
"Kamu sedang berbicara dengan siapa, Kak?" tanya Dira saat Arya memutuskan panggilannya.
"Dengan Mama. Katanya dia ingin di buatkan cucu sepuluh, dan aku mengiyakan ucapan Mama." bohong Arya. Padahal Arya sendirilah yang berkata akan membuatkan, Dinda cucu sepuluh biji.
"Mama atau kamu?" balas Dira sedikit menggoda Arya. Sebenarnya Dira sudah mendengar ucapan Arya yang ingin memberikan cucu sepuluh biji pada Dinda, namun untuk keseluruhan Dira tak mendengar semuanya.
"Dua-duanya, Sayang," jawab Arya sambil tekekeh.
Dira pun hanya menggelengkan kepala, dan mendekati Arya. Di kecup lembut bibir Arya, karena Dira sangat gemas saat melihat Arya menampakkan wajah sok imutnya.
"Bagaimana kabar, maduku? Apa dia berhasil membantu suamiku ini, mencapai puncak nirwana?" goda Dira sambil terkekeh.
"Membantu sih. Tapi dia gak bantu banyak, karena tanganku yang bergerak bukan si Via," ucap Arya sambil menunjukkan tangannya itu.
"Lihatlah sampai merah. Kamu jahat banget sama aku, ninggalin begitu saja saat suamimu ini lagi tegang-tegangnya," rengek Arya. Ya beginilah sifat Arya sekarang, bagaikan anak kecil yang sering merajuk dan merengek. Namun Dira malah semakin cinta, melihat Arya yang begitu bucin kepadanya.
"Kamu itu lucu Kak, kalau lagi keluar manjanya. Wajah kamu jadi imut,aku suka liat wajahmu yang seperti ini, membuat aku gemas," balas Dira sambil memijat tangan Arya. Sedangkan Arya langsung menarik tubuh Dira, dan memeluknya sangat erat.
"Baiklah aku akan bersikap seperti ini terus, agar aku mendapat pujian dan belaian tangan kamu." Arya menatap wajah cantik istrinya dan menyingkirkan helaian rambut yang menutupi muka Dira.
"Dira apa kamu mau Honeymoon? Aku sudah beli tiket ke Bali untuk besok, jika kamu mau, kita berangkat kalau tidak aku akan batalkan. Kita bikin anak di rumah saja," ucap Arya sedikit bercanda.
"Honeymoon?"
"Iya Honeymoon. Kita akan jalan-jalan ke Bali, dan menghabiskan waktu di sana selama tiga minggu." Seketika mata Dira langsung melebar, saat mendengar penuturan Arya.
"Tiga minggu!"
Sungguh Dira sangat terkejut mendengar perkataan Arya, tiga minggu di Bali. Hanya untuk Honeymoon.
"Iya tiga minggu, apa masih kurang panjang? Kalau kurang panjang, maka aku genapin jadi sebulan gimana?" balas Arya sambil menaikan sebelah alisnya.
"Sebenarnya bukan masalah kurang panjangnya Kak, karena punyamu sendiri saja sudah panjang. Jadi untuk apa di perpanjang lagi?" balas Dira sangat konyol. Sedangkan Arya langsung melotot, mendengar istrinya mulai geser.
"Dira! Aku gak bercanda, Sayang! Aku lagi bahas Honeymoon, bukan bahas panjang pendeknya lele beruratku! Lagian lele beruratku sudah panjang, kenapa mau di panjangin lagi? Nanti kasian kamu kalau kepanjangan, entar tembus ke usus gimana?" ucap Arya sangat geram. Sedangkan Dira langsung tertawa terbahak-bahak, melihat mimik muka Arya. Bahkan jawaban Arya membuat Dira geli.
__ADS_1
"Lagian kamu juga aneh! Honeymoon kok lama amat, itu Honeymoon apa pindah rumah? Tapi sumpah demi apapun, setelah kenal Kakak, aku jadi mesum. Kepolosan ku, telah kau renggut Kak!" Arya pun langsung tersenyum, dan semakin memeluk erat Dira. Bahkan Arya menghujani Dira, dengan kecupan demi kecupan di puncak kepalanya.
"Aku lebih suka wanita yang menantang , dari pada polos. Sebab itu aku selalu menanam biji mesum di otakmu, agar kamu berani memulainya lebih dulu Sayang," ucap Arya sambil mengetuk-ngetuk jidat Dira.
"Jika itu maumu, aku akan buktikan jika aku sudah tak sepolos dulu. Tapi jangan ngeluh, jika aku melakukan sesuatu yang di luar nalar loh ya?" ucap Dira dengan senyuman jahilnya.
Setelah itu tangan Dira langsung menelusup masuk kedalam celana boxer Arya. Sungguh Arya sangat terkejut melihat Dira yang seperti ini, Diranya yang dulu tak tau apa-apa sekarang mulai berani melakukan tanpa di suruh.
"Tanganmu mau ngapain? Jika ujung-ujungnya gak jadi, lebih baik jangan. Karena tanganku sudah capek jika harus berakhir di kamar mandi, Dan juga sayang bibit unggulku, karena terbuang sia-sia. Namun hanya satu sih yang aku takutkan, jika aku sering membuang benih-benih kecebong ku di selokan," ucap Arya sangat serius.
"Apa yang kakak takutkan?" tanya Dira dengan tangan yang masih aktif memainkan sesuatu, di bawah sana.
"Aku tuh sempat mikir, sambil tidur tadi. Kamu tau sendiri kan, jika aku sering main solo di kamar mandi dengan si Via. Terus kalau sudah selesai, otomatis benih-benih kecebong ku jatuh dan mengalir ke pembuangan air." Dira pun mengangguk, sambil terus mendengarkan cerita Arya.
"Lah kamu tau kan, jika pebuangan air langsung menuju ke sungai. Di sungai juga banyak ikan, yang berkeliaran. Aku takut saja jika benih-benih ku tadi, membuahi ikan cewek. Terus kalau dia hamil bagaimana, otomatis anaknya ikan tadi anak aku juga dong." Dira pun menahan tawa, tapi dia tahan karena masih ingin mendengar penjelasan Arya.
"Terus tanpa sengaja aku mancing di sungai dan aku dapat ikan yang ternyata anakku. Terus kamu goreng dan aku memakannya. Sama saja aku makan anakku sendiri, sebab itu beberapa hari ini aku jarang memancing di sungai belakang rumah. Aku takut salah satu dari ikan di situ adalah ana ku." Sungguh dira tak bisa menahan tawanya lagi karena mendengar cerita Arya, yang sangat-sangat konyol.
"Ha Ha Ha Ha.... Kamu kok dodol amat sih kak? Mana ada anak ikan, bapaknya manusia. Lagian kamu dapat, teori darimana?" tanya Dira sampai terjungkal-jungkal, karena tertawa lepas.
"Yang harus kamu lakukan cuma satu, Kak. Yaitu berobat ke rumah sakit jiwa! Dimana-mana jika bibit terkena air akan mati apa lagi ada zat kaporitnya, kamu ini aneh banget tau gak sih kak," jawab Dira dengan tawaan yang tak bisa berhenti.
"Kamu serius Dira?"
"Kak aku tanya deh. Kakak sekolah dulu itu beneran sekolah apa enggak sih, pasti sering bolos ni. Atau enggak ijazah kakak tembakan ya?" tanya Dira yang tak habis pikir.
"Enak saja tembakan. Ya enggak lah, cuma mungkin waktu pelajaran itu aku tidur di kelas mungkin," Jawab Arya yang tak mau kalah.
"Terserah deh. Dira mau mandi, kakak mau ikut ngak? Kalau ikut ayok cepetan, barang kali nanti bibit kakak masuk pada tempatnya," canda Dira sambil tertawa. Dengan sangat cepat, Arya menyusul Dira dari belakang seperti anak kecil yang tak mau kehilangan orang tuanya.
***
Edukasi Dini:
Fakta tentang SP jika terkena air, apakah bisa menyebabkan kehamilan?
__ADS_1
Sel SP akan mati di luar V.
Saat terjadi ejaku*lasi di luar (tidak di dalam V), SP akan mati beberapa menit kemudian di permukaan dingin dan kering. Paling lama, SP dapat bertahan selama 30 menit, namun kemungkinannya sangat kecil.
Di dalam air hangat tanpa campuran apapun, SP bisa bertahan beberapa menit. Di dalam air panas, SP akan langsung mati karena suhu tinggi. Sementara di dalam rahim, SP bisa bertahan 3-5 hari karena terlindungi oleh len*dir ser*viks (leher rahim).
Sel SP mati jika terkena zat kimia.
Jika ejaku*lasi terjadi di kolam renang, kandungan klorin atau kaporit yang berfungsi sebagai desinfektan air akan membunuh SP sebelum SP mampu berenang. Bahkan, zat kimia seperti busa sabun untuk berendam di bak mandi pun dapat membunuh sel SP.
(jadi kau tak usah takut, Arya)
Sel SP harus berenang hingga ke tuba falopi untuk pembuahan.
Untuk mampu membuahi sel telur yang berada di dalam tuba falopi, sel SP perlu melewati jalan berlapis yaitu:
(1) liang V, tempat terjadinya penetrasi oleh MR P, yang panjangnya sekitar 7-10 cm,
(2) leher rahim, yaitu bagian yang menghubungkan liang V dengan rahim,
(3) uterus atau rahim, tempat janin akan tumbuh jika terjadi kehamilan, dan
(4) tuba falopi, yaitu jalur keluar sel telur dari ovarium (indung telur).
__ADS_1
selamat membaca...