
Dira keluar dari kamar mandi dengan langkah yang sangat pelan. Jantungnya sangat berdegup sangat kencang, takut Arya akan menertawakan dirinya. Entah kesambet setan dari mana, saat kemarin jalan-jalan ke Mall bersama Dewi, Dira melihat Lingerie hitam yang sangat sexy ia berniat membeli itu demi memberi kejutan untuk Arya.
Dulu Arya pernah membelikan Dira Lingerie, hanya saja Dira menolak karena gak nyaman dengan bahan yang terlalu tipis. Sedangkan Arya yang melihat Dira keluar, langsung terperangah melihat kemolekan tubuh Dira.
Gluk!
Arya meneguk ludahnya sendiri sangat kasar. Walaupun umur mereka sudah di bilang tua, tapi tubuh Dira masih terawat, mulus, dan tak ada bekas Stretch Mark sedikitpun.
Dira pandai merawat berat badannya. Walaupun Dira doyan makan, tapi tubuhnya gak pernah melar. Beda dengan author nya, makan dikit jadi lemak. 🥺
"Kak, kamu kok diam saja? Apakah aneh?Kalau iya, aku mau ganti baju saja. Malu di lihatin kamu seperti ini," ucap Dira sangat malu. Apalagi tatap Arya tak bisa di prediksi, hingga membuatnya malu.
"Eh, aku gak bilang aneh. Aku diam karena terpanah melihat tubuhmu, Sayang." Tanpa tunggu lama, Arya langsung turun dari atas ranjang dan menghampiri Dira.
Arya langsung memeluk dan melu*mat bibir sexy Dira. Tak ada cela sedikitpun untuk akses bernapas, karena Arya sudah menguasai bibir Dira.
Sedikit isa*pan lembut di bibir Dira, hingga Dira mendesis saat Arya begitu lihai memainkan lidahnya.
Tangan Dira langsung mengalung ke leher Arya. Hingga Dira merasakan tubuhnya terbang ke awan, saat Arya menggendongnya dan merebahkan Dira di atas ranjang.
Arya melepaskan ciumannya, dan beralih ke leher Dira. Di sapu dengan lembut leher mulus itu, sesekali di gigit demi meninggalkan tanda-tanda stoberi.
"Kamu sangat cantik memakai ini. Tapi aku juga punya sesuatu untukmu, aku juga ingin coba gaya baru agar gak bosan apakah kamu mau?" tanya Arya.
Tanpa tunggu lama, Dira langsung mengangguk. Apapun akan dia lakukan demi memuaskan suaminya. Dira gak mau sampai suaminya melirik orang lain, karena Arya gak mendapatkan kepuasan darinya. Yang terpenting, hubungan itu tidak melanggar sesuatu yang di larangan.
__ADS_1
Cukup lama Arya meninggalkan Dira. Hingga Dira merasakan jantungnya semakin berdetak, seperti dia melakukan untuk yang pertama kali. Padahal jika di hitung, sudah puluhan ribu mereka melakukan mantap mantap.
"Kamu kenapa sih, Dira? Ini bukan yang pertama kali, bahkan kamu juga sudah tua. Tapi, kenapa jantung ini berdegup terus. Seperti melakukan malam pertama, tapi dulu gak seperti ini deh rasanya. Kenapa ini beda sekali ya?" ucap Dira sambil memegangi dadanya.
Setelah itu Dira tersenyum gak jelas. Kepalanya langsung di geleng-gelengkan, saat mengingat ciuman yang di lakukan Arya barusan. Rasanya sangat berbeda, apakah ini yang namanya puber ke dua.
"Aku terlalu lama, ya? Maaf, bukannya menunda, tapi aku lupa naruhnya di mana," ucap Arya dengan muka polos tanpa dosa. Bahkan Arya hanya bisa cengar-cengir gak jelas, saat mengingat kejadian tadi.
Tadi saat di Mall Arya membeli sesuatu. Tapi sayangnya sesuatu itu masuk ke sayuran yang mereka beli, hingga barang gak ada akhlak itu di lihat pembantu mereka.
Malu rasanya Arya, tapi nasi sudah menjadi bubur. Dirinya ketauan pembantu nya sendiri, membeli barang itu.
"Iya Kak, kamu lama sekali? Darimana saja?" tanya Dira sangat penasaran.
"Hehe, tadi aku beli balon udara di Mall tadi, tapi aku masukin ke keranjang sayuran. Ya sudah balon udaranya ada di tangan mbok Ria, kan aku jadi malu saat ketahuan," balas Arya sambil cekikikan.
"Lagi pengen. Lagian Mbak SPG tadi bilang, ini bisa puasin pasangan sampai menjerit-jerit gitu. Ya aku penasaran aku beli, karena aku mau liat apakah benar kata mbak-mbak SPG itu. Oh ya, tadi aku mau beli yang biasa, tapi kata mbak-mbak itu lebih nikmat yang bergerigi, ya sudah aku beli 3 box untuk kita, dan gratis madu DJ," balas Arya tanpa dosa. Ya Allah polos amat ya Arya.🤣
Dira yang mendengar ucapan Arya langsung melotot. Dia benar-benar gak habis pikir, Arya akan membeli balon udara yang bergerigi, demi dirinya.
Tunggu kenapa perasaanku gak enak ya? Apakah kak Arya di bodohi SPG itu, atau memang benar bisa membuat aku menjerit keenakan. Kalau iya, berarti aku siap-siap tutup mulut, kan malu kalau sampai jerit-jerit gak jelas, gumam Dira sambil menatap horor Arya.
"Terus, madunya kenapa kamu bawa juga? Mau pakek madu juga, atau bagaimana?" tanya Dira pura-pura tenang. Padahal jantungnya mau lompat ke jurang gara-gara Arya.
"Ide bagus!"
__ADS_1
"Ha?" Dira semakin bingung dengan Arya, apalagi Arya tiba-tiba bilang ide bagus.
"Ya ide kamu bagus, Sayang. Kita pakai cara baru, badanmu aku lumuri Madu, dan aku yang akan menghabiskan semuanya, diabetes pun tak apa asal karena kamu."
blush....
Dira pun langsung tersipu malu. Sungguh ini pengalaman pertamanya memakai ini semua. Selamat belasan taun, Dira dan Arya selalu pakai yang ori, tapi kali ini mau pakai yang lain dari yang lain.
"Terserah kamu kak, kalau kamu suka ya gak apa-apa." Arya pun tersenyum puas. Setelah itu Arya mendekati Dira dan mengecup lembut bibir manis Dira.
Perlahan-lahan Arya membuka Madu itu dan di balurkan ke tubuh Dira, oh ya sebelum di balur Lingerie yang Dira pakai sudah di lepas. Arya memainkan Madu itu di tubuh Dira, dan sedikit memilin buah kismi Dira.
Arya terus-menerus menye*sap Madu yang ada di tubuh Dira, dan setelah proses sudah mulai tegang. Arya memakai balon udara itu, hingga pas di ukurannya.
Tanpa tunggu lama, Arya memasukkan Lele berurat ke dalam lubang yang sangat sempit dan menjepit ketat. Arya memejamkan mata, menikmati apa yang dia lakukan. Begitu juga dengan Dira, yang berusaha menahan gejolak yang nikmat.
Jeritan yang sangat sexy, langsung keluar dari mulut Dira. Bahkan Dira mendapatkan puncak berkali-kali, padahal Arya belum sama sekali. Arya merasa puas melihat Dira medapat puncak terlebih dahulu, karena Arya dapat melihat wajah sexy Dira saat medapat puncaknya.
"Aku mencintaimu, Dira Larasati." Mereka pun melanjutkan aksi tempur 45, tanpa memperdulikan jika ini sudah larut malam. Hujan petir di luar sana menjadi saksi bisu, percintaan yang dasyat anatara Dira dan Arya.
.
.
.
__ADS_1
Happy Reading