Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
Season 1 - 12


__ADS_3

Dua haripun berlalu, kini Arya sedang bimbang menunggu panggilan dari Pras. Sudah dari jam lima pagi Arya menunggu telepon dari Pras, namun sampai sekarang jam dua belas siang Pras tak kunjung memberikan kabar dan membuat Arya geram.


"Sial! Awas saja jika berani membohongi aku, aku gak akan segan-segan mencabut semua biaya keluarganya sekarang juga jika dia tak kunjung memberikan kabar! Yang lainnya juga gitu, sangat bodoh gak bisa menemukan satu orang saja," omel Arya di dalam ruangannya. Bahkan selama tiga minggu Arya sudah memecat Bodyguard nya tanpa ampun, bahkan ada yang tak diberi pesangon.


Tok Tok Tok


Arya semakin kesal saat hatinya gunda banyak kerjaan, dan banyak orang yang mengganggu dirinya yang lagi berfikir.


"Masuk!" ucap Arya dengan nada bentakan. Dan tak lama setelah itu terlihat Pras yang masuk kedalam ruangan Arya, dengan wajah yang sangat lesu. Pagi ini Pras pamit pulang dengan beralasan ingin menjenguk ibunya, padahal dia pergi menghadap Arya.


"Bos," panggil Pras lirih. Seketika Arya langsung menatap Pras dengan terkejut, dari tadi dia menunggu Pras menelpon ternyata dia datang langsung.


"Akhirnya kamu datang juga! Cepat beri tau aku apa kamu menemukan Dira, atau kamu masih belum juga menemukan dia?" tanya Arya sambil berdiri dari duduknya.


"Saya sudah menemukan Nyonya, dan dia dalam keadaan sehat walafiat. Bahkan Nyonya Dira membuka warung nasi, dan sangat banyak pembeli juga," ucap Pras dengan nunduk kan kepalanya. Sedangkan Arya langsung tersenyum lega, akhirnya orang yang dia cari selama ini ketemu juga.


"Dimana dia?" tanya Arya dengan gembira. Bahkan dia sampai memegang bahu Pras, dan sedikit menggoyahkan bahu Pras.


"Nyonya berada di Malang. Di sebuah desa kecil, tapi gak sampai Malang juga hanya perbatasan saja dan nama desanya Dusun Rojo Pasang, dekat dengan Nongkojajar." jelas Pras. Sedangkan Arya langsung tersenyum puas, karena menang hanya Pras yang selalu bisa menyelesaikan tugas dari Arya.


"Kerja bagus Pras. Terima kasih sudah membantu saya menemukan Dira, saya juga akan memberikan bonus untuk kamu," puji Arya sambil mengutak-atik ponselnya.


"Sekarang kamu lihat ponselmu, bonusmu sudah masuk dalam rekening mu saat ini juga." Pras pun langsung mengambil ponselnya untuk mengecek bonusnya, dan benar ada notifikasi dari bank jika dirinya baru saja mendapatkan tranfer dari Arya sebesar 60juta.


"Bos, ini sangat banyak. Apa bos gak salah kirim, ini terlalu banyak," ucap Pras yang merasakan terkejut, karena Arya memberikan bonus yang sangat banyak.


"Tidak, aku tidak salah kirim. Sekarang kamu kembali lagi kesana, dan carikan saya rumah kontrakan setidaknya paling lama tiga bulanan. Karena aku gak tau Dira mau di ajak pulang langsung atau tidak, jika dia menolak saya sudah punya tempat tinggal disana." jelas Arya sekali lagi.

__ADS_1


"Baik bos, saya akan pulang kerumah sebentar dan setelah itu saya kembali lagi kesana untuk mencarikan tempat tinggal. Tapi bos rencananya berangkat kapan ke sana, biar saya tepat waktu mencari rumah kontrakan untuk bos," ucap Pras dengan semangat. Bahkan semangatnya kembali membara, dan sangat sigap.


"Besok pagi saya akan berangkat, dan kamu harus cari rumah yang dekat sekali dengan Dira. Jika perlu samping Dira, karena saya gak mau jauh-jauh dari dia. Takutnya dia malah kabur, jika tau saya di sana." Pras pun langsung mengangguk mengerti dan setelah itu Pras langsung berpamitan untuk pergi meninggalkan ruangan Arya.


Setelah Pras pergi, Arya langsung membereskan barang-barangnya dan segera pulang ke rumah untuk memberikan kabar bahagia ini pada Dinda dan Ryant.


"Agnes, aku mau pulang dulu. Jika ada orang mencariku, bilang saja lagi tugas keluar kota. Mungkin sampai beberapa bulan jika gak lancar, tapi jika lancar mungkin beberapa minggu. Selama aku tak ada, perusahaan akan di urus Seto, jadi setelah Seto pulang dari perjalanan bisnis dengan PT Surya dia akan langsung masuk kerja." jelas Arya dan Agnes hanya bisa mengangguk paham.


"Aku pergi dulu, jangan pada males. Jika sampai ketahuan males-malesan, aku pecat kalian!" ancam Arya pada seluruh pegawainya.


"Baik bos." seluruh karyawan pun kompak dalam menjawab ancaman Arya. Setelah itu Arya langsung pergi dari kantor, dan menuju rumah.


****


Arya kini sudah sampai di rumah dan Arya langsung berlari masuk kedalam kamar Dinda tanpa mengetuk pintu dahulu, hingga dirinya tak sengaja melihat kedua sejoli yang lagi bercumbu mesra di atas kasur.


"Mam..." Arya langsung menghentikan ucapannya dan langsung berbalik agar tak melihat orang tuanya itu. Sedangkan Dinda dan Ryant langsung gelagapan dan mencoba menetralkan perasaan gugup mereka.


"Dasar anak gak ada akhlak! Punya sopan santun gak sih kamu, perasaan Mama selalu ajari kamu kesopanan, tapi kenapa gak kamu pakek itu otak?" bentak Dinda yang geram dan bercampur malu. Malu karena kepergok sang putra.


"Ya maaf. Tapi, Arya gak sepenuhnya salah. Mama sama Papa juga salah, kalau niat buat adek jangan lupa kunci pintu. Kan Arya jadi melihat adegan yang seharusnya gak dilihat Arya, mata polos Arya sekarang rusak Mama." Dan tak lama setelah itu sebuah bantal terbang pun langsung mendarat tepat di kepala Arya, Dinda sangat geram dengan penuturan sang putra, hingga membuatnya langsung berdiri dan menimpuk Arya.


"Dasar anak kurang ajar, anak kodok, anak siluman. Kamu bukan anak Mama, kamu anak kodok. Jika kamu anak Mama, sifatmu harusnya seperti Vano bukan seperti ini," ucap Dinda sambil memukuli Arya dengan bantal, sedangkan Arya hanya bisa mengadu sakit saat Dinda terus menimpuk dirinya.


"Ampun Ma, Arya ngaku salah. Ampun," teriak Arya sambil menghindari pukulan Dinda, karena bagaimanapun juga pukulan Dinda sangat sakit dan membuat Arya meringis kesakitan.


"Rasain kamu, siapa suruh kurang ajar sama orang tua." ledek Ryant sambil tertawa terbahak-bahak, bahkan Ryant sangat menikmati pertunjukan didepan matanya.

__ADS_1


"Mama aku tadi itu saking bahagianya, jadi Arya langsung nyelonong saja Ma. Tapi apa Mama beneran gak mau dengar apa yang akan Arya katakan, Arya yakin Mama langsung bahagia. Jadi aku mohon berhenti memukuli aku!" teriak Arya. Dan perkataan Arya berhasil membuat Dinda berhenti dan langsung memandang Arya dengan tatapan bertanya.


"Cepat katakan, atau kamu akan Mama pukul lagi. Awas saja jika kamu membohongi Mama, hukuman masih menantimu!" ucap Dinda dengan sinis. Sedangkan Ryant langsung mendekati Arya dan Dinda, karena dia juga sangat penasaran dengan kabar yang akan diberikan Arya.


"Aku yakin Mama langsung bahagia, bahkan sangat bersyukur karena mendapatkan berita ini." jelas Arya.


"Cepat katakan, jangan berbelit-belit!"


"Oke, sabar Mama. Jadi gini, Arya sudah menemukan Dira dan Arya mau bilang sama Mama kalau Arya mau menjemput Dira dan membawanya pulang kerumah ini dengan status sebagai calon istri. Arya sudah memikirkan matang-matang, jika Arya akan menikah dengan Dira," ucap Arya dengan serius. Sedangkan Dinda langsung melongo dan sekaligus senang, karena Akhirnya Arya mau menuruti permintaan Vano.


"Kamu serius Arya?" tanya Dinda yang masih terharu.


"Iya Ma, Arya serius. Arya akan lakukan apapun itu, hanya demi Mama. Jika Mama bahagia Arya juga bahagia, tapi Arya mohon satu hal. Jangan kasih tau Fani dulu, karena Arya gak mau Fani marah dan syok. Setidaknya biarkan Arya sendiri yang menyelesaikan hubungan ini, dan berusaha mengakhiri hubungan tanpa ada dendam diantara kita," ucap Arya panjang lebar. sedangkan Dinda langsung menganggukkan Kepala, dia sangat bahagia karena Arya sudah bisa menentukan pilihannya dan meninggal seseorang yang tak Baik.


"Baiklah, Mama gak akan bocorkan ini. Tapi kamu harus janji bawa Dira pulang, Mama sangat merindukan dia," balas Dinda dengan menangis. Bahkan kini Dinda langsung memeluk tubuh Arya dan menumpahkan kebahagiaannya, didalam pelukan Arya.


"Kapan kamu menyusul Dira?" kini Ryant mulai bertanya.


"Besok pagi, Pa. Arya minta doa kalian, agar Dira mau diajak pulang," jawab Arya sambil mencium tangan Dinda dan Ryant.


"Doa kami selalu menyertaimu, Nak."


.


.


.

__ADS_1


Happy Reading


catatan kecil: Dinda menang ratu drama dan lebay. Jadi jangan kaget, dan Proses kok lebay udah emak-emak.


__ADS_2