Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2
S2 - My Spoiled Family : Masih sakit masih saja jahil


__ADS_3

Setelah memenangkan Raya, Dira langsung menidurkan Raya di ranjang khusus Penunggu pasien. Dengan perlahan Dira menurunkan Raya, takut jika nanti dia terbangun.


Dira merasakan lapar, dan dia akan mencari makanan. Sedangkan Elin belum juga datang, dia selalu saja alasan. Kata Elin, dia sangat trauma dengan rumah sakit. Jadi dia gak bisa datang ke rumah sakit, kecuali Dira yang mengantarkan Baby-twins sendiri ke rumah.


"Kak, aku lapar. Aku tinggal sebentar gak apa-apa kan? Aku titip Baby-twins, kalau mereka bangun langsung hubungi aku," ucap Dira sambil mencium kilas bibir Arya.


Namun bukan Arya namanya jika dia gak usil, dengan sangat cepat Arya menarik tengkuk Dira dan melu*mat habis bibir Dira hingga di hisap sangat kuat.


"Uhhh."


Dira pun meleguh saat Arya mere*mas gunung kembar Dira, hingga bajunya basah karena rembesan ASI yang keluar saat Arya mere*mas gunung kembarnya.


"Ayo coba di rumah sakit, yuk? Mumpung di sini gak ada orang, ini kan kamar VIP. Jandi gak sembarangan orang masuk, kita main cepat 45menit," ucap Arya sambil mengigit kecil telinga Dira.


Namun dengan cepat Dira melepaskan tangan Arya, dan sedikit menjauhkan dirinya dari Suami mesumnya itu. "Sudah tau masih sakit, tapi jahilnya gak ketulungan. Ini rumah sakit, bukan Hotel. Nanti kalau pulang kita, mantap-mantap lagi di rumah."


Arya pun hanya tertawa saat melihat istrinya itu langsung pergi begitu saja, meninggalkan dirinya yang mulai tersulut hasrat membara.


"Sial, ini semua karena sakit. Jadi aku gak ada jatah lagi, baru saja buka puasa satu kali sudah sakit. Itupun buka puasanya gak tuntas, karena saat di pertengahan goyang Ardi menangis minta susu. Terpaksa berhenti di tengah jalan tol," ucap Arya sambil terkekeh mengingat malam di mana dia baru bisa mencicipi istrinya lagi.


...***...


Dira berjalan dengan tersenyum-senyum sendiri, saat mengingat kelakuan Arya barusan. Bahkan hembusan napas Arya masih terasa sangat jelas di telinga Dira, tubuhnya sekarang seperti tergelitik karena mengingat tadi.


Dira juga merasakan berhasrat, tapi dia juga tau tempat. Dia gak mau seperti dulu, saat Seto mengetahui dirinya telah berbuat sesuatu di ruang tamu.


Brukk!


Dira pun langsung terjatuh saat dirinya di tabrak seseorang. Dira sangat kesal, karena orang itu berjalan tak melihat kanan-kiri hingga menabrak dirinya.

__ADS_1


"Aduh! Jalan pakai mata, dong! Memang kamu kira tempat ini sepi, seenaknya saja berlari tanpa melihat orang jahat!" Omel Dira sambil berusaha berdiri.


"Maaf, saya gak sengaja. Sungguh maafkan saya. Saya terburu-buru, karena istri saya mau melahirkan," ucap seorang lelaki.


"Tapi juga lihat-lihat dulu, untuk aku gak bawa Baby-twins. Jika tadi saya bawa mereka, pasti mereka juga ikut terpental," dengus Dira. Namun tak lama setelah itu, Dira langsung terkejut saat melihat siapa orang yang menabrak dia barusan.


"Arman!" ucap Dira sangat terkejut.


"Dira, kamu juga di sini?" tanya Arman.


"Iya aku di sini, suamiku sakit. Ya Allah akhirnya aku menemukan kamu, bagaimana keadaan Diah?" tanya Dira sangat penasaran.


Ternyata orang yang dia cari-cari ada di Bandung, jelas Seto mencari Diah dan Arman di Surabaya gak ada. Ternyata dia ada di Bandung.


"Kabar kami baik. Tapi aku gak bisa lama-lama, aku harus menemani Diah. Tadi aku dapat telepon dari Bibik, katanya Diah jatuh di kamar mandi. Jadi dia harus melahirkan prematur, maaf aku permisi dulu," ucap Arman sangat panik.


Setelah itu Dira hanya mengiyakan ucapan Arman, dan Arman langsung melesat pergi begitu saja. Dira ingin mencari makan dulu, baru dia akan menengok Diah. Lagian Dira juga takut Baby-twins mencari dirinya jika terlalu lama pergi, dan yang repot pasti Arya.


Perlahan-lahan Arya membawa tiang khusus untuk tempat inpus, ke arah Baby-twins. Setelah itu Arya langsung menyapa Baby-twins, dengan sangat lembut.


"Hallo anak Daddy. Kok sudah bangun sih, Mommy belum balik Sayang. Diam di sini ya, jangan banyak gerak karena Daddy belum bisa gendong kalian. Coba liat tangan Daddy inpus, ini sangat sakit Nak." Arya pun menunjukkan tangannya.


Sedangkan Baby-twins hanya bisa menatap sang Daddy, sesekali Raya menampel tangan Daddy-Nya bahkan seperti sengaja. Namun yang tak dapat di diduga, Ardi langsung menampol adiknya karena Raya menepuk-nepuk selang inpus Arya.


"Loh, gak boleh gitu Nak. Daddy gak pernah mengajarkan seperti ini, kasian adek." tegur Arya sangat lembut.


Namun yang di tegur malah menangis sangat kencang, hingga Raya juga ikut menangis karena kaget. Arya sungguh kebingungan, dua-duanya minta gendong. Sedangkan Arya tak bisa menggendong Baby-twins, secara bersamaan.


"Aduh! Ribet amat sih punya dua anak sekaligus, cukup ini saja aku gak mau nambah lagi!" Ocehan Arya pun membuat Baby-twins semakin menangis.

__ADS_1


Arya benar-benar prustasi, hingga dia melepaskan inpus yang menancap di tangannya. Setelah lepas, Arya langsung menggendong Baby-twins dan berusaha menenangkan mereka.


"Cup ... cup, Sayang. Anak Daddy gak boleh nangisan, ayo kuat seperti Mommy. Kalian anak-anak yang pintar, jadi gak boleh nangis lagi ya?" Arya berusaha menenangkan kedua anaknya itu.


Namun Baby-twins tak kunjung ingin diam, hingga suara orang membuka pintu membuat Arya menoleh langsung.


"Ya Allah, Nak. Dira kemana? Sini sini, biar mereka Mama yang urus mereka." Dewi pun mengambil Raya, dan setelah itu di berikan pada Angga. Sedangkan Dewi, menggendong Ardi.


"Dira beli makanan, katanya tadi lapar, Ma. Mereka tadi tidur, hanya saja kebangun setelah Dira pergi. Tadi mereka asik becanda, tapi gara-gara Ardi nangis, Raya juga ikut nangis," ucap Arya sangat lemas.


Entah kenapa tiba-tiba tubuh Arya langsung lemas, dan tak ada tenaga. Hingga dia langsung terduduk, lemas di lantai. Dan lagi-lagi, rasa sakit itu menyerang Arya.


Keringat dingin mulai bercucuran di wajah Arya. Angga yang tau menantunya gak dalam keadaan baik, langsung memanggil dokter untuk segera menolong Arya.


Dokter pun langsung datang dengan beberapa suster, sedangkan Dewi dan Angga memilih menepi di pojok ruangan rawat inap Arya.


Mereka menyaksikan Arya yang terus merasakan sakit, yang tiba-tiba datang. Bahkan dokter juga kembali memasang inpus yang sempat di lepas Arya, demi menggendong Baby-twins.


"Ada apa ini?" Dira pun bertanya dengan sangat panik.


Bagaimana tidak panik, jika melihat suaminya kembali menjerit. Padahal baru saja dia mencium bibirnya, tapi sekarang sudah seperti ini. Angga yang tau anaknya terpuruk langsung di hampiri, dan langsung menenangkan putrinya itu.


...My Spoiled Family...


...By. Nunuk Pujiati...


.... ...


.... ...

__ADS_1


.... ...



__ADS_2