Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
S2 - Beast Brother's : Gue Calon Suamimu Kelak


__ADS_3

"Kak, aku mau minum," ucap Alisya sambil memonyongkan bibirnya.


"Ih, jangan di monyongin napa Beb. Aku jadi ingin gigit, mau nie aku gigit di sini?" Seketika Alisya langsung menampar tangan Ardi.


"Kakak Ihhh! Gak boleh gitu, kita belum nikah. Gak boleh main gigit-gigitannya, kata Papa itu sangat dilarang!" Marah Alisya. Bahkan Alisya langsung membalikkan badan, pertanda dua sedang kesal.


"Kalau gitu kita nikah saja, bagaimana? Kita nikah sambil belajar, kan gak apa-apa," ucap Ardi sambil memeluk Alisya dari belakang.


Alisya sangat risih jika di peluk Ardi, apalagi di tempat umum. Alisya berusaha melepaskan pelukan Ardi, tapi sayangnya pelukan itu semakin erat.


"Ehem!" Ardi dan Alisya pun menoleh ke arah orang tersebut.


"Sialan kamu, Kak. Aku cari kemana-mana, malah di sini. Kampus kita di sebelah, tapi istirahatnya kok jauh banget ya. Di sekolah Alisya, apa gak kurang jauh?" tanya Raya sangat kesal.


Pasalnya Raya daritadi muter-muter cari Ardi, ternyata dia ada di SMA Permata. Memang sekolah mereka sama, hanya saja mereka beda jurusan juga tempat. Tapi Ardi lebih suka makan di kantin SMA Permata, sambil menengok Alisya.


"Kepo banget sih, Dek. Kakak lagi pacaran, jangan di ganggu. Lebih baik kamu cari pacar sana, agar gak ganggu kakak mulu!" seru Ardi yang membuat Raya kesal hingga ingin menonjok muka Ardi.


Sabar ... sabar ... orang sabar, di sayang Daddy. Kalau kamu sabar, uang jajan ngalir terus Raya. Ayo sabar, gumam Raya mencoba tersenyum.


"Ya sudha kalau gak boleh kepo. Sekarang aku kesini cuma mau minta uang, karena aku butuh untuk beli sesuatu untuk tugas nanti," balas Raya sambil mengulurkan tangan.

__ADS_1


"Ck ... memangnya Daddy gak kasih kamu uang jajan? Selalu saja minta, dan mengusik aku," celetuk Arya.


Kesabaran Raya sudah habis. Raya gak tahan lagi, dan ingin menggantung kakaknya itu di tiang bendera. "Kak, sebelum Raya ngamuk lebih baik cepat kasih uangnya. Bukannya Daddy kasih jajan kita sama rata, tapi sialnya uang di serahkan kamu semua Kak!"


Raya menjawab sambil menahan emosi. Sedangkan Ardi yang tau Raya keluar tanduk, langsung mengeluarkan dompet dan membrikan jatah Raya yang di kasih Arya.


"Ya, jangan seperti itu. Kamu menakut-nakuti calon kakak iparmu, jadi cewek jangan judes nanti cowok gak ada yang mau. Jadi perawan tua, nyahok loh."


Plakkk!


Sebuah pukulan pun mendarat mulus di pundak Ardi. Siapa lagi pelakunya jika bukan, Raya. "Kasar banget kamu, Dek!"


"Rasain, siapa suruh sumpahi aku jadi perawan tua. Ingat ya Kak, kalau sudah jodoh walaupun aku bawel kek burung Beo, dia gak akan kabur. Karena memang dia sudah di takdirkan untukku, jadi cepat berikan uangnya jangan kebanyakan cingcong!" seru Raya sangat kesal.


"Dia itu siapa? Apakah aku, Pimoy?"


Ketiga orang itu pun langsung menoleh ke sumber suara itu. Ardi merasa heran dengan orang yang baru saja datang, sedangkan Raya langsung melotot saat melihat Mahen.


"Bukan urusan, lo!" Raya menjawab dengan nada gak bersahabat.


"Jangan galak-galak, dong. Aku kan hanya ingin tau, siapa yang kamu maksud, 'Dia'." Mahen sengaja menekan kata Dia saat bertanya.

__ADS_1


"Kepo banget sih lo jadi orang? Memangnya lo siapa gue, sampai tanya-tanya segala? Dasar gak ada Ahlak!"


Ardi pun melihat ada udang di balik rempeyek, saat melihat lelaki yang baru saja datang itu. Hingga Ardi gak jadi mengeluarkan uang, dan lebih memilih pergi. Ardi tau jika lelaki itu tertarik dengan Raya, hingga ide aneh muncul di benaknya.


Jika dia benar-benar tertarik dengan Raya. Maka dia akan membelikan apa yang di butuhkan Raya, lebih baik aku kabur dan memberikan mereka luang waktu.


"Keamanan, Kak?" tanya Alisya sangat lirih. Namun Ardi langsung menempelkan jaringan di bibirnya, pertanda jangan berisik. Alisya yang gak mau membantah, hanya mengangguk saja dan mengikuti langkah Ardi.


"Gue, colon suamimu kelak."


"Idih, ogah punya calon suami kayak lo. Sana pergi gue mau minta uang, sama Kak ...."


Raya langsung berhenti bicara saat melihat Ardi lari begitu cepat, sambil membawa Alisya. Kesal, Raya sangat kesal dengan saudara kembarnya itu.


"Kak Ardi!"


.


.


.

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2