
Suara cicitan seekor burung, dan suara ayam berkokok. Membuat tidur nyenyak Arya terganggu, padahal Arya masih engga bangun karena terlalu lelah semalaman bermain solo dengan LERVIA.
Di tambah lagi udara dingin yang terlalu menusuk tulang, membuat Arya sangat malas untuk bangun dan lebih memilih bersembunyi di balik selimut bulu yang sangat tebal itu. Sebenarnya ada alasan lain yang membuat Arya malas bangun, itu semua karena Arya tak mau melihat tubuh sexy Dira di pagi hari.
Sejak memutuskan untuk berhubungan dengan Dira, Arya merasa tubuhnya seperti bukan tubuhnya lagi. Padahal saat Arya mencoba menjalin hubungan dengan Fani, tak pernah sedikitpun si lele bangun dari tidur panjangnya. Walaupun terkadang Fani menggodanya, tapi tetap saja si lele gak mau bangun dan lebih memilih tidur nyenyak di balik celana.
Perubahan yang di alami Arya juga saat dirinya menjalani, hubungan LDR dengan Dira. Setiap malam mereka selalu melakukan video call, dan setiap malam pula Arya melihat betapa molek nya tubuh Dira di balik baju tidurnya. Bahkan tanpa Dira sadari, setiap malam saat dia sudah terlelap. Arya selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan, dan menjadikan wajah Dira sebagai fantasi liarnya di dalam kamar mandi.
Aneh memang, tapi kenyataannya seperti itu. Arya yang dulu selalu polos, dan tak pernah aneh-aneh berubah menjadi otak mesum, dan selalu berfikiran kotor. Jika Dira tau selama sebulan, dirinya dijadikan objek fantasi pasti akan ngamuk.
"Kak, bangun! Ini sudah pagi, apa Kakak gak mau makan?" teriak Dira sambil menarik selimut, yang melingkar di tubuh Arya.
"Bentar Sayang, aku masih kedinginan!" balas Arya sambil menarik selimut, yang di singkirkan Dira.
"Gak ada bentar-bentaran! Pokoknya harus bangun sekarang, atau aku akan ngambek!" teriak Dira sekali lagi. Dira sangat kesal dengan Arya, dia sendiri yang bilang akan mengajak dia pulang hari ini. Tapi, Arya terlihat sangat tenang seperti tak akan kemana-mana.
"Lima menit, Sayang! Ngerti dikit dong, aku juga butuh tidur. Belum jadi istri aja sudah bawel banget, sih!" oceh Arya tanpa dosa. Sedangkan Dira langsung terkejut dengan ucapan Arya, dengan sangat kesal Dira langsung menumpukan bantal ke arah punggung Arya.
__ADS_1
Bukk...
"Udah tau aku bawel kenapa maksa nikah sama aku! Aku gak pernah memaksa kakak ipar untuk menikah Dira, itu semua keinginan kak Arya sendiri. Kenapa sekarang bilang aku cerewet!" ucap Dira dengan kesal. Dia tak terima di bilang cerewet, sedangkan Arya baru sadar candaannya membuat singa betina dalam modem marah. Apalagi Arya pernah baca, orang yang sedang PMS akan mudah marah, dan tersinggung.
"Sial, aku salah bicara!" gerutu Arya. Dengan sangat cepat Arya bangkit dari tidur nyenyak, dan melihat kearah Dira. Namun sayangnya Dira langsung pergi, setelah mengatakan itu semua.
"Ahh... Bodoh banget kamu Arya, udah tau dia lagi PMS malah kamu godain. Marah beneran kan, sungguh sial!"
Dengan tergesa-gesa Arya turun dari atas ranjang, dan langsung berlari mengikuti Dira. Rasa dingin lantai keramik pun tak di hiraukan Arya, yang terpenting sekarang adalah menjelaskan pada Dira jika dirinya tadi bercanda. Jika sampai Dira tak percaya, bisa kelar hidup Arya di cuekin oleh Dira.
Setelah keluar dari kamar, Arya langsung menuju ke ruang makan untuk mencari Dira. Namun baru selangkah Arya menginjak ruang makan, langkahnya tiba-tiba berat saat melihat Dira duduk bersama Pras di ruang makan.
"Emm... Maaf Tuan, tadi Nyonya memanggil saya untuk makan. Saya sudah menolak tapi..."
"Gak perlu alasan, aku gak suka kamu dekat-dekat dengan Dira! Cepat bawa makana mu pulang, dan jangan pernah ulangi lagi!" perintah Arya. Jelas Pras langsung takut, dan bergegas pergi.
Namun belum sempat Pras pergi, Dira langsung melarang Pras untuk bangkit. Dira menatap tajam Arya, bahkan sampai Arya takut akan tatapan itu.
__ADS_1
"Pras akan tetap makan bersama kita, dia juga manusia bukan hewan yang bisa kamu usir semaumu kakak ipar! Sekarang ikut makan bersama kami, atau aku akan usir kakak ipar dari sini?" bentak Dira. Sedangkan Arya tak bisa berbuat apa-apa, jika Dira sudah marah maka dia kalah telak.
"Baiklah, tapi hanya sekali saja!" jawab Arya dengan menatap Pras.
"Terserah saya dong! Ini rumah saya, ini makanan saya. Terserah saya mau kasih ke siapa, dan terserah saya mau makan dengan siapa! Karena bagiku, manusia itu sama." Dira benar-benar membuat Arya mati kutu dihadapan bodyguard nya sendiri, biasanya dia akan di takuti. Namun sekarang Arya harus merasakan, jatuh di hadapan bawahannya.
Setelah itu, Dira langsung meletakkan piring di hadapan Arya dan tak lupa mengisinya dengan nasi, lauk pauk kesukaan Arya. Sebenarnya tadi pagi-pagi Dira mengajak Pras untuk kepasar, demi membeli makanan kesukaan Arya. Namun setelah makanan sudah siap, tiba-tiba mood Dira langsung anjlok saat Arya mengatai nya 'Belum jadi istri sudah bawel, banget.'
"Makan dulu setelah itu kamu boleh pergi, Pras." Setelah di anggap selesai, Dira langsung beranjak pergi dari ruang makan dan memilih masuk kedalam kamar. Namun tanpa Dira sadar, Arya mengikuti dirinya dan meninggal meja makan.
.
.
.
Happy Reading
__ADS_1
Ehh... pengumuman nie ya akak, karena covernya ada yang sama wkkwk akhirnya aku ganti ya? Ini contohnya 👇