Oh ya, dan untuk Lisma. Aku juga gak tau kenapa aku bisa jatuh hati dengan dia, tapi saat aku melihat matanya hatiku selalu bergetar Dira. Aku selalu merasa damai jika memandang Lisma, aku ingin serius dengan dia.Tapi aku gak bisa melepaskan Sekar, karena sebelum orang tua Sekar meninggal. Dia berpesan, walaupun aku tak pernah mencintai dia, aku di larangan menceraikan Sekar. Karena keluarga Sekar, hanya ada aku saja sekarang."
Dira pun langsung membungkam mulutnya sendiri. Dira gak tau harus berkata apalagi, di saat seperti ini. Dira tau rasanya orang gak mencintai, tapi di paksa mencintai akan sulit.
Tapi di sisi lain, Dira gak mau Lisma terjebak cinta segitiga dengan Sekar. Apalagi pasti nantinya, Lisma akan di Cap pelakor walaupun dia gak tau semuanya.
"Seto, kamu terjebak dalam cinta dua wanita. Mereka semua tulus mencintai kamu, tapi hati kamu hanya satu bahkan itu hanya untuk Lisma. Sebelum semuanya terlambat, akhiri ini semua. Lepaskan salah satu dari mereka, jika kamu ingin yang terbaik. Jika kamu gak bisa melepaskan Sekar, maka tinggalkan Lisma. Sebelum dia terlalu dalam mencintai kamu, dan semakin sakit karena kebohongan yang kamu buat," ucap Dira sangat berat.
Dira sebenarnya juga bingung, tapi semua keputusan ada di tangan Seto. Dira hanya bisa memberikan saran yang terbaik, agar Seto gak terjerumus dalam lingkaran perselingkuhan.
.
.
.
__ADS_1
Happy Reading