Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
Season 1 - 62 Pernikahan


__ADS_3

Hari pernikahanpun telah tiba. Semua orang pun bersiap-siap untuk pergi ke rumah keluarga Bramastya, namun sedari tadi Arya belum juga turun hingga membuat Dinda jengkel dan memutuskan untuk melihat Arya.


"Aku harus kabur, lebih baik aku cari Dira sampai ketemu daripada aku harus menikah dengan orang asing," ucap Arya sambil mencari cara kabur. Dengan cepat Arya membuka jendela dan ingin kabur, namun saat Arya sudah naik bahkan kakinya sudah ada di luar tiba-tiba.


"Mau kemana kamu, anakku tercinta?" ucap Dinda sambil tersenyum di luar jendela. 0tomatis Arya langsung terkejut hingga dia terjungkal, bahkan langsung jatuh terperosok.


"Mama kok bisa ada di luar?" ucap Arya sangat kaget. Sedangkan Dinda, hanya menyilangkan tangannya kedua tangannya, di atas perut.


"Karena Mama tau, jika kamu akan kabur Sayang. Sekarang berdiri dan cepat ikut Mama! Jika kamu makin molor, maka kamu gak akan bertemu dengan Dira lagi!" ucap Dinda sangat garang.


"Percuma juga aku bertemu Dira, jika akhirnya aku menikah dengan orang lain. Arya maunya nikah sama Dira, bukan Sintia," protes Arya di detik-detik dia akan melepas masa lajangnya.


"Ya udah, jangan harap bertemu dengan Dira," ucap Dinda sambil meninggalkan Arya. Sedangkan Arya berfikir keras, untuk mengambil keputusan seperti apa. Lama Arya berpikir saat Dinda meninggalkan dia, bahkan Arya mencari cara agar pernikahan ini gagal total.


"Tunggu! Aku punya ide, setelah menikah kata Mama, Dira akan muncul. Jadi setelah ijab, Dira muncul langsung aku bawa kabur saja. Masalah pernikahan bisa aku batal kan atau ceraikan Sintia langsung," ucap Arya sambil tertawa saat mengetahui ide gilanya ini.


"Mama, Arya mau nikah sekarang dengan Sintia," teriak Arya sambil berlari menghampiri Dinda. Sedangkan Dinda hanya tersenyum, dan menganggukkan kepala sebagai tanda mengerti.


Setelah itu Arya dan Dinda menuju teras rumah, yang di sana sudah banyak orang-orang yang akan ikut kerumah keluarga Bramastya.


semua rombongan pun akhirnya menaiki mobil, setelah melihat Arya masuk kedalam bersama kedua orangtuanya. Mereka semua berangkat dengan keadaan senang kecuali Arya, didalam mobil mereka juga tak ada yang bersuara, bahkan mobil tersebut seperti kuburan sunyi tiada bunyi.


Tak selang beberapa menit, dan setelah menempuh perjalanan satu jam. Akhirnya mobil rombongan Arya pun tiba di pekarangan rumah keluarga Bramastya. dengan senyuman lebar Dinda turun dari mobil, sedangkan Arya turun dengan muka di tekuk-tekuk.


"Arya belum siap, Ma. Arya batalin saja ya?" rengek Arya saat memasuki rumah besar itu. Bahkan rencana dan tekadnya, mulai hilang saat membayangkan pernikahan tanpa cinta ini.


"Jangan malu-maluin!" bentak Dinda dan membuat Arya diam seribu bahasa.


keluarga Bramastya menyambut kedatangan keluarga Wiguna dengan sangat baik, semua orang sudah menempati duduknya masing-masing. Terlihat Dinda bercengkerama dengan Dewi, bahkan terlihat sangat akrab.


Sedangkan Arya matanya kesana kemari mencari keberadaan Dira, namun yang di cari gak ada dan belum juga menonjolkan batang hidungnya. Bahkan mata Arya melihat dua sejoli yang saling bertolak belakang, saat sedang mencari Dira.

__ADS_1


"Kenapa cewek gila dan Pras ada di sini, dan sikap mereka sungguh memalukan!" gerutu Arya. Setelah itu Arya kembali mencari Dira, bahkan setiap sudut Arya memandang. Tapi tak kunjung jua, dia menemukan pujaan hatinya.


"Dira mana, ya?" ucap Arya sambil terus melihat kesana-kemari. Namun kegiatannya terganggu saat penghulu mulai mengajak bicara Arya.


"Saudara Arya, apa anda sudah siap?" tanya Penghulu itu. Jelas Arya langsung menoleh ke arah seseorang yang mengajaknya, bicara.


"Tak perlu bertanya! Jika saya jawab belum siap pun, pernikahan ini akan tetap berlanjut," Jawab Arya sangat kesal. Penghulu pun mengangguk dan memulai ijab. Arya pun menjabat tangan Angga dan Angga mulai mengucapkan kata-kata ijab.


Saya terima nikah dan kawinnya


Alexia sintiana Bramastya binti Angga Bramastya dengan maskawin tersebut di bayar tunai!


ucap Arya sangat lantang. Bukan lantang karena semangat, melainkan emosi karena tak bisa membatalkan semua ini.


"Sah?" ucap penghulu dan semua orang pun juga berkata sah. selesai sudah ijab kabul Arya dan Tia, semua orang berdoa untuk kebahagiaan mereka berdua.


"Selamat ya, mas," ucap Penghulu dan Arya hanya mengangguk. Setelah itu Arya langsung menatap Dinda, dan mempertanyakan keberadaan Dira.


"Kamu itu Dira terus yang di pikirkan! Lihatlah istrimu dulu, baru lihat Dira!" gerutu Dinda. Namun tak lama kemudian, Dira turun dengan mengenakan baju kebaya modern. Dira begitu cantik dan anggun, namun saat Arya mendengar jika istrinya turun, Arya langsung memalingkan wajahnya ke Arah lain.


Gak aku gak mau lihat, walaupun dia istriku, tapi aku tak mencintai dia. Aku hanya ingin Dira, Dira, pokoknya Dira. Awas saja setelah Dira ketemu, langsung aku bawah kabur keluar negeri! gumam Arya dalam hati.


"Arya, lihatlah istrimu. Dia sangat cantik, melebihi bidadari. Ya ampun menantu Mama, cantik Arya," seru Dinda.


"Gak perduli! Arya gak mau lihat, dia!" Semua orang pun langsung terkejut mendengar ucapan Arya. Bagaimana bisa sang suami tak mau melihat istrinya, sungguh aneh tapi nyata.


"Awas kamu nyesel nanti," gerutu Dinda. kini Dira sudah berada di belakang Arya, namun Arya tak kunjung ingin melihat istrinya. Hingga Dira jengkel dan memanggilnya.


"Kak!" Arya pun langsung mengenali suara itu, suara orang yang selama ini dia cari. Dengan sangat cepat Arya langsung menoleh, dan betapa terkejutnya Arya saat melihat Dira ada di depan matanya. Arya pun langsung tersenyum melihat kekasih yang dia rindukan selama ini, bahkan mata Arya juga berkaca-kaca.


"Dira," ucap Arya sangat bahagia. Namun tatapan rindu itu tak berlangsung lama, karena Arya ingat dengan misinya tadi di rumah.

__ADS_1


"Tunggu! Belum waktunya kita senyam-senyum, ayo ikut kakak pergi!" Arya pun langsung menarik Dira dan membawanya lari keluar dari rumah. Sungguh Dira merasa jengkel karena di seret langsung tanpa di kasih penjelasan, sedangkan semua orang kaget dengan tingkah Arya yang membawa kabur istrinya.


Bak orang kesetanan itulah Arya, menyeret Dira sampai berkali-kali hampir jatuh karena sepatunya. Bahkan gaun panjang yang Dira pakai sampai kotor akan tanah, kesal itu yang di rasakan Dira. Karena kelakuan Arya, Dira tak bisa merasakan nikmatnya pesta pernikahan.


"Kak aku pakek high heels, dan aku juga pakek gaun. Ini sangat berat, Kak!" Arya pun langsung berhenti berlari saat Dira berkata seperti itu. Di pandang kekasihnya, dari atas sampai bawah.


Tunggu... Kenapa Dira seperti pengantin, apa dia mau menikah? Atau apa? Tapi jika di lihat, Dira sangat cantik hari ini. gumam Arya.


"Kamu mau nikah?" tanya Arya sambil menahan amarah. Arya tak terima jika Dira akan menikah dengan orang lain, karena Dira hanya milik Arya.


"Dira sudah menikah, bukan mau nikah!" bentak Dira sangat ketus. Terbelalak itu yang dirasakan Arya, dia tak percaya dengan ucapan Dira.


"Kamu nikah sama, siapq? Dan teganya kamu hianati kakak," bentak Arya yang merasa kecewa berat. Arya sangat kesal dan marah, ternyata wanita yang dia cari sudah milik orang.


"Ihhh... Dodol banget sih kamu, Kak! Aku nikah sama kamu, Kak. Kamu jangan pura-pura bodoh deh, jelas-jelas kamu yang mengucapkan ijab di dalam sana kok masih tanya!" jawab Dira sangat kesal. Sedangkan Arya semakin bingung, dengan ucapan Dira.


Kapan aku menikahi Dira, perasaan tadi aku menyebutkan nama Alexia Sintiana Bramastya. Bukan Dira Larasati, gumam Arya yang kebingungan.


"Kakak itu nikah sama Sintia, adiknya Sinta, Dira! Bukan kamu," ucap Arya sambil mengacak-acak rambutnya, karena merasakan bingung yang amat dalam.


"Alexia Sintiana Bramastya itu aku, Kak. Adik kak Sintal itu, Dira. Dira itu Sintia," jawab Dira sangat kesal, bahkan sampai mengeplak tangan Arya.


"Apa!"


.


.


.


Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2