
Setelah selesai makan, Dira langsung membersihkan seluruh badannya. Tak lupa juga, Dira memakai minyak khsusus bercinta agar membangkitkan gairah lelaki. Jangan tanya itu minyak apa, karena Dira merahasiakannya. Kalau ada mah, aku juga mau. π
"Kak, aku sudah selesai," ucap Dira yang baru keluar dari kamar mandi. Sedangkan Arya langsung menelan ludah dengan sangat kasar, karena Dira keluar dari kamar mandi tanpa memakai baju sama sekali. Bahkan tubuh Dira terlihat sangat sexy, saat ini.
"Sayang ... mana baju kamu?" tanya Arya sambil menahan hasratnya mati-matian.
"Buat apa pakai baju, jika ujung-ujungnya kita akan ber-cinta. Toh nanti juga kamu buang saat kita mulai memadu kasih. Eh ... tapi tubuhku udah kelihatan gemuk gak?" tanya Dira sambil bercermin.
Namun Dira tak sadar, jika pergerakannya di depan cermin membuat Arya semakin tak tahan. Arya pun beranjak dari atas ranjang, dan menghampiri Dira.
Arya langsung memeluk Dira dari belakang, dan mendaratkan ciuman di leher Dira. Bahkan lidah Arya mulai menji*lat kulit leher Dira, yang beraroma coklat.
Dira pun mendesis, saat merasakan tubuhnya merinding. Sedangkan Arya semakin liar menciumi leher Dira, hingga menyisakan banyak tanda stroberiπ
Tangan Arya juga mulai merambat ke arah buah dada Dira, dan sedikit memijat-mijat benda kenyal itu. Dira semakin di buat keleyengan, hingga dia mulai bernapsu tinggi.
Tanpa tunggu lama, Dira langsung membalikkan tubuhnya dan menarik tengkuk Arya. Bahkan Dira langsung melu*mat habis bibir Arya, hingga Arya merasa kualahan.
"Kamu sangat agresif sekarang, Sayang," bisik Arya sambil mere*mas benda kenyal itu.
"Aku juga merasakan itu, bahkan aku ingin terus melakukannya. Apa karena hormon? Tapi yang pasti, aku ingin di puaskan," balas Dira sambil mengigit kecil bibir Arya. Bahkan Dira sama sekali tak merasakan geli, ataupun apa. Yang dia tau sekarang, hanya ingin di puaskan.
Arya yang mulai menegang langsung menggendong Dira dan meletakannya di atas ranjang. Arya mengecup lembut bibir Dira, dan setelah itu tangan Arya langsung menelup ke sela-sela roti kempit. π
"Kakak!" Pekik Dira saat merasakan jemari-jemari Arya bergerak lembut membelai biji kedelai.
Bahkan Arya mencubit kecil benda itu, dan sedikit memilin lembut biji kedelai yang mulai tumbuh di permukaan sawah yang lebat.
"Apa kau suka, Sayang?" tanya Arya yang menyeringai nakal.
"Suka, Kak. Lebih dalam lagi, kalau bisa yang lebih cepat," balas Dira sambil memejamkan matanya.
Dengan senang hati Arya langsung menyeruput biji kedelai itu, dan tak lupa lidah Arya juga mulai aktif ya Bun. π
Dengan lihai Arya memainkan lidahnya, hingga terdengar desahan dari mulut Dira. Tangan Dira juga terus menjambak rambut tebal Arya.
Bahkan Arya juga merasakan lubang surgawi Dira, berdenyut sangat hebat saat Dira mendapatkan pelepasan pertamanya.
__ADS_1
"Kau sudah basah, Sayang." Dira pun menggigit bibir bawahnya sangat sexy. Arya yang sudah tak tahan, akhirnya langsung memasukkan benda berurat itu dengan sekali hentakan.
"Ahh...." Dira pun menjerit saat merasakan benda berurat itu keluar masuk di gerbang perkotaannya.
Dira merasakan sangat sesak di dalam sana, apalagi saat benda berurat itu menggesek biji kedelai nya. Serasa sangat nikmat, dan tiada duanya.
Arya terus menghentakkan pinggulnya sangat kencang, saat merasakan Dira akan mendapatkan pelepasan untuk kedua kalinya. Arya sengaja mempercepat gerakannya, agar Dira merasa puas.
"Kak, aku mau keluar!"
Tubuh Dira pun langsung bergetar sangat hebat saat pelepasan itu datang, bahkan Dira merasakan pening karena ini pelepasan yang sangat nikmat tidak seperti biasanya.
"Kamu curang, aku masih tegak kamu sudah dua kali," bisik Arya lembut. Dirawat hanya tersenyum malu, tapi setelah itu Dira meraih wajah Arya dan langsung mencium bibir suaminya.
"Memuaskan istri, gak ada kata-kata curang Sayang."
Setelah itu Arya membalikkan tubuh Dira, dan menyuruh Dira menungging. Tanpa tunggu lama lagi, Arya memasukkan benda itu ke dalam lubang surgawi.
"Kamu memang selalu, sempit Dira!" ucap Arya sambil merasakan miliknya di rem*as-rem*as sangat kuat.
Percintaan mereka kali ini sangat berbeda, karena saat ini Dira yang terlalu agresif. Sedangkan dulu, Dira selalu manut jika Arya minta begini begitu.
****
Sedangkan di sisi lain, Seto begitu kebingungan dengan Gibran. Dia terus-menerus mengusik Seto dan menanyakan keberadaan Arya, karena dia sangat merindukan seseorang yang sangat dia cintai itu.
"Mana, Arya?" tanya Gibran dengan nada Melo.
"Arya belum datang, lagian kamu gak capek apa di sini? Pulang sana kek, atau apa," Jawab Seto dengan malas.
"Bukan urusanmu, aku hanya ingin Arya," balas Gibran sangat acuh.
"Oke bukan urusanku, tapi aku enek liat kamu di sini. Lagian kamu enak-enak di Australia, kenapa balik kesini?" tanya Seto sangat kesal.
"Di bilang bukan urusanmu, Seto! Ingat ya, aku masih marah sama kamu. Kamu yang membuat Arya ku, mendonorkan ginjalnya padamu. Sampai dia kenapa-napa, aku akan bunuh kamu!" Celetuk Gibran sangat marah.
Dari dulu memang Gibran tak suka dengan Seto, karena dialah Arya kehilangan satu ginjalnya. Padahal dulu Gibran melarang Arya, namun Arya teralu bersikeras.
__ADS_1
"Itu kemauan Arya sendiri, bukan aku yang maksa. Jadi jangan salahkan aku, toh aku juga gak cuma-cuma menerima itu. Sebagai balas budi, aku selalu mengurus perusahaan dia yang selalu di abaikan." Seto pun mulai kesal dengan pembicaraan ini.
Dulu memang Arya yang memaksa, padahal Seto selalu melarang Arya. Tapi namanya gak tegaan, pasti dia gak akan menurut ucapan semua orang. Dan sekarang Seto hanya berharap, agar Arya menjalani pola hidup yang baik.
Karena Seto takut, Arya mengalami hal yang tak di inginkan. Jika sampai itu terjadi, Seto gak akan memaafkan dirinya sendiri.
"Sudah jangan bahas itu, aku males bahasnya. Aku mau tanya Arya saja, di Mana dia sekarang?" Arga pun memecahkan keheningan sesaat itu.
"Mungkin lagi enak-enak dengan istrinya. Lagian ngapain kamu tanya-tanya dia, kan kamu udah tau dia sudah bahagia dengan istrinya," jawab Seto dengan malas.
"Walau dia punya istri, itu tak jadi masalah. Terpenting aku bisa melihatnya selalu, walau Arya menolakku juga tak apa-apa. Yang penting aku bisa di sampingnya terus. Tapi jika Arya menolak jangan salahkan aku, jika nanti aku menghantuinya, toh aku gak meminta lebih," balas Gibran sangat santai.
"Plisss ... sadar dong kamu ini, kamu itu sangat macho tapi kenapa bisa suka dengan Arya sih? Banyak wanita yang cantik di luaran sana, apa aku bantu kamu untuk cari wanita lain?" tawar Seto. Seto gak mau sahabatnya ini menjadi gay, Seto juga ingin Gibran sembuh.
"Gak mau. Aku melihat Arya saja sudah cukup, jadi jangan paksa aku untuk mencintai wanita lain," tolak Gibran sangat tegas.
"Sampai kapan kamu kaya gini Gibran? Apa kamu gak ingin memiliki anak dan istri, apa kamu gak mau hidup bahagia?" tanya Seto sekali lagi.
"Jangan urusin aku. Urus sana istrimu, kamu saja yang punya istri jarang membelainya. Eh ... kamu malah menasehati aku." Seto pun langsung terbelalak mendengar jawaban Gibran.
"Dasar asem Lu! Beda tau ceritaku dan ceritamu, jangan ungkit-ungkit dia lagi. Aku bosan mendengar nama dia mulu," balas Seto.
"Sama dong. Kamu juga jangan ungkit-ungkit tentang beloknya aku. Aku gak akan macam-macam kok, aku hanya ingin melihat Arya saja, gak lebih," ucap Gibran sambil menepuk-nepuk punggung Seto.
"Terserah!"
Seto pun langsung pergi meninggalkan Gibran, karena jujur dia gak mau membahas wanita licik itu. Wanita yang gak tau malu, naik ke atas ranjangnya dan berakhir hamil minta pertanggung jawaban dengan Seto.
Siapa lagi yang berani berbuat seperti ini, jika bukan Sekar Arum. Sekretarisnya, dan sekarang menjadi istrinya karena dia sedang hamil.
*
*
*
Happy Reading
__ADS_1
sambil nunggu ayok mampir ke cerita ISTRI CULUN TUAN NARSIS milik Maililiani πππ