Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
S2 - My Spoiled Family : Bertemu Dengan Lisma 2


__ADS_3

...Hoo maaf bab sebelumnya sebenarnya belum selesai, tapi karena sambil momong cucu akoh. Jadilah kepencet publish, karena rebutan HP sama cucu aku paling ganteng....


.......


.......


.......


Ya Tuhan, dia sangat tampan. Aku gak mengira jika dia setampan ini, aku kira orangnya tua dan gendut. Ternyata dia masih muda, gumam Lisma sedikit memandang takut pada Arya.


"Syukurlah, kalau gitu mari kita bicarakan semuanya. Kita langsung to the point saja karena saya gak mau buang-buang waktu," ucap Arya sangat serius. Sedangkan Lisma hanya menganggukkan kepala saja, untuk mengiyakan ucapan Arya.


"Jadi gini Lisma. Kamu tau kan, konsekuensi dari donor ginjal ini? Bukannya aku gak mau, tapi untuk seorang wanita itu akan menjadi penghalang saat kamu hamil nanti. Aku gak mau kamu menyesal nantinya, karena mendonorkan ginjalmu itu. Jadi apakah kamu sudah memikirkan ini matang-matang, Lisma?" tanya Arya sangat serius.


"Saya sudah yakin, Tuan. Tapi syarat saya masih sama, saya ingin Tuan membiayai seluruh pengobatan Ibu saya," jawab Lisma sambil meremas ujung bajunya.


"Untuk itu kamu gak perlu khawatir, karena bos saya ini gak akan ingkar janji. Jadi saya harap, kamu sudah memikirkan ini matang-matang. Agar kamu gak menyesal nantinya," ucap Seto meyakinkan Lisma.


"Saya sudah memikirkan ini, dan saya akan tetap mendonorkan ginjal saya. Kalau bisa secepatnya, agar Ibu saya mendapatkan pengobatan yang sangat bagus," balas Lisma bersungguh-sungguh.

__ADS_1


Lisma gak mau menunda-nunda ini semua, dan berakhir ibunya tak bisa di selamatkan. Jika Lisma bisa memilih, maka dia gak akan mau mendapatkan takdir seperti ini.


"Baiklah, besok kamu di antar Seto untuk melakukan tes di rumah sakit. Jika cocok maka seluruh biaya rumah sakit ibu kamu, akan aku tanggung sampai dia sembuh." Lisma pun langsung tersenyum bahagia.


"Terima kasih, Tuan. Semoga ginjal saya cocok, dan berguna bagi Tuan." Arya hanya mengangguk saja untuk mengiyakan ucapan Lisma.


"Karena sudah selesai, maka aku akan pulang. Aku gak mau terlalu lama meninggalkan, Dira dan juga Baby-twins," ucap Arya sambil bergegas. Namun Lisma langsung melotot mendengar ucapan Arya.


Astaga! Dia sudah punya istri, dan anak kembar. Ya ampun, aku berdosa sekali karena mengagumi dia barusan. Tidak Lisma, kamu gak boleh seperti ini pada orang yang sudah memiliki keluarga. Walaupun sekedar mengagumi, tapi tetap saja itu salah. Ayo Lisma, buang rasa kagummu itu. gumam Lisma sambil menunduk


Sedangkan Seto, yang tau Lisma sedikit berbeda langsung paham dengan pikiran Lisma.


"Iya, Tuan."


Hanya itu yang di ucapkan Lisma. Setelah itu Seto bergegas pergi, dan memberi tau Lisma jika sudah ada taxi yang akan mengantarkan dia ke rumah sakit.


Lisma tak bisa berkata-kata lagi, dia hanya bisa mengangguk dan pergi meninggalkan cafe itu dengan perasaan bersalah. Lisma benar-benar malu, pikirannya bisa di tebak Seto.


Sedangkan Arya, tanpa menunggu Seto langsung pergi begitu saja. Arya merasakan sangat sakit lagi di daerah perutnya, bahkan pinggangnya juga serasa mau patah.

__ADS_1


Dengan langkah sempoyongan, Arya sesekali berhenti untuk meringankan rasa sakitnya. Seto yang berhasil mengejar Arya, langsung panik saat melihat sepupunya itu berjongkok di pinggir komplek.


"Arya!" Seto pun langsung berlari menghampiri Arya.


"Set ... penyakitku kambuh, tolong papah aku pulang," ucap Arya sangat pucat.


"Kamu sih, ngeyel. Kalau kita bawa mobil kan enak, gak sampai gini. Apa kita langsung kerumah sakit saja, agar kamu mendapatkan penanganan yang baik?" tanya Seto sangat panik.


"Gak, aku gak mau ke rumah sakit lagi. Aku mau bersama Dira saja, karena jika Tuhan berkata lain. Aku ingin mati di pelukannya," balas Arya.


Seto benar-benar tak bisa berbuat apa-apa sekarang, dia hanya menuruti apa yang Arya mau. Karena ini memang kemauan Arya sendiri, ingin di rumah bersama keluarga kecilnya.


.


.


.


Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2