Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
Season 1 - 54 Bekal untuk Arya


__ADS_3

Belumlah lama memikirkan semuanya, akhirnya Dira memutuskan untuk memberikan kejutan untuk Arya. Iya Dira hari ini memasak Ayam rica-rica kesukaan Arya, bahkan Dira memasaknya dengan penuh cinta.


"Wangi sekali masakan kamu, Dira?" tanya Ryant yang baru datang. Bahkan Ryant sampai mengelus perutnya, pertanda dia tergiur dengan masakan Dira.


"Masa sih, Pa? Perasaan sama seperti kemarin-kemarin, deh," jawab Dira. Sedangkan Ryant langsung mengangguk mengiyakan ucapan Dira, sungguh Ryant selalu terhipnotis masakan Dira.


"Papa, bisa saja deh. Oh ya, mama bagaimana? Apakah mama sudah sehatan?" tanya Dira sekali lagi.


"Sudah kamu tenang saja, mama akan diam kalau di suntik vitamin. Sesudah di cus, sekarang tidur dengan nyenyak," balas Ryant sambil tersenyum jahil. Sedangkan Dira merasa bingung, karena memang dia belum paham masalah hubungan intim.


"Vitamin apa? Memang mama minum vitamin apa, Pa?" tanya Dira begitu polosnya.


"Pokoknya Vitamin yang sangat memuaskan, bahkan sampai lemas. Masa kamu pernah nikah masih gak tau maksud papa, jangan-jangan Vano jarang memberi kamu Vitamin?" ucap Ryant sedikit, memojokkan Dira.


"Tunggu... Dira masih gak paham, Pa! Memang apa hubungannya Vitamin, dan Vano?" tanya Dira yang sangat kebingungan. Sedangkan Ryant sudah mati kutu, dia tak tau apa yang harus dikatakan agar Dira mengerti.


Bahkan Ryant merasa heran, apakah Vano tak pernah menyentuh Dira, hingga Dira masih tak paham obrolan mereka menuju kemana.


"Jangan bahas ini lagi, ayo kita bahas lainnya saja," ucap Ryant yang mati gaya.


"Baiklah nanti Dira akan tanya kak Sintal, mama minum Vitamin apa," balas Dira acuh tak acuh. Sedangkan Ryant langsung menepuk kepalanya, merasa bicara dengan perawan yang tak pernah di sentuh.


"Pah... Tadi pagi kak Fani pendarahan, sekarang ada di rumah sakit dan akan di rawat beberapa hari di sana." Ryant pun langsung melotot kan matanya, saat mendengar perkataan Dira.


"Terus bagaimana keadaan, anaknya?" tanya Ryant sangat cepat.


"baik-baik saja, Pa," jawab Dira sambil mengaduk makanan yang dia buat.


"Alhamdulillah, kalau gitu."


Setelah itu, mereka bergotong-royong untuk memasak. Ryant yang sangat antusias, langsung membantu Dira memotong-motong bumbu yang di perlukan Dira, mereka bagaikan anak dan ayah kandung. Bukan seorang menantu dan mertua.

__ADS_1


Stengah jam sudah Dira bergelut dengan kompor akhirnya masakan lnya selesai, bahkan bekal Arya juga sudah di siapkan sangat baik. Selesai semuanya Dira langsung masuk ke kamar untuk mandi dan berganti baju.


"Kamu gak makan siang dulu, Dira?" tanya Ryant sambil menyiapkan makan, untuk Dinda.


"Gak, Pa. Nanti makan di kantor sama kakak saja, lebih baik Papa makan dulu sama mama karena dari pagi mama belum makan juga," balas Dira sambil menenteng bekal Arya.


"Iya nanti Papa bangunin mama, kamu hati-hati di jalan. kamu punya ongkos untuk naik taxi?" tanya Ryant sekali lagi.


"Punya kok, Pa. Tadi pagi di kasih Kak Sintal uang 200, buat naik taxi tadi dan masih sisa 150ribu." Setelah itu Dira langsung berangkat ke kantor Arya, dengan wajah yang sangat bahagia.


****


Sedangkan di kantor Arya masih saja seperti dewa kematian, siapapun yang berbuat salah akan kena omelan mautnya. Sampai semua bergetar, dan takut.


"Kalian semua gak ada yang becus. Cepat pergi dari sini, dan ulang pagi semuanya!" bentak Arya sangat keras. Seluruh karyawan pun hanya bisa menurut dan mengangguk.


"Mawar iku saya ke ruangan!" Mawar pun berjalan mengikuti Arya dari belakang, dengan rasa takut.


"Pak Arya habis makan apa sih?Kok hari ini kaya orang gila, sumpah yang tadinya aku kagum jadi mungsret tau gak," gerutu Mawar dalam hati.


Namun tak lama kemudian terdengar bunyi dering ponsel dari telpon Arya, sungguh Arya sangat malas mengangkat panggilan itu. Namun dia harus tetap profesional.


"Apa!" ucap arya dengan ketus.


"Maaf Pak di lobby ada seseorang namanya Dira, katanya adik Bapak dan Mbak ini maksa ingin memberikan makan siang langsung. Tapi saya cegah karena saya takut, dia berbohong," balas Michel.


"DIA BUKAN ADIK KU MICHEL! DIA CALON ISTRI KU,BISA-BISA NYA KAMU TAK MEMBIARKAN DIA MASUK!" bentak Arya sangat keras. Sedangkan Mawar yang asik mengetik ikutan kaget dengan teriakan Arya.


"Maaf, Pak," Balas Michel sangat takut.


"Gaji kamu saya potong 15℅!" ucap Arya sekali lagi. Sungguh hari ini adalah hari kematian bagi karyawan Arya, bahkan sebagian dari mereka ada yang sampai mengelus dada.

__ADS_1


"Jangan dong, Pak..." belum selesai Michel bicara, Arya langsung memutuskan panggilan mereka. Namun beberapa menit kemudian, Arya menelfon kembali Michel dan menyuruh Dira masuk. Arya akan mengerjai Dira, hingga dia cemburu.


"Mawar kamu kesini, sebentar." Mawar pun menurut begitu saja tanpa tau apa yang akan di lakukan Arya


"Apa, pak?" tanya Mawar bebarengan dengan suara ketukan di depan pintu.


"Masuk." Arya pun langsung menarik Mawar hingga duduk di pangkuannya, hingga Mawar kaget dengan spontan tangan Mawar mengalung di leher Arya dan rencana Arya berhasil. Dira masuk dan melihat semuanya, bahkan Arya terlalu bangga melihat ini semua.


"Maaf, saya kira gak ada adegan begini, " ucap Dira sambil menahan amarah, melihat adegan tak senonoh antara Mawar dan Arya.


"Awas kamu! Andai ini rumah sudahku, akan aku bejek-bejek kamu kak. Sabar Dira Sabar, tampilkan senyuman walau sakit," gunam Dira dalam hati.


"Oh ya gak, apa-apa." Mawar langsung berdiri dari pangkuan Arya dan meminta maaf.


"Maaf, Pak," ucap Mawar sangat takut.


"Gak perlu takut, Baby," Dira dan Mawar pun langsung melotot bersamaan. Mendengar ucapan Arya barusan, kata-kata Baby.


"Maaf ganggu sebentar, ini saya dari catering MURKA. Saya mau mengantarkan makanan yang Bapak pesan tadi,bsaya taruh di sini ya Pak karena ada dua makanan lebih baik bapak makan dengan mbak-mbak ini!" Setelah berkata Dira langsung melesat pergi. Sedangakan Arya baru sadar dengan kata-kata dua makanan, yang artinya Dira ingin makan bersama dengan dia.


"Astaga! Dia mau makan siang bersama, bodoh kamu Arya!" Arya pun berlari menghampiri Dira, namun terlambat Dira sudah pergi menaiki taxi. Sedangkan Dira di dalam taxi menangis sejadi-jadinya, dadanya terasa sesak dan sakit melihat adegan di luar pikirannya.


"Aduh kenapa sih pakek nangis segala. Kamu tau kak Arya bagaimana, pasti dia di kelilingi banyak wanita. Bodoh kamu Dira!" ucap Dira sambil menepuk-nepuk dadanya yang sakit.


.


.


.


Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2